Gunung Dukono Erupsi, Risiko Abu Vulkanik Ancam Permukiman Tobelo

Akal Merdeka – Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), memunculkan ancaman baru berupa sebaran abu vulkanik ke wilayah permukiman hingga Kota Tobelo. Letusan besar tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 10 kilometer.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebut arah abu vulkanik bergerak ke utara dengan intensitas tebal. Kondisi itu meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan aktivitas masyarakat.
“Kolom abu teramati berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah utara,” tulis PVMBG.
Pada saat bersamaan, erupsi juga menyebabkan dua pendaki warga negara asing dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah pendaki lainnya masih terjebak di kawasan gunung.
Abu Vulkanik Gunung Dukono Berpotensi Ganggu Aktivitas Warga
PVMBG mengingatkan abu vulkanik dari Gunung Dukono dapat menyebar mengikuti arah dan kecepatan angin. Artinya, area terdampak dapat berubah sewaktu-waktu.
Dalam bahasa sederhananya, warga di sekitar gunung harus bersiap menghadapi hujan abu dengan tingkat paparan yang tidak menentu.
Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas harian masyarakat, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan.
Di lapangan, abu vulkanik juga dapat memicu gangguan sistem pernapasan jika masyarakat tidak menggunakan perlindungan yang memadai.
“Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar G. Dukono untuk selalu menyediakan masker,” tulis PVMBG.
Status Waspada Gunung Dukono Masih Berlaku
Gunung Dukono saat ini masih berada pada status Level II atau Waspada. Gunung api yang berada di wilayah Kecamatan Galela dan Tobelo itu diketahui memiliki aktivitas erupsi cukup tinggi.
Secara faktual, sejak akhir Maret 2026 aktivitas vulkanik Gunung Dukono mengalami peningkatan kembali setelah sempat menurun pada Agustus 2025.
PVMBG mencatat telah terjadi ratusan kali erupsi sejak 30 Maret 2026 dengan tinggi kolom erupsi mencapai 50 hingga 400 meter.
Yang menarik, erupsi terbaru pada Jumat pagi disertai dentuman lemah hingga kuat dan terekam pada seismogram dengan durasi hampir 968 detik.
Tim Gabungan Fokus Evakuasi Pendaki
BPBD Halmahera Utara bersama Basarnas dan kepolisian saat ini masih melakukan evakuasi terhadap pendaki yang berada di kawasan Gunung Dukono.
Sebanyak lima pendaki dilaporkan mengalami luka-luka akibat erupsi. Selain itu, sekitar 20 pendaki diduga masih berada di area gunung saat letusan terjadi.
Tim gabungan diberangkatkan menuju Desa Mamuya sebelum melanjutkan pendakian ke lokasi korban.
Dalam perkembangan selanjutnya, evaluasi aktivitas Gunung Dukono akan terus dilakukan secara berkala sesuai kondisi vulkanik terkini.





