KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi dan Kapal Hanyut ke Samudra Hindia

KMP Putri Yasmin Terbakar, 212 Orang Dievakuasi dan Kapal Hanyut ke Samudra Hindia
Sebuah gambar udara menunjukkan asap tebal mengepul dari feri KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Lombok, NTB, Rabu (12/8/2026). - dok BASARNAS via REUTERS

AkalMerdeka.id – KMP Putri Yasmin terbakar di perairan Sekotong, Lombok Barat, NTB, Rabu (12/8/2026), saat berlayar dari Padang Bai, Bali, menuju Lembar, Lombok. Sebanyak 212 orang telah dievakuasi hingga Rabu malam, sementara kapal yang terbakar dilaporkan hanyut ke arah Samudra Hindia.

Proses evakuasi dilakukan melalui Pelabuhan Lembar dan Pelabuhan Padangbai setelah kapal mengalami kebakaran sekitar pukul 04.15 WITA. Operasi SAR terus dilakukan karena masih ada kemungkinan penumpang atau awak yang belum terdata dan ditemukan.

KMP Putri Yasmin Hanyut ke Samudra Hindia

Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengatakan posisi KMP Putri Yasmin bergeser dari lokasi awal kebakaran di perairan Sekotong. Kapal tersebut hanyut terbawa arus hingga mengarah ke Samudra Hindia.

“Sekarang posisi kapal ini hanyut ke Samudra Hindia,” kata Iqbal di Pelabuhan Lembar, Kamis (13/8/2026).

Perubahan posisi kapal membuat operasi penanganan tidak berhenti setelah penumpang berhasil dievakuasi. Tim SAR masih melakukan pencarian untuk memastikan seluruh orang yang berada dalam pelayaran tersebut telah ditemukan dan terdata.

Baca Juga :  TNI AL Kerahkan 2 KRI dan Pesawat Evakuasi KM Mutiara Sentosa II, 30 Penumpang Selamat

Iqbal mengatakan proses pencarian dan evakuasi korban akan dilakukan selama tujuh hari ke depan. Masyarakat yang merasa anggota keluarganya berada di KMP Putri Yasmin dan belum ditemukan diminta segera melapor ke posko SAR.

Ratusan Orang Berhasil Dievakuasi

Kantor SAR Mataram sebelumnya menerima laporan kebakaran KMP Putri Yasmin pada pukul 04.39 WITA. Personel dan sejumlah armada kemudian dikerahkan untuk membantu evakuasi penumpang dan awak kapal.

Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan tim mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi. Armada tersebut juga berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kebakaran.

“Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi,” kata Hariyadi.

Hingga Rabu malam, sebanyak 212 orang disebut telah dievakuasi dari KMP Putri Yasmin. Sebanyak 39 orang terakhir tiba di Pelabuhan Lembar pada malam hari.

Baca Juga :  Anatomi Komunikasi Krisis: Alasan Filosofis Prabowo Ambil Alih Podium Menkeu

Proses evakuasi dilakukan melalui dua pelabuhan, yakni Pelabuhan Lembar di Lombok dan Pelabuhan Padangbai di Bali. Sebagian penumpang yang tiba dalam kondisi selamat mengalami syok dan menangis setelah keluar dari situasi darurat di laut.

Para penumpang yang tiba di pelabuhan juga mendapatkan penanganan medis di ruang terminal penumpang. Penanganan tersebut dilakukan setelah mereka berhasil dipindahkan dari lokasi kejadian.

Pencarian Berlanjut, Keluarga Diminta Melapor

Data mengenai orang yang berada di KMP Putri Yasmin sebelumnya sempat berbeda. Kantor SAR Mataram mencatat 173 orang, terdiri atas penumpang dan awak kapal, dengan dua di antaranya warga negara Australia.

Dari jumlah tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Indah Dwi Septiani, 19 tahun, yang beralamat di Asrama Brimob Gatep Ampenan.

Sementara itu, Plt Kepala KSOP Kelas IV Padangbai Harry Wiyanto menyebut data manifes mencatat 131 orang, terdiri atas 114 penumpang dan 17 anak buah kapal. Perbedaan data tersebut menjadi bagian penting dalam proses pencocokan dan pendataan selama operasi berlangsung.

Baca Juga :  YouTube Terapkan Batas Usia 16 Tahun Sesuai PP Tunas

Dengan perkembangan jumlah evakuasi yang mencapai 212 orang, proses pencarian dan pendataan masih diperlukan untuk memastikan seluruh penumpang serta awak kapal telah teridentifikasi. Karena itu, pemerintah daerah meminta keluarga yang merasa kehilangan kontak dengan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko SAR.

Di tengah operasi tersebut, Iqbal mengapresiasi keterlibatan berbagai unsur dalam proses penyelamatan penumpang KMP Putri Yasmin. Ia menekankan bahwa keselamatan dan pendataan seluruh korban menjadi perhatian utama sebelum penanganan insiden dilanjutkan ke tahap berikutnya.

“Yang terpenting semua bisa dievakuasi terlebih dahulu. Jadi kita perlu memberikan apresiasi ke semua unsur yang sudah terlibat dalam SAR ini,” ucap Iqbal.

Hingga Kamis (13/8/2026), proses pencarian dan evakuasi masih berlanjut selama tujuh hari yang direncanakan. KMP Putri Yasmin sendiri telah hanyut dari lokasi awal di perairan Sekotong menuju Samudra Hindia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *