Ragam

Indonesia Nomor 4 Dunia, Ini 20 Negara Berpenduduk Terbanyak 2026

Indonesia Nomor 4 Dunia, Ini 20 Negara Berpenduduk Terbanyak 2026
AkalMerdeka.id - Indonesia menempati posisi keempat dalam daftar negara berpenduduk terbanyak 2026 dengan estimasi 287,89 juta jiwa. Jumlah itu setara dengan sekitar 3,47 persen dari total populasi dunia yang diperkirakan mencapai 8,30 miliar orang pada pertengahan 2026. Indonesia berada di bawah India, China, dan Amerika Serikat, tetapi masih unggul sekitar 28,59 juta jiwa dari Pakistan di posisi kelima. Indonesia juga menjadi satu-satunya negara Asia Tenggara yang masuk lima besar dunia.

Daftar 20 Negara Berpenduduk Terbanyak 2026

Daftar berikut menggunakan estimasi populasi pada 1 Juli 2026 yang mengacu pada proyeksi medium World Population Prospects 2024 dari Divisi Populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Angka tersebut merupakan proyeksi demografi, bukan hasil sensus serentak pada 2026.
Peringkat Negara Estimasi Penduduk 2026 Perubahan Tahunan
1 India 1.476.625.576 Naik 0,87 persen
2 China 1.412.914.089 Turun 0,22 persen
3 Amerika Serikat 349.035.494 Naik 0,51 persen
4 Indonesia 287.886.782 Naik 0,76 persen
5 Pakistan 259.299.791 Naik 1,60 persen
6 Nigeria 242.431.832 Naik 2,06 persen
7 Brasil 213.562.666 Naik 0,35 persen
8 Bangladesh 177.818.044 Naik 1,21 persen
9 Rusia 143.394.458 Turun 0,42 persen
10 Etiopia 138.902.185 Naik 2,53 persen
11 Meksiko 132.997.658 Naik 0,80 persen
12 Jepang 122.427.731 Turun 0,55 persen
13 Mesir 120.101.175 Naik 1,47 persen
14 Filipina 117.724.471 Naik 0,80 persen
15 Republik Demokratik Kongo 116.452.162 Naik 3,21 persen
16 Vietnam 102.177.431 Naik 0,57 persen
17 Iran 93.168.497 Naik 0,81 persen
18 Turki 87.926.082 Naik 0,27 persen
19 Jerman 83.644.258 Turun 0,51 persen
20 Tanzania 72.563.780 Naik 2,86 persen
Urutan tersebut meluruskan variasi yang sering muncul pada peringkat 11 sampai 20. Dalam satu seri data yang konsisten, Mesir berada di posisi ke-13, disusul Filipina dan Republik Demokratik Kongo.

Indonesia Menampung 3,47 Persen Penduduk Dunia

Populasi Indonesia diperkirakan bertambah sekitar 2,17 juta jiwa dibandingkan tahun sebelumnya. Laju pertumbuhannya mencapai 0,76 persen, lebih rendah daripada Pakistan dan Nigeria, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan Amerika Serikat, Brasil, atau Vietnam. Jarak Indonesia dengan Amerika Serikat di posisi ketiga mencapai sekitar 61,15 juta jiwa. Sementara itu, selisih Indonesia dengan Pakistan di bawahnya mencapai sekitar 28,59 juta jiwa. Posisi keempat memberi Indonesia pasar domestik yang sangat besar. Jumlah penduduk tersebut dapat menopang konsumsi, tenaga kerja, industri digital, serta daya tawar ekonomi di kawasan. Namun, populasi besar juga memperbesar kebutuhan lapangan kerja, pangan, sekolah, rumah, transportasi, air bersih, dan layanan kesehatan. Besarnya jumlah penduduk baru menjadi keuntungan apabila pertumbuhannya diikuti peningkatan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia.

Penduduk Indonesia Semakin Terkonsentrasi di Perkotaan

Sekitar 60,3 persen penduduk Indonesia diperkirakan tinggal di wilayah perkotaan pada 2026, setara dengan kurang lebih 173,51 juta orang. Usia median penduduk berada pada 30,7 tahun, sedangkan tingkat fertilitas diperkirakan 2,08 anak per perempuan. Komposisi itu menempatkan Indonesia dalam masa penting untuk memanfaatkan penduduk usia produktif. Peluangnya besar, tetapi tekanan pada kota juga meningkat karena kebutuhan pekerjaan, perumahan, transportasi publik, dan layanan dasar terus bertambah. Indonesia diproyeksikan memiliki sekitar 295,88 juta penduduk pada 2030 dan menembus 320,71 juta pada 2050. Laju pertumbuhannya diperkirakan terus melambat seiring penurunan tingkat kelahiran dan bertambahnya usia penduduk.

India Tumbuh, China dan Jepang Mulai Menyusut

India tetap menjadi negara berpenduduk terbesar dengan sekitar 1,48 miliar jiwa. Jumlahnya unggul sekitar 63,71 juta dibandingkan China yang mengalami penurunan populasi tahunan sebesar 0,22 persen. Penurunan juga terjadi di Rusia, Jepang, dan Jerman. Sebaliknya, pertumbuhan tercepat dalam 20 besar terlihat di Republik Demokratik Kongo, Tanzania, Etiopia, dan Nigeria. Perbedaan arah tersebut perlahan mengubah peta demografi dunia. Sejumlah negara Asia Timur dan Eropa menghadapi penduduk menua serta tenaga kerja menyusut, sedangkan negara-negara Afrika harus menyediakan pendidikan dan pekerjaan bagi populasi muda yang tumbuh cepat. Bagi Indonesia, peringkat keempat bukan sekadar angka kebanggaan. Nilai strategisnya bergantung pada kemampuan negara mengubah hampir 288 juta penduduk menjadi tenaga kerja terampil, konsumen produktif, dan sumber inovasi, bukan membiarkan pertumbuhan penduduk memperbesar ketimpangan serta beban layanan publik.