Gempa Jepang 7,1 M, 4 Operasi di Rumah Sakit Tetap Berjalan

AkalMerdeka.id – Gempa Jepang bermagnitudo 7,1 mengguncang ruang operasi Rumah Sakit Umum Kumamoto di Kota Yatsushiro, Prefektur Kumamoto, pada 28 Juli saat tim dokter tengah melakukan operasi perut. Meski peralatan medis bergoyang dan berjatuhan, empat operasi yang berlangsung saat gempa berhasil diselesaikan dengan aman.
Situasi menegangkan itu terekam CCTV rumah sakit dan dirilis media Jepang NHK pada Kamis (6/8). Dalam rekaman tersebut, para dokter tetap menangani pasien ketika guncangan membuat sejumlah peralatan medis bergerak hingga nyaris mengenai pasien.
Dokter Tetap Operasi Saat Gempa Mengguncang Ruangan
Awalnya, tim dokter terlihat fokus melakukan prosedur pembedahan terhadap seorang pasien. Kondisi berubah ketika gempa tiba-tiba mengguncang ruang operasi dan membuat berbagai peralatan medis bergoyang serta berjatuhan.
Beberapa peralatan bahkan bergerak mendekati pasien yang sedang terbaring di meja operasi. Para dokter kemudian berusaha melindungi pasien dari peralatan tersebut sambil tetap menangani prosedur pembedahan.
Salah seorang perawat juga terlihat jatuh ketika mencoba membuka pintu untuk mengamankan jalur evakuasi. Situasi itu menunjukkan besarnya gangguan yang harus dihadapi tim medis ketika gempa terjadi di tengah tindakan operasi.
Meski kondisi ruang operasi terguncang, prosedur medis tidak berakhir dengan penghentian operasi. Rumah Sakit Umum Kumamoto menyatakan ada empat operasi yang dilakukan ketika gempa berlangsung dan seluruhnya berhasil diselesaikan dengan aman.
Pasokan Air Sempat Ganggu Layanan Medis
Gempa juga berdampak terhadap fasilitas pendukung rumah sakit. Sejumlah peralatan medis tidak dapat digunakan akibat gangguan pada pasokan air sehingga Rumah Sakit Umum Kumamoto sempat menangguhkan layanan rawat jalan.
Untuk memulihkan operasional, rumah sakit menggunakan air dari sumur yang disediakan untuk keadaan darurat. Kualitas air tersebut kemudian diperiksa sebelum fasilitas kembali digunakan untuk mendukung kegiatan medis.
Setelah memastikan air sumur memiliki kualitas yang baik, operasional rumah sakit kembali berlanjut pada Rabu (5/8). Namun, pemulihan layanan belum berarti seluruh fasilitas rumah sakit telah kembali normal.
Sejumlah Fasilitas Rumah Sakit Masih Terkendala
Direktur Rumah Sakit Umum Kumamoto, Dr. Shinya Shimada, mengatakan beberapa lift masih tidak beroperasi setelah gempa. Rumah sakit juga belum dapat menyediakan makanan yang cukup bagi pasien setelah bencana tersebut.
Kendati menghadapi keterbatasan fasilitas, rumah sakit tetap melanjutkan layanan medis. Bagi rumah sakit yang menjadi salah satu fasilitas kesehatan utama di Kota Yatsushiro, kembalinya layanan menjadi bagian penting dari penanganan kondisi pascabencana.
“Namun, kami percaya bahwa dimulainya kembali layanan medis akan membawa ketenangan pikiran bagi masyarakat setempat. Kami ingin memenuhi misi rumah sakit,” ujar Shimada.

Gempa Susulan Masih Tercatat
Gempa bermagnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto pada 28 Juli. Lebih dari 30 orang tewas dan ratusan lainnya terluka akibat peristiwa tersebut.
Sebagian besar korban terluka maupun tewas karena tertimpa reruntuhan bangunan. Kebakaran juga terjadi dan listrik padam di sejumlah daerah setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Pasca gempa utama, Jepang masih mencatat sejumlah gempa susulan dengan skala mulai dari 3 hingga 4. Di Rumah Sakit Umum Kumamoto, layanan medis telah kembali berjalan meski beberapa lift masih tidak beroperasi dan ketersediaan makanan bagi pasien masih terbatas.





