Gempa Kolombia M 7,4 Tewaskan 265 Orang, 496 Masih Hilang

Gempa Kolombia M 7,4 Tewaskan 265 Orang, 496 Masih Hilang
Petugas penyelamat mencari korban selamat di reruntuhan bangunan di Cali pada 12 Agustus 2026, dua hari setelah gempa bumi melanda Kolombia bagian barat.

AkalMerdeka.id – Gempa Kolombia bermagnitudo 7,4 yang mengguncang wilayah barat negara itu pada Senin (10/8/2026) telah menewaskan 265 orang, sementara 3.494 lainnya terluka dan 496 orang masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan setelah gempa yang disebut sebagai yang terkuat di Kolombia pada abad ke-21 tersebut memicu kerusakan luas. :contentReference[oaicite:0]{index=0}

Gempa terjadi sekitar pukul 07.34 waktu setempat dengan pusat gempa di sekitar San José del Palmar, Departemen Chocó. Menurut data USGS yang tercantum dalam laporan awal, gempa berada pada kedalaman sekitar 107 kilometer dan guncangannya terasa hingga wilayah yang jauh dari episentrum.

Gempa Kolombia Picu Kerusakan di Banyak Wilayah

Besarnya jumlah korban terus bertambah dalam laporan resmi karena tim penyelamat masih melakukan pemeriksaan di sejumlah wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau. Kota Pereira dan Cali menjadi dua daerah dengan jumlah korban meninggal paling tinggi dalam data yang dihimpun pemerintah.

Pereira mencatat 101 korban tewas, sedangkan Cali melaporkan 95 korban. Dampak gempa juga dirasakan di kawasan penghasil kopi Kolombia atau Coffee Axis, termasuk terhadap rumah, bangunan tempat tinggal, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan Terorisme dalam Penembakan Hanukkah Sydney

Data Badan Nasional Manajemen Risiko Bencana Kolombia (UNGRD) mencatat 53.816 warga dari 25.872 keluarga terdampak. Skala ini menunjukkan bahwa persoalan yang dihadapi pemerintah tidak hanya berkaitan dengan pencarian korban, tetapi juga kebutuhan pemulihan masyarakat dan infrastruktur.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada 53.816 rumah dan 140 gedung. Selain itu, 1.819 institusi pendidikan, 631 pusat komunitas, serta 179 fasilitas kesehatan ikut terdampak.

Gangguan juga terjadi pada infrastruktur transportasi dan layanan dasar. Sebanyak 20 jembatan tol, 203 ruas jalan, 44 instalasi pasokan air, serta lima bandara dilaporkan terdampak akibat gempa.

496 Orang Masih Dicari Tim Penyelamat

Angka 496 orang yang masih hilang membuat operasi pencarian menjadi fokus utama setelah jumlah korban meninggal mencapai 265 orang. Tim penyelamat masih menyisir lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan, sementara sejumlah gempa susulan juga tercatat setelah guncangan utama.

Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan dalam penanganan bencana. Wilayah Chocó di sekitar episentrum memiliki kawasan terpencil dengan akses komunikasi dan transportasi yang terbatas.

Baca Juga :  Trump Umumkan Kesepakatan AS-Iran, Ini 14 Poin yang Bisa Ubah Peta Timur Tengah

Sejumlah komunitas adat di sekitar wilayah terdampak dilaporkan mengalami gangguan listrik, air, dan gas. Kesulitan mendapatkan sinyal komunikasi bahkan membuat warga mencari lokasi yang lebih tinggi untuk menghubungi pihak yang dapat memberikan bantuan.

Pemerintah Tetapkan Status Darurat Nasional

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat mobilisasi sumber daya bagi penanganan bencana. Langkah tersebut menjadi salah satu ujian awal bagi pemerintahannya yang baru berjalan beberapa hari ketika gempa terjadi.

De la Espriella juga mengumumkan langkah pemulihan dan bantuan bagi wilayah yang terdampak. Pemerintah menghadapi kebutuhan besar untuk memperbaiki rumah, fasilitas kesehatan, sekolah, serta infrastruktur transportasi yang rusak akibat gempa. :contentReference[oaicite:1]{index=1}

Besarnya korban dalam gempa Kolombia ini tidak berarti menjadi bencana gempa paling mematikan sepanjang sejarah negara tersebut. Gempa Cúcuta 1875 dan gempa Armenia 1999 mencatat korban jauh lebih besar, sehingga penyebutan gempa 2026 sebagai yang terkuat abad ke-21 merujuk pada kekuatan guncangannya, bukan jumlah korban.

Hingga perkembangan terbaru, tim penyelamat masih memprioritaskan pencarian 496 orang yang dilaporkan hilang, sementara pemerintah terus melakukan pendataan kerusakan dan penanganan terhadap puluhan ribu warga yang terdampak.

Baca Juga :  Dino Patti Djalal Kritik RI Tak Kirim Delegasi ke Pemakaman Ali Khamenei di Iran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *