Internasional

Pentagon: Semua Bomber B-1 AS Kembali dari RAF Fairford

Pesawat pengebom B-1 milik AS - dok Reuters
Pesawat pengebom B-1 milik AS - dok Reuters

AkalMerdeka.id - Pentagon menyatakan seluruh pesawat pengebom B-1 Amerika Serikat yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford, Inggris, telah kembali ke pangkalan induknya di AS. Konfirmasi itu disampaikan pada Minggu (4/10) waktu setempat dan diberitakan AFP pada Senin (5/10/2026). Penarikan ini terjadi setelah insiden mencurigakan di sekitar pangkalan pada 27 September 2026, yang masih diselidiki kepolisian Inggris.

Departemen Pertahanan AS tidak menyebutkan jumlah pasti pesawat B-1 yang ditarik dari RAF Fairford.

Pentagon Konfirmasi Semua B-1 Kembali ke AS

Pentagon menyatakan seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya ditempatkan di RAF Fairford telah kembali ke pangkalan induknya di Amerika Serikat.

"Kami dapat mengonfirmasi saat ini bahwa seluruh pesawat pengebom AS yang sebelumnya dikerahkan ke RAF Fairford, telah kembali ke pangkalan induknya di Amerika Serikat," demikian pernyataan Pentagon.

Pentagon tidak menjelaskan alasan penarikan tersebut. Departemen Pertahanan AS menyatakan informasi mengenai pergerakan aset dan pasukan tidak selalu dapat disampaikan secara real-time.

"Aspek keamanan operasional menghalangi kami untuk mengonfirmasi pergerakan aset dan pasukan kami secara real-time," kata Pentagon dalam pernyataannya.

Jumlah B-1 yang ditarik belum diumumkan secara resmi. Sejumlah laporan media menyebut pengerahan sebelumnya melibatkan belasan pesawat pengebom strategis B-1, tetapi angka itu tidak dikonfirmasi Pentagon.

Insiden di RAF Fairford Picu Evakuasi Warga

Pada Minggu (27/9), kepolisian antiterorisme Inggris menangkap sedikitnya lima pria berkewarganegaraan Inggris setelah warga melaporkan aktivitas mencurigakan sekelompok pria dengan beberapa mobil van di sekitar RAF Fairford.

Sebanyak 85 rumah di sekitar pangkalan sempat dievakuasi sebagai bagian dari respons terhadap situasi tersebut.

RAF Fairford digunakan untuk menampung pasukan dan pesawat pengebom Amerika Serikat. Pangkalan itu sebelumnya pernah digunakan AS dalam operasi serangan terhadap Iran.

Polisi Tidak Temukan Bahan Peledak di Dalam Van

Pada tahap awal, muncul kekhawatiran bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan ancaman teror. Spekulasi lain mengarah pada dugaan pencurian bahan bakar di tengah kenaikan harga energi di Inggris.

Pemeriksaan kepolisian terhadap kendaraan yang dicurigai tidak menemukan bahan peledak. Polisi menemukan "sejumlah bensin" di dalam mobil-mobil van tersebut.

Lima pria yang ditangkap kemudian dibebaskan dengan jaminan. Otoritas Inggris masih melanjutkan penyelidikan atas insiden itu.

Dugaan Keterlibatan Iran Dibantah

Presiden AS Donald Trump dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengindikasikan adanya keterlibatan Iran. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham juga menyampaikan indikasi serupa dalam salah satu pernyataannya.

Tuduhan tersebut belum menjadi kesimpulan penyelidikan kepolisian. Sejauh ini tidak ditemukan bahan peledak di dalam van yang diperiksa, dan lima orang yang ditangkap telah dibebaskan dengan jaminan.

Kedutaan Besar Iran di London menolak tuduhan tersebut dan mengecam spekulasi mengenai keterlibatan Teheran dalam insiden di dekat RAF Fairford.