Polisi Periksa 5 Saksi Usut Kematian Misterius Pria di Depan Klinik Kebayoran Baru

AkalMerdeka.id – Polda Metro Jaya telah memeriksa lima orang saksi dalam penyelidikan kasus kematian seorang pria bernama Sutrimo yang ditemukan di depan sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian korban yang dinilai tidak wajar.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyelidik terus mengumpulkan keterangan dari para saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan. Hingga saat ini, lima orang telah dimintai keterangan karena diduga mengetahui rangkaian peristiwa sebelum maupun sesudah korban meninggal.
“Sejauh ini, penyelidik telah meminta keterangan dari lima orang saksi,” kata Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Jumat.
Lima Saksi yang Diperiksa Polisi
Budi menjelaskan, saksi pertama berinisial AZ yang merupakan pengemudi ambulans yang membawa jenazah menuju Banyumas.
Saksi berikutnya adalah MOP, pengemudi ambulans tujuan Banyumas yang bertemu dengan seseorang bernama Mahmud di RS Muhammadiyah Taman Puring dan membantu memindahkan jenazah dari ruang pemandian ke mobil ambulans.
Polisi juga memeriksa MZ, pemilik PT Zen Ambulance. Ia diketahui dihubungi oleh S, pemilik PT Bintang Medika Ambulance, untuk mengantarkan jenazah ke Banyumas.
Selain itu, penyidik meminta keterangan MA yang merupakan orang yang mengenal korban dan diketahui menjadi pihak terakhir yang bertemu Sutrimo pada Rabu (22/7) sekitar pukul 20.00 WIB di depan Klinik Mordent.
Saksi kelima berinisial AAS merupakan pengemudi ambulans yang membawa korban dari Klinik Mordent menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.
Penyelidikan Didukung Pemeriksaan Forensik
Selain memeriksa saksi, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan juga melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk mendalami penyebab kematian Sutrimo.
Pelibatan Puslabfor dilakukan setelah polisi melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Minggu (26/7). Langkah tersebut bertujuan memperoleh bukti ilmiah yang dapat membantu mengungkap penyebab kematian korban.
“Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya,” ujar Budi.
Puslabfor Teliti Sampel dari Lokasi Kejadian
Tim forensik dari Puslabfor telah mengamankan dan mengambil sejumlah sampel dari lokasi kejadian untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium. Pemeriksaan tersebut dilakukan guna mendeteksi petunjuk maupun bukti fisik yang berkaitan dengan kematian korban.
Metode investigasi berbasis ilmiah atau scientific crime investigation digunakan untuk melengkapi hasil pemeriksaan saksi. Dengan cara tersebut, penyidik tidak hanya mengandalkan keterangan para saksi, tetapi juga bukti forensik yang diperoleh dari lokasi kejadian.
“Selain melakukan investigasi berbasis ilmiah (scientific crime investigation) bersama Puslabfor, tim penyidik gabungan juga terus mengumpulkan fakta-fakta lapangan tambahan,” kata Budi.
Hingga kini, Polda Metro Jaya masih melanjutkan penyelidikan dengan memadukan hasil pemeriksaan lima saksi, temuan di lokasi kejadian, serta analisis laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kematian Sutrimo.





