Dua Srikandi Diusulkan Pimpin BI, Ini Profil Destry Damayanti dan Aida S Budiman

Dua Srikandi Diusulkan Pimpin BI, Ini Profil Destry Damayanti dan Aida S Budiman
Bank Indonesia

AkalMerdeka.id – Dua ekonom perempuan, Destry Damayanti dan Aida S. Budiman, diusulkan Presiden Prabowo Subianto untuk menempati posisi strategis di Bank Indonesia (BI). Destry diajukan sebagai calon gubernur Bank Indonesia, sedangkan Aida diusulkan menjadi Deputi Gubernur Senior BI, dan keduanya akan menjalani proses uji kepatutan dan kelayakan di DPR.

Usulan tersebut disampaikan Ketua DPR Puan Maharani setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada pimpinan DPR. Selain Destry dan Aida, Prabowo mengusulkan Solikin M. Juhro dan Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur BI.

Masuknya dua nama perempuan dalam formasi tersebut bukan sekadar pergantian jabatan. Destry dan Aida sama-sama telah memiliki pengalaman panjang di lingkungan bank sentral, dengan Destry saat ini menjabat Deputi Gubernur Senior dan Aida sebagai Deputi Gubernur BI.

Destry Damayanti, Ekonom yang Kini Diusulkan Jadi Gubernur BI

Destry Damayanti lahir di Jakarta pada 1963. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science di bidang Regional Science.

Karier Destry tidak langsung berawal dari Bank Indonesia. Ia memiliki pengalaman di sektor perbankan, pemerintahan, akademik, pasar modal, hingga lembaga yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan.

Destry pernah menjadi Senior Economic Adviser bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia pada 2000-2003. Ia kemudian menjalani aktivitas sebagai peneliti dan pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia serta menjadi Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas.

Baca Juga :  Perry Warjiyo Mundur dari Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Jadi Pjs

Kariernya berlanjut sebagai Kepala Ekonom Bank Mandiri pada 2011-2015. Pada periode yang berdekatan, Destry juga dipercaya memimpin Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN sebelum kemudian menjadi Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk periode 2015-2019.

Pengalaman tersebut membuat perjalanan profesional Destry bersentuhan dengan sejumlah bidang yang berkaitan langsung dengan tugas bank sentral, mulai dari analisis ekonomi dan perbankan hingga stabilitas sistem keuangan.

Destry Damayanti
Destry Damayanti, Pjs Gubernur Bank Indonesia mengganti kan Perry Warjiyo yang mengundurkan diri

Destry Sudah Dua Periode Menjadi Deputi Gubernur Senior

Sebelum diusulkan menjadi gubernur Bank Indonesia, Destry telah menduduki posisi Deputi Gubernur Senior BI. Ia pertama kali ditetapkan untuk jabatan tersebut pada 2019 dan kembali dipercaya untuk periode 2024-2029.

Destry mengucapkan sumpah jabatan untuk periode keduanya pada 7 Agustus 2024. Dengan pengalaman tersebut, ia bukan figur baru dalam pengambilan kebijakan di bank sentral karena telah berada di jajaran pimpinan BI selama beberapa tahun.

Pengusulan Destry juga berlangsung setelah Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri pada Juli 2026. Destry kemudian menjalankan fungsi sebagai pejabat sementara gubernur BI sebelum nama calon gubernur diajukan secara resmi ke DPR. Reuters melaporkan Destry telah dipandang sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi tersebut sebelum pencalonannya diumumkan.

Baca Juga :  Paradoks CoreTax Mobile: Inklusi Digital atau Sekadar Formalitas Administratif?

Posisi gubernur BI menjadi strategis karena bank sentral bertugas menjaga stabilitas nilai rupiah, sistem pembayaran, serta turut menjaga stabilitas sistem keuangan. Karena itu, pengalaman Destry di bidang ekonomi, perbankan dan stabilitas keuangan menjadi bagian penting dari rekam jejaknya ketika DPR menilai pencalonannya.

Aida S. Budiman Disiapkan Naik Menjadi Deputi Gubernur Senior

Sementara itu, Aida S. Budiman juga merupakan ekonom yang telah lama berkarier di Bank Indonesia. Ia lahir di Bogor pada 1965 dan menyelesaikan pendidikan Sarjana Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis di Institut Pertanian Bogor pada 1987.

Aida kemudian melanjutkan pendidikan ke University of Southern California dan meraih gelar master bidang Economics pada 1996. Pendidikan akademiknya berlanjut di Claremont Graduate University hingga memperoleh gelar PhD di bidang ekonomi pada 2001. :contentReference[oaicite:9]{index=9}

Sebelum menjadi Deputi Gubernur BI, Aida pernah menduduki sejumlah posisi penting di lingkungan bank sentral. Ia menjadi Kepala Departemen Internasional pada 2014-2018 dan kemudian menjabat Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter pada 2018.

Pengalaman Aida kemudian berlanjut sebagai Asisten Gubernur yang membawahi kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan BI, serta sinergi dengan bauran kebijakan nasional pada 2020-2022. Posisi tersebut menempatkannya dekat dengan perumusan kebijakan ekonomi dan moneter bank sentral.

Baca Juga :  4 Terobosan BI dan Bank Sentral China, dari QRIS hingga Kliring Yuan
Aida S Budiman
Aida S Budiman menjadi salah satu calon Gubernur Bank Indonesia

Aida Sudah Menjadi Deputi Gubernur BI Sejak 2022

Aida resmi menjadi Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021. Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan hingga 2027.

Jika nantinya disetujui DPR, Aida akan naik dari posisi Deputi Gubernur menjadi Deputi Gubernur Senior. Dengan demikian, formasi yang diajukan Prabowo menempatkan dua pejabat yang sudah berada di jajaran Dewan Gubernur BI dalam posisi yang lebih tinggi.

Usulan tersebut juga menunjukkan kesinambungan pengalaman internal BI. Destry telah menjadi Deputi Gubernur Senior sejak 2019, sementara Aida telah menjadi Deputi Gubernur sejak 2022. Keduanya sama-sama memiliki pengalaman langsung dalam lingkungan kebijakan bank sentral.

Empat Nama Masuk Surpres Prabowo

Selain Destry dan Aida, Prabowo mengusulkan Solikin M. Juhro dan Anwar Bashori untuk posisi Deputi Gubernur BI. Puan Maharani mengatakan keempat nama tersebut akan diproses DPR sesuai mekanisme yang berlaku setelah masa sidang dibuka pada 14 Agustus 2026.

Proses fit and proper test dijadwalkan mulai berlangsung pada pekan berikutnya. Tahapan tersebut menjadi penentu sebelum DPR memberikan persetujuan terhadap nama-nama yang diajukan Presiden.

Dengan demikian, pencalonan Destry sebagai gubernur Bank Indonesia dan Aida sebagai Deputi Gubernur Senior belum menjadi keputusan final. Keduanya masih harus melewati proses di DPR sebelum dapat ditetapkan untuk menduduki posisi yang diusulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *