Pramono Anung Tegaskan Jakarta Terbuka untuk Semua, Usai Bentrokan di Jalan Tambak

Pramono Anung Tegaskan Jakarta Terbuka untuk Semua, Usai Bentrokan di Jalan Tambak
Pramono Anung saat berbicara di acara World Association for Public Opinion Research (WAPOR) Asia Pacific 9th Annual Conference 2026 di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026)

AkalMerdeka.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Jakarta tetap menjadi kota yang terbuka bagi siapa saja dan tidak memiliki persoalan terkait etnisitas. Pernyataan itu disampaikan menyusul bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, yang menewaskan satu orang dan menyebabkan satu korban lainnya dalam kondisi kritis.

Pramono meminta seluruh masyarakat menahan diri dan tidak menggiring peristiwa tersebut ke isu etnis. Menurutnya, keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan Jakarta harus tetap dijaga agar situasi keamanan tetap kondusif.

“Jakarta ini adalah kota yang sangat terbuka. Keanekaragaman di Jakarta itu selama ini terjaga dengan baik. Saya tidak mau ada isu berkaitan dengan etnisitas di Jakarta,” kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Selasa.

Pramono Ajak Warga Menahan Diri

Gubernur DKI menilai bentrokan yang terjadi merupakan bagian dari dinamika kehidupan di kota besar yang dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang. Namun, ia menekankan penyelesaian masalah harus dilakukan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan tindakan yang memicu konflik lebih luas.

Baca Juga :  3.161 Personel Kawal Pengamanan Eksekusi Hotel Sultan

“Saya meminta kepada semuanya untuk menahan diri, dan kita menyelesaikan dengan kepala dingin. Mudah-mudahan, Jakarta tetap aman, nyaman,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi ajakan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Menjaga situasi tetap kondusif dinilai penting mengingat Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi yang dihuni warga dari beragam suku, agama, dan budaya.

Satu Orang Tewas dalam Bentrokan Jalan Tambak

Bentrokan yang terjadi di Jalan Tambak, Menteng, pada Minggu (26/7/2026) mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen dan empat sepeda motor terbakar.

Selain kerusakan tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan seorang lainnya mengalami luka kritis.

Setelah insiden itu, warga Kelurahan Pegangsaan bersama perwakilan keluarga korban sepakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mereka juga menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada Polda Metro Jaya.

Polda Metro Jaya Tetapkan Tujuh Tersangka

Polda Metro Jaya telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam dua perkara yang berkaitan dengan bentrokan tersebut.

  • Empat orang menjadi tersangka dalam kasus perusakan gerobak pedagang.
  • Tiga orang menjadi tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Baca Juga :  Molotov di Koja Meledak di Samping Ibu dan Anak, 4 Pelaku Diburu

Proses penyidikan masih terus berlangsung untuk melengkapi alat bukti dan mengungkap seluruh rangkaian peristiwa.

Menjaga Keberagaman di Tengah Proses Hukum

Pernyataan Pramono menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus dibedakan dari isu identitas kelompok. Selama proses hukum berjalan, pemerintah daerah dan aparat keamanan berupaya memastikan situasi tetap terkendali agar tidak muncul ketegangan baru di tengah masyarakat.

Dengan penanganan hukum yang terus berjalan dan komitmen warga menjaga kamtibmas, pemerintah berharap peristiwa serupa tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mempertahankan Jakarta sebagai kota yang aman, inklusif, dan mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman warganya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *