Rahayu Saraswati Kagum Lihat IKN, Soroti TKDN Tinggi dan Peran Masyarakat Lokal

AkalMerdeka.id – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo mengaku terkesan melihat perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah melakukan kunjungan kerja perdana ke kawasan tersebut. Ia menyoroti tingginya penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) serta keterlibatan masyarakat lokal dalam pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur.
Kunjungan Komisi VII DPR RI ke kawasan IKN dilakukan pada Jumat, 10 Juli 2026, untuk melihat secara langsung progres pembangunan berbagai fasilitas dan pelaksanaan program yang berjalan di kawasan tersebut.
Bagi Rahayu, kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan IKN yang menurutnya tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari penggunaan produk dalam negeri dan keterlibatan pelaku lokal dalam proses pembangunan.
IKN Dinilai Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri
Rahayu memberikan apresiasi terhadap penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam pembangunan IKN. Menurutnya, penggunaan komponen lokal menunjukkan bahwa proyek ibu kota baru memiliki dampak terhadap industri nasional.
TKDN menjadi salah satu perhatian karena pembangunan proyek besar seperti IKN memiliki potensi menciptakan permintaan terhadap produk dan jasa dari dalam negeri. Hal tersebut dapat membuka peluang bagi industri nasional untuk ikut terlibat dalam proyek strategis pemerintah.
“Tentunya ke IKN ini dalam rangka melihat progres. Kami sangat senang mendengar bahwa adanya TKDN cukup tinggi apakah itu dalam pengadaan barang maupun juga pelibatan dari masyarakat lokal dalam pembangunan IKN ini,” kata Rahayu.
Selain penggunaan barang dalam negeri, Rahayu juga menilai keterlibatan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dalam pembangunan IKN. Menurutnya, keberhasilan proyek ibu kota baru tidak hanya dilihat dari berdirinya gedung dan fasilitas, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Rahayu Minta Masyarakat Lokal Terus Dilibatkan
Dalam kunjungan tersebut, Rahayu juga menitipkan pesan kepada Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono agar pembangunan tidak hanya berfokus pada kesiapan fisik kawasan.
Ia meminta agar masyarakat lokal tetap mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam perkembangan ekonomi IKN, termasuk melalui pelibatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“UMKM tentunya harus dilibatkan terutama juga IKM jadi jangan sampai UMKM ini tidak ada ruang di IKN karena tentunya mereka adalah usaha yang cukup besar jumlahnya,” ujar Rahayu.
Menurutnya, UMKM dan IKM memiliki posisi strategis karena jumlahnya besar dan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya ruang bagi pelaku usaha lokal, pembangunan IKN diharapkan tidak hanya menghasilkan pusat pemerintahan baru, tetapi juga membangun ekosistem ekonomi baru.
Pembangunan IKN Tidak Hanya Diukur dari Infrastruktur
Rahayu menekankan pembangunan ibu kota baru harus memiliki dampak yang lebih luas dibandingkan pembangunan fisik semata. Menurutnya, keberadaan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Pendekatan tersebut menjadi perhatian karena proyek pembangunan berskala besar dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari industri, perdagangan, hingga usaha masyarakat.
Ia berharap Otorita IKN terus menjaga keterlibatan masyarakat lokal agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Rahayu Optimistis IKN Jadi Kota Masa Depan
Selain memberikan apresiasi terhadap perkembangan pembangunan, Rahayu juga menyampaikan optimisme terhadap masa depan IKN. Ia meyakini ibu kota baru tersebut dapat menjadi kota modern yang memiliki karakter berbeda dibandingkan kota lain di Indonesia.
“Sabar karena tentunya masih dalam pembangunan, nantikan karena ini sangat luar biasa dan tidak seperti kota-kota di Indonesia yang lainnya tetapi sangat mempresentasikan dan saya rasa semua akan bangga bahwa Indonesia punya IKN,” katanya.
Menurut Rahayu, pembangunan IKN masih membutuhkan waktu untuk mencapai bentuk akhir yang direncanakan. Namun, ia menilai keterlibatan industri dalam negeri dan masyarakat lokal menjadi faktor penting dalam mewujudkan ibu kota baru yang berkelanjutan.
Dalam kunjungan perdana Komisi VII DPR RI tersebut, perhatian utama juga diarahkan pada bagaimana pembangunan IKN melibatkan produk dalam negeri serta masyarakat sekitar sebagai bagian dari proses transformasi kawasan ibu kota baru.





