Dividen BRI Tembus Rp 52,1 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

AkalMerdeka.id – Dividen BRI Tahun Buku 2025 ditetapkan sebesar Rp 52,1 triliun atau Rp 346 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2026. Pembagian dividen ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah BRI dan mempertegas posisi perseroan sebagai salah satu kontributor besar bagi negara.
Keputusan itu mengacu pada laba tahun berjalan konsolidasian BRI untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 sebesar Rp 57,132 triliun. Adapun laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 56,65 triliun.
Di bawah supervisi Danantara, BRI menyatakan akan terus memperkuat peran sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Fokus perseroan tidak hanya menjaga profitabilitas, tetapi juga memperluas dampak ke UMKM, desa, dan sektor produktif.
Dividen BRI Jadi Sinyal Kinerja Solid
Dividen BRI sebesar Rp 52,1 triliun menjadi sinyal bahwa perseroan masih mampu menjaga kinerja keuangan di tengah perubahan lanskap perbankan dan ekonomi digital. Nilai tersebut juga mencerminkan kemampuan BRI menciptakan nilai bagi pemegang saham.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan transformasi perseroan akan dilanjutkan dengan bertumpu pada fundamental yang kuat. BRI juga akan memperkuat bisnis inti dan mengembangkan sumber pertumbuhan baru.
“BRI akan terus melanjutkan transformasi dengan bertumpu pada fundamental yang kuat, penguatan bisnis inti, serta pengembangan sumber pertumbuhan baru,” ujar Direktur Utama BRI Hery Gunardi.
Hery menilai keberadaan Danantara menjadi momentum penting bagi BRI untuk memperkuat sinergi dan mendukung program strategis nasional. BRI ingin memastikan pertumbuhan perusahaan juga terlihat dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan pertumbuhan Perseroan tidak hanya tercermin pada kinerja keuangan, tetapi juga pada kontribusi nyata BRI dalam pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi kerakyatan, dan penciptaan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Hery.
Kinerja Awal 2026 Tetap Tumbuh
Momentum kinerja BRI berlanjut pada Triwulan I 2026. Perseroan membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp 15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit BRI mencapai Rp 1.562 triliun atau meningkat 13,7 persen yoy. Dana Pihak Ketiga tercatat sebesar Rp 1.555 triliun atau tumbuh 9,4 persen yoy.
| Indikator | Capaian |
|---|---|
| Dividen Tahun Buku 2025 | Rp 52,1 triliun |
| Dividen per saham | Rp 346 |
| Laba bersih Triwulan I 2026 | Rp 15,5 triliun |
| Kredit Triwulan I 2026 | Rp 1.562 triliun |
| DPK Triwulan I 2026 | Rp 1.555 triliun |
Struktur pendanaan BRI juga membaik. CASA tumbuh 13,2 persen yoy menjadi Rp 1.058,6 triliun, mendorong rasio CASA naik ke 68,07 persen.
Perbaikan tersebut ikut menurunkan cost of fund menjadi 2,3 persen dari 3 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi pendanaan ini ditopang transaksi digital melalui BRImo, Qlola by BRI, Business Merchant, dan QRIS BRI.
Kontribusi BRI Tidak Berhenti di Dividen
Kontribusi BRI ke ekonomi tidak hanya terlihat dari dividen. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp 84,36 triliun atau 46,87 persen dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp 180 triliun.
Mayoritas KUR disalurkan ke sektor produktif dengan porsi 67,18 persen. Sektor pertanian menjadi penerima terbesar dengan pembiayaan Rp 35,91 triliun.
BRI juga memperkuat akses pembiayaan perumahan melalui Kredit Pemilikan Properti. Hingga 31 Mei 2026, penyaluran KPP BRI mencapai Rp 9,5 triliun kepada 68.212 debitur.
Di sisi pemberdayaan, BRI membina 5.245 Desa BRILiaN, melayani 15,6 juta pengguna LinkUMKM, serta mengembangkan lebih dari 43 ribu klaster usaha melalui program Klasterku Hidupku.
Danantara dan Arah Baru Bank BUMN
Di bawah supervisi Danantara, BRI Group juga menunjukkan kontribusi yang makin besar. Hingga akhir Triwulan I 2026, entitas anak BRI membukukan laba Rp 3,89 triliun atau setara 25,1 persen dari laba bersih konsolidasian.
Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria mengatakan kinerja positif bank-bank Himbara menjadi pilar pembiayaan sektor produktif dan kerakyatan.
“Kinerja bank Himbara yang positif jadi pilar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembiayaan yang lebih besar kepada sektor-sektor produktif dan kerakyatan,” ujar Dony.
Bagi BRI, dividen jumbo ini menjadi ukuran keberhasilan menjaga laba sekaligus ujian untuk mempertahankan kualitas pertumbuhan. Tantangan berikutnya adalah memastikan transformasi, efisiensi dana, dan ekspansi pembiayaan tetap memberi dampak nyata bagi UMKM, desa, dan sektor produktif.





