Saham Samsung dan SK Hynix Anjlok, Kekhawatiran AI dan China Guncang Bursa Korea

Saham Samsung dan SK Hynix Anjlok, Kekhawatiran AI dan China Guncang Bursa Korea
Pergerakan Saham

AkalMerdeka.id – Saham Samsung dan SK Hynix mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Selasa (28/7), memicu tekanan besar di pasar saham Korea Selatan. Penurunan dua raksasa semikonduktor tersebut menyeret indeks KOSPI turun 10,8% di tengah kekhawatiran investor terhadap belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI), tingginya valuasi saham chip, dan meningkatnya persaingan industri semikonduktor dari China.

Samsung Electronics, produsen chip memori terbesar di Korea Selatan, mencatat penurunan saham sebesar 13,4%. Sementara itu, SK Hynix, pemasok utama chip high-bandwidth memory (HBM) untuk sistem AI, merosot lebih dalam hingga 14,7%.

Penurunan tersebut menjadi yang terburuk bagi Samsung dalam hampir dua dekade. Karena Samsung dan SK Hynix mewakili hampir separuh kapitalisasi pasar indeks KOSPI, aksi jual besar-besaran langsung memberikan tekanan signifikan terhadap bursa Korea Selatan.

Mengapa Saham Samsung dan SK Hynix Turun?

Investor melihat beberapa faktor yang muncul secara bersamaan sehingga memicu aksi jual terhadap saham-saham semikonduktor.

  • Kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja infrastruktur AI.
  • Valuasi saham perusahaan semikonduktor yang dinilai sudah sangat tinggi.
  • Meningkatnya persaingan industri chip dari China.
Baca Juga :  Impor Mobil India Agrinas Berpotensi Gerus PDB Hingga Rp39 Triliun

Pasar juga menyoroti laporan mengenai pengembangan peralatan litografi deep-ultraviolet (DUV) buatan perusahaan-perusahaan China. Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa produsen chip memori China berpotensi meningkatkan kapasitas produksi lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya.

Meski teknologi litografi tercanggih masih didominasi perusahaan di luar China, kemajuan pada peralatan DUV dinilai dapat mempercepat kemampuan produksi untuk sejumlah jenis chip. Kondisi itu menjadi perhatian karena industri semikonduktor merupakan sektor strategis yang sangat bergantung pada keunggulan teknologi.

Tekanan AI Ikut Membebani SK Hynix

Tekanan terhadap SK Hynix juga terlihat di pasar Amerika Serikat. Saham perusahaan yang diperdagangkan di Nasdaq ditutup turun 7,5% menjadi US$143,02 pada Senin (27/7).

Level tersebut menjadi penutupan pertama di bawah harga pencatatan US$149 sejak SK Hynix melakukan debut di Nasdaq pada awal Juli.

Posisi SK Hynix sebagai pemasok chip HBM untuk Nvidia membuat kinerja sahamnya sangat sensitif terhadap ekspektasi permintaan perangkat AI. Ketika investor mulai mempertanyakan besarnya belanja infrastruktur AI di masa mendatang, saham perusahaan yang berada di rantai pasok AI ikut terkena tekanan.

Baca Juga :  Paradoks Akumulasi: Prajogo Pangestu Lepas Saham CUAN Saat Harga Anjlok

Perusahaan dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu. Hasil tersebut menjadi laporan pertama sejak SK Hynix tercatat di Nasdaq dan akan menjadi acuan baru bagi investor untuk menilai kekuatan permintaan chip HBM.

Dampaknya bagi Bursa Korea dan Industri Chip

Turunnya Samsung dan SK Hynix tidak hanya berdampak pada harga saham kedua perusahaan. Karena bobot keduanya sangat besar di KOSPI, pergerakan saham mereka ikut menentukan arah pasar secara keseluruhan.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa optimisme terhadap industri AI belum sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran investor terhadap valuasi yang tinggi. Ketika muncul sinyal perlambatan investasi atau meningkatnya kompetisi, saham-saham teknologi dapat mengalami koreksi dalam waktu singkat.

Di sisi lain, perkembangan teknologi semikonduktor di China menjadi faktor yang semakin diperhatikan pasar. Jika pengembangan peralatan DUV mampu mencapai tingkat keandalan, kinerja, dan skala produksi komersial yang memadai, persaingan di industri chip memori berpotensi menjadi lebih ketat dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk saat ini, perhatian investor tertuju pada laporan keuangan SK Hynix. Hasil tersebut akan menjadi indikator penting apakah permintaan chip HBM yang digunakan untuk sistem AI masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan industri semikonduktor di tengah meningkatnya tekanan kompetisi global.

Baca Juga :  Merger Hilir Pertamina: Rasionalisasi Struktur dan Efisiensi Rantai Pasok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *