Italia Diduga Diam-diam Bantu AS Serang Iran, 500 Pesawat Terbang dari Pangkalan

Italia Diduga Diam-diam Bantu AS Serang Iran, 500 Pesawat Terbang dari Pangkalan

AkalMerdeka.id – Italia di Perang Iran memicu kegaduhan politik setelah Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menyebut 500 pesawat militer AS lepas landas dari pangkalan Amerika di Italia. Pernyataan itu bertolak belakang dengan sikap resmi pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni yang sebelumnya menyatakan tidak mendukung atau ikut dalam operasi militer terhadap Iran.

Rutte menyampaikan pernyataan tersebut dalam wawancara dengan Fox News menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump. Ia menyebut sejumlah negara Eropa menyediakan pangkalan untuk mendukung Operation Epic Fury, operasi militer AS terhadap Iran.

“Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan-pangkalan mereka,” kata Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte.

Menurut Rutte, sekitar 4.000 hingga 5.000 pesawat lepas landas dari pangkalan-pangkalan Eropa untuk mendukung operasi tersebut. Italia disebut menjadi salah satu contoh penting karena ada 500 pesawat AS yang berangkat dari pangkalan Amerika di wilayahnya.

“Jika Anda melihat pada Italia, 500 pesawat AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury. Ini jumlah yang sangat besar,” ujar Rutte.

Baca Juga :  Momok Timnas Indonesia Aymen Hussein Ditahan di AS, Ini Sosok Striker Andalan Irak di Piala Dunia 2026

Italia di Perang Iran dan Tekanan Politik ke Meloni

Pernyataan Rutte langsung memukul posisi politik Meloni di dalam negeri. Pemerintah Italia sebelumnya menyatakan hanya mengizinkan penerbangan teknis dan logistik sesuai perjanjian bilateral mengenai pangkalan militer AS di Italia.

Meloni pada Maret lalu juga menegaskan kepada parlemen bahwa Italia tidak mendukung dan tidak berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran. Karena itu, klaim Rutte membuka celah pertanyaan baru: apakah dukungan logistik bisa tetap dianggap netral ketika dipakai untuk menopang operasi perang.

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni
Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni

Oposisi Italia segera menuntut klarifikasi. Mantan Perdana Menteri Giuseppe Conte menuduh pemerintah menipu publik, sementara Peppe De Cristofaro dari Aliansi Hijau dan Kiri menyebut situasinya sangat serius.

Angelo Bonelli bahkan menyebut pernyataan Rutte telah membuka kebohongan Meloni. Ia menilai pemerintah menyembunyikan 500 penerbangan Amerika dari parlemen Italia.

“Pemerintah Italia berbohong kepada parlemen pada saat itu dengan menyembunyikan 500 penerbangan Amerika. Faktanya adalah Italia berpartisipasi dalam perang melawan Iran, sebuah perang yang gila,” kata Angelo Bonelli.

Baca Juga :  Israel Mulai Melirik Turki Setelah Iran, Benarkah Konflik Baru Sedang Disiapkan?

Roma Bantah Ikut Operasi Tempur

Menteri Pertahanan Italia Guido Crosetto membantah tafsir bahwa Roma ikut operasi tempur. Ia menyebut Italia hanya mengizinkan kegiatan teknis dan logistik non-kinetik yang sesuai dengan konstitusi serta perjanjian internasional.

Crosetto menilai Rutte menyampaikan pesan yang sangat menyesatkan karena mencampuradukkan penerbangan pendukung dengan operasi tempur. Bantahan ini menjadi penting karena Italia memiliki batas politik dan hukum yang sensitif dalam penggunaan wilayahnya untuk perang negara lain.

Di sisi lain, Iran menggunakan pernyataan Rutte sebagai amunisi diplomatik. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyebut ucapan itu sebagai pengakuan keterlibatan aktif NATO dalam perang ilegal terhadap negara anggota PBB yang berdaulat.

“Ini merupakan pengakuan yang jelas dan memberatkan mengenai keterlibatan aktif NATO dalam perang agresi ilegal terhadap sebuah negara anggota PBB yang berdaulat,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

Polemik ini memperlihatkan risiko baru bagi negara sekutu AS di Eropa. Ketika sebuah pangkalan dipakai untuk logistik, batas antara dukungan teknis dan keterlibatan politik bisa menjadi kabur di mata publik.

Baca Juga :  AS Sanksi Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel dan Keluarganya, Tekanan Trump Meningkat

Bagi Meloni, dampaknya tidak hanya diplomatik. Di dalam negeri, ia harus menjelaskan apakah pemerintah konsisten dengan pernyataan di parlemen, atau justru membiarkan peran militer AS di Italia berjalan lebih jauh dari yang diketahui publik.

Heri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *