995 Senjata Airsoft Ditemukan di Sekolah, Klaim Ekskul Menembak Dibantah

AkalMerdeka.id – Temuan 995 pucuk senjata airsoft gun di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memunculkan perbedaan keterangan soal asal dan peruntukannya. Kuasa IWD, mantan ketua yayasan yang ruangannya menjadi lokasi penemuan, menyebut senjata tersebut berkaitan dengan rencana ekstrakurikuler menembak, tetapi pihak sekolah membantah pernah memiliki ekskul tersebut.
Kuasa IWD sekaligus Dirut PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengatakan 995 senjata airsoft gun itu merupakan milik perusahaan. Menurut dia, senjata tersebut disimpan di gudang sekolah terkait rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada 2020.
Pihak Sekolah Bantah Ada Ekskul Menembak
Keterangan tersebut dibantah kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto. Dia menyatakan tidak ada kegiatan ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.
Perbedaan keterangan itu muncul setelah pihak sekolah memperoleh akses ke ruangan yang sebelumnya digunakan IWD sebagai ketua yayasan. Akses tersebut didapat setelah IWD diberhentikan dari posisi tersebut dalam sengketa kepengurusan yayasan.
Hermawanto mengatakan sengketa kepengurusan menjadi pintu masuk pihak sekolah untuk membuka ruangan tersebut. Saat ruangan diperiksa, pihak sekolah mengaku menemukan ratusan senjata dari berbagai jenis.
“Lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan? Akhirnya kami coba buka-buka, nggak tahunya ketika kami buka ruangan itu menjadi… kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,” kata Hermawanto.
Senjata Disebut Berizin
Alhadid sebelumnya menyatakan 995 senjata airsoft gun tersebut resmi dan memiliki izin. Dia mengaku telah menunjukkan dokumen perizinan itu kepada pihak kepolisian.
“Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di polres izin-izin tersebut,” ujar Alhadid.
Menurut Alhadid, pihak yayasan sebenarnya mengetahui keberadaan senjata tersebut. Dia mempertanyakan pernyataan pihak yayasan yang seolah baru mengetahui adanya senjata yang disimpan di lokasi tersebut.
“Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya,” ungkapnya.
Polisi Telusuri Pemilik Senjata Api
Selain 995 senjata airsoft gun, polisi juga menemukan satu pucuk senjata api jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge. Polisi mengungkap DS sebagai sosok yang tercatat sebagai pemilik senjata api tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan DS merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin, perusahaan yang bergerak dalam impor senjata angin dan senjata airsoft gun.
Namun, hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan DS telah meninggal dunia pada 2020. Polisi kemudian mengamankan senjata tersebut untuk penelusuran lebih lanjut.
Polisi juga berencana memeriksa IWD, mantan ketua yayasan yang namanya terseret setelah ratusan senjata ditemukan di ruangannya. Sementara itu, pihak sekolah menyebut pemeriksaan ruangan tersebut juga menemukan narkotika dan sekitar 30 compact disc (CD) porno.





