7 Arahan Prabowo di Sidang Kabinet Jelang Dua Tahun

AkalMerdeka.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tujuh arahan dan evaluasi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Menjelang dua tahun pemerintahannya, arahan Prabowo di sidang kabinet mencakup klaim penyelesaian lebih dari 108 persoalan, pangan, Makan Bergizi Gratis, kebocoran ekonomi, korupsi, hingga digitalisasi layanan publik.
Prabowo mengatakan evaluasi dilakukan untuk mengukur pekerjaan kabinet, bukan mencari pihak yang bersalah atau membandingkan pemerintahannya dengan periode sebelumnya. Ia mengakui pemerintah masih menghadapi persoalan besar di tengah situasi dunia yang penuh pergolakan.
7 Arahan Prabowo di Sidang Kabinet
1. Klaim Lebih dari 108 Persoalan Telah Diselesaikan
Prabowo mengklaim pemerintah telah menyelesaikan lebih dari 108 persoalan dalam 18 bulan pertama. Namun, ia meminta kabinet tidak tinggi hati dan tetap mengakui kekurangan yang belum tertangani.
“Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk dada, kita tidak boleh besar kepala dan tidak boleh sombong,” kata Prabowo.
2. Kabinet Diminta Tak Gentar Menghadapi Masalah
Prabowo meminta jajaran kabinet tidak takut menghadapi rendahnya gaji guru, kekurangan lapangan kerja, kemiskinan ekstrem, dan ketimpangan. Ia juga menyoroti kebocoran kekayaan negara melalui penyelundupan, pemalsuan laporan perdagangan, serta praktik under-invoicing.
Angka kebocoran yang disebut mencapai ribuan triliun rupiah per tahun merupakan pernyataan Presiden. Naskah sidang tidak memerinci metode perhitungan, periode data, ataupun sektor yang menyumbang angka tersebut.
3. Membela Program Makan Bergizi Gratis
Prabowo mempertanyakan kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Menurutnya, kemampuan negara menyediakan pangan bagi rakyat merupakan dasar keberlangsungan masyarakat dan peradaban.
Ia menegaskan MBG diarahkan kepada anak sekolah, ibu hamil, balita, dan kelompok lanjut usia. Pemerintah memandang program tersebut sebagai pemenuhan kebutuhan dasar dan bagian dari perlindungan sosial, bukan pemborosan anggaran.
4. Menjaga Harga Pangan dan Ketersediaan Pupuk
Prabowo meminta kabinet menjaga harga pangan tetap terkendali sekaligus memastikan pupuk tersedia dengan harga terjangkau bagi petani. Dua hal itu berhubungan langsung dengan daya beli masyarakat, biaya produksi pertanian, dan keberlanjutan pasokan pangan.
5. Meyakini Indonesia Semakin Kuat
Prabowo membantah prediksi bahwa Indonesia akan mengalami kolaps di tengah konflik dan tekanan global. Ia menyebut Indonesia semakin kuat serta lebih siap menghadapi persoalan pangan dan energi, tetapi mengingatkan kabinet agar tidak cepat puas atau lengah.
6. Tidak Tebang Pilih Memberantas Korupsi
Prabowo berjanji menindak korupsi dan penyelewengan tanpa pilih kasih. Ia menyamakan pemberantasan penyimpangan dengan terapi penyakit yang harus dilakukan secara tepat agar tidak merusak tubuh perekonomian.
Praktik mark-up, korupsi, penipuan, transfer pricing, dan permainan antara birokrat dengan pengusaha disebut sebagai racun bagi ekonomi. Arahan ini menempatkan penegakan hukum dan pembenahan tata kelola sebagai satu agenda.
7. Mempercepat Single National Identity Card
Prabowo meminta penerapan Single National Identity Card dipercepat melalui GovTech. Sistem identitas tunggal diharapkan mengintegrasikan layanan publik, mengurangi pengisian data berulang, serta memangkas aturan dan proses birokrasi yang berbelit.
Arahan Prabowo di sidang kabinet tersebut mencakup tiga pekerjaan besar, yakni memenuhi kebutuhan dasar, menutup kebocoran ekonomi, dan memperbaiki layanan negara. Uji keberhasilannya terletak pada indikator yang terbuka, tenggat pelaksanaan, serta hasil yang dapat dirasakan masyarakat.
Klaim penyelesaian lebih dari 108 persoalan juga membutuhkan daftar dan ukuran keberhasilan yang dapat diperiksa publik. Sementara itu, identitas tunggal harus dibarengi integrasi antarinstansi dan perlindungan data agar penyederhanaan layanan tidak memunculkan risiko baru.





