Deretan Kayu di Tengah Banjir: Bukti Kerusakan Hulu Sumatra yang Lama Diabaikan

Deretan Kayu di Tengah Banjir: Bukti Kerusakan Hulu Sumatra yang Lama Diabaikan

akalmerdeka.id – Ribuan kayu gelondongan yang hanyut dalam banjir Sumatra memunculkan pertanyaan rasional tentang kerusakan hulu. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyatakan kayu itu berasal dari pembalakan liar yang telah berlangsung lama.

Dalam unggahan TikTok @riekediahp_official, Senin (1/12/2025), Masinton menegaskan pembabatan hutan di lereng bukit terjadi sebelum alih fungsi lahan menjadi kebun sawit. Ia menyebut beberapa pelaku sudah ditindak dan moratorium penanaman sawit disiapkan.

Ia mengakui koordinasi dengan Dinas Kehutanan Sumatra Utara masih terkendala medan. Namun verifikasi terus dilakukan untuk memetakan kerusakan.

Rekaman banjir yang menyeret kayu di Tapanuli Selatan dan Tapteng memicu analisis publik. Banyak yang mengaitkan temuan itu dengan deforestasi dan hilangnya vegetasi penahan air.

Kementerian Kehutanan merespons dengan penyelidikan sumber kayu. Dirjen Gakkum, Dwi Januanto Nugroho, Minggu (30/11), menjelaskan bahwa kayu bisa berasal dari sumber alami dan legal. Namun potensi pelanggaran tetap menjadi variabel penting.

Dwi menjelaskan sejumlah kasus tahun 2025, termasuk temuan 86,60 meter kubik kayu ilegal di Aceh Tengah serta 152 batang kayu di Solok. Pada operasi Mentawai dan Gresik, 4.610,16 meter kubik kayu bulat disita akibat dokumen PHAT bermasalah.

Baca Juga :  Distribusi 185 Ribu Paket MBG di Aceh Ungkap Peta Krisis Akses dan Respons Terukur Negara

Ia menegaskan kejahatan kehutanan kini bekerja dengan pola pencucian dokumen. Penghentian sementara layanan SIPuHH dilakukan untuk memutus jalur manipulasi administrasi.

Dari DPR, anggota Komisi IV, Johan Rosihan, menyebut tumpukan kayu saat banjir sebagai indikator lemahnya tata kelola hutan. Ia meminta audit izin serta penindakan mafia kayu.

Anggota Komisi IV lainnya, Arif Rahman, meminta investigasi menyeluruh terhadap perusahaan HPH dan HTI. Ia menekankan perlunya evaluasi atas kinerja Kemenhut.

Diskusi publik makin meluas usai beredarnya foto kayu menumpuk di Pantai Parkit melalui akun Instagram @undercover.id. (*)

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *