Donasi Korban Penyekapan YTR Tembus Rp 1,3 Miliar, Tahir dan Aguan Ikut Bantu

Donasi Korban Penyekapan YTR Tembus Rp 1,3 Miliar, Tahir dan Aguan Ikut Bantu

AkalMerdeka.id – Donasi YTR yang dihimpun Hotman Paris Hutapea mencapai Rp 1,3 miliar setelah kasus dugaan penyekapan di Bandung, Jawa Barat, memicu simpati luas. Hotman menyebut 2 konglomerat, Dato Sri Tahir dan Sugianto Kusuma alias Aguan, ikut memberi bantuan besar untuk korban.

Hotman Paris mengungkap perkembangan donasi tersebut melalui akun Instagram pribadinya pada Kamis, 25 Juni 2026. Bantuan itu dikumpulkan untuk membantu YTR menjalani pemulihan dan menata kembali kehidupannya.

“Total sudah Rp 1,3 miliar sumbangan terkumpul untuk cewek korban penyaderaan 3 tahun,” ujar Hotman Paris.

Donasi YTR dari Hotman Paris Capai Rp 1,3 Miliar

Hotman Paris memperlihatkan catatan uang masuk di rekening yang digunakan untuk menampung donasi. Ia menyebut dana tersebut berasal dari klien, pengusaha, dan masyarakat yang tergerak membantu korban.

Dalam unggahannya, Hotman menyebut Dato Sri Tahir, pendiri Mayapada Group, memberikan donasi sebesar Rp 500 juta. Sugianto Kusuma alias Aguan, yang dikenal sebagai bos Pantai Indah Kapuk, juga disebut menyumbang Rp 500 juta.

Baca Juga :  KLHK Telusuri Peran Delapan Perusahaan dalam Banjir Sumut

Sisanya sekitar Rp 300 juta berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa bantuan untuk korban tidak hanya datang dari kalangan pengusaha besar, tetapi juga dari publik yang mengikuti kasus tersebut.

Sebelumnya, Hotman sempat mengunggah video berisi ajakan donasi untuk YTR. Ia meminta klien dan masyarakat ikut membantu karena keluarga korban disebut berasal dari kondisi ekonomi sederhana.

“Saya sarankan kepada semua klien saya, konglo-konglomerat dan juga masyarakat Indonesia untuk menyumbang uang karena keluarga dari si korban ini, juga keluarga yang sangat sederhana,” kata Hotman Paris.

Tahir dan Aguan Disebut Beri Bantuan Terbesar

Sri Dato Tahir
Sri Dato Tahir dikabarkan mendonasikan hingga Rp 500 juta

Nama Tahir dan Aguan membuat penggalangan donasi ini mendapat perhatian lebih besar. Keduanya dikenal sebagai pengusaha papan atas, sehingga bantuan masing-masing Rp 500 juta menjadi porsi terbesar dalam total dana yang diumumkan Hotman.

Bagi korban kekerasan, bantuan finansial bukan sekadar angka. Dana seperti ini dapat menjadi penopang awal untuk biaya pengobatan, kebutuhan keluarga, pendampingan pemulihan, dan masa transisi setelah kasus hukum berjalan.

Baca Juga :  Paradoks Kedaulatan: Menguji Rasionalitas Tarif Selat Malaka

Namun, penyaluran bantuan untuk korban juga membutuhkan pengelolaan yang hati-hati. Transparansi rekening, tujuan penggunaan dana, dan perlindungan privasi korban menjadi bagian penting agar solidaritas publik tidak berubah menjadi tekanan baru bagi penyintas.

Bantuan Lain Disiapkan Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau akrab disapa KDM siapkan bantuan Rp 250 juta

Di luar Donasi YTR yang dihimpun Hotman Paris, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga menyiapkan bantuan Rp 250 juta. Dana itu awalnya merupakan sayembara bagi pihak yang dapat menangkap buronan Taufik Hidayat.

Setelah Taufik Hidayat ditangkap jajaran kepolisian di Majalaya, Dedi memutuskan tidak menyerahkan uang tersebut kepada kepolisian. Dana itu dialihkan untuk YTR sebagai bekal hidup dan biaya pengobatan.

Dedi juga menyebut bantuan tersebut akan dibuat dalam bentuk deposito Bank BJB atas nama YTR. Sertifikat deposito dijadwalkan diserahkan pada 1 Juli 2026 di Mapolda Jawa Barat, bertepatan dengan Hari Bhayangkara.

Kasus ini memperlihatkan sisi lain dari perhatian publik terhadap korban. Ketika proses hukum berjalan, pemulihan korban tetap membutuhkan dukungan jangka panjang, bukan hanya sorotan sesaat setelah pelaku ditangkap.

Baca Juga :  Solidaritas Surabaya, Dana dan Logistik Terus Mengalir

Karena itu, Donasi YTR yang terkumpul melalui Hotman Paris menjadi penting jika benar-benar diarahkan untuk kebutuhan pemulihan. Bantuan besar dari konglomerat dan masyarakat dapat memberi ruang aman bagi korban untuk memulai hidup baru.

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *