Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto kembali melakukan mutasi Polri lewat surat telegram bernomor ST/2414/X/KEP./2026 tertanggal 29 Oktober 2026. Lima perwira berganti jabatan, termasuk Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) serta Kepala Pusat Keuangan (Kapuskeu) Polri, karena Irjen Asep Hendradiana dan Irjen Lukas Akbar Abriari memasuki masa pensiun. Penjelasan resmi disampaikan Kadiv Humas Polri pada Jumat (30/10/2026).
Irjen Asep Hendradiana, yang sebelumnya menjabat Kapusdokkes Polri, dimutasi menjadi perwira tinggi (pati) Pusdokkes Polri dalam rangka pensiun. Ia lulusan Sekolah Perwira Militer Sukarela (Sepa Milsuk) tahun 1993.
Penggantinya adalah Brigjen dr. Nariyana, yang sebelumnya memimpin Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri. Daftar mutasi mencatat ia naik pangkat menjadi Irjen. Nariyana berlatar Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS).
Kursi Karumkit yang ditinggalkannya kini diisi Brigjen Syamsul Bahar, sebelumnya pati Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri yang bertugas di Badan Narkotika Nasional (BNN).
Di Pusat Keuangan (Puskeu) Polri, Kombes Ikhlas Putro Wasono naik dari Kepala Bidang APK Puskeu menjadi Kapuskeu. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 itu menggantikan Irjen Lukas Akbar Abriari, alumnus Akpol 1990 yang dimutasi menjadi pati Puskeu Polri dalam rangka pensiun.
Telegram 29 Oktober ini menjadi gelombang keempat mutasi Polri sejak awal bulan. Gelombang pertama pada 2 Oktober 2026 menyasar 88 perwira, antara lain Komjen Pol Asep Edi Suheri yang berpindah dari Kapolda Metro Jaya menjadi Irwasum Polri, dan Irjen Pol Asep Safrudin yang naik dari Kapolda Kepri menjadi Kabareskrim Polri.
Delapan hari kemudian, pada 10 Oktober 2026, 199 perwira dimutasi, termasuk Brigjen Pol Aries Syahbudin yang diangkat sebagai Kakorlantas Polri. Gelombang ketiga pada 12 Oktober memuat 10 perwira. Jika dijumlahkan dengan lima perwira terbaru, sudah 302 perwira berganti posisi.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menyebut mutasi Polri kali ini sebagai pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Penempatan personel, katanya, mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kapabilitas, kompetensi, dan rekam jejak masing-masing. "Mutasi juga menjadi bagian dari proses pengembangan sumber daya manusia Polri," ujar Isir dalam keterangannya.
Isir juga menyampaikan apresiasi kepada Irjen Asep Hendradiana dan Irjen Lukas Akbar Abriari. "Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi serta pengabdian yang telah diberikan," tuturnya.
Kepada pejabat yang mendapat posisi baru, Isir berharap pengalaman dan kompetensi yang dimiliki dapat dioptimalkan. "Kepercayaan yang diberikan organisasi harus dijawab dengan kinerja dan tanggung jawab," tegasnya.