Analisis Surat Syuriyah PBNU yang Mendesak Pengunduran Diri Ketua Umum

Analisis Surat Syuriyah PBNU yang Mendesak Pengunduran Diri Ketua Umum

akalmerdeka.id — Peredaran surat Syuriyah PBNU pada Kamis (20/11/2025) memunculkan dinamika struktural di tubuh organisasi. Surat bertanggal 20 November 2025 itu memuat desakan agar KH Yahya Cholil Staquf mengundurkan diri dalam tiga hari.

Rapat Harian Syuriyah yang dihadiri 37 dari 53 pengurus menghasilkan tiga poin keberatan. Pertama, pemilihan narasumber Akademi Kepemimpinan Nasional NU yang dinilai memiliki keterkaitan dengan jaringan Zionisme Internasional. Penilaian ini dianggap melanggar prinsip ideologis NU.

Tangkapan layar Surat Keputusan Rois Syuriah PBNU. - Istimewa
Tangkapan layar Surat Keputusan Rois Syuriah PBNU. – Istimewa

Kedua, pemberhentian seorang fungsionaris karena dianggap melanggar Peraturan Perkumpulan NU Nomor 13/2025. Basis logikanya adalah keberpihakan organisasi terhadap aturan internal yang eksplisit.

Ketiga, temuan dugaan pelanggaran tata kelola keuangan yang disebut melanggar hukum syara’, peraturan perundang-undangan, serta ART NU pasal 97–99. Poin ini menjadi variabel paling strategis karena menyangkut keberlangsungan badan hukum NU.

Keputusan akhir diserahkan kepada Rais Aam dan dua Wakil Rais Aam. Sumber internal PBNU membenarkan dokumen tersebut. “Benar. Tadi malam,” ujarnya (21/11).

Baca Juga :  PBNU Hadapi Tekanan Internal: Gus Ipul Stabilkan Situasi, Kubu Yahya Bangun Dukungan Struktural

Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menolak narasi pemakzulan ketika ditanya di lokasi Munas XI MUI. “Enggak ada bahasan itu,” tegasnya. Ia menyebut pertemuan dengan Wakil Rais Aam hanya membahas agenda tapak tilas KHR As’ad Syamsul Arifin. (*)

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *