Ferri Nuzarli Bawa 1,3 Juta Anggota Keluar, Said Iqbal Klaim Partai Buruh Solid

AkalMerdeka.id – Ferri Nuzarli mengguncang Partai Buruh setelah mengumumkan ORI keluar dengan klaim membawa sekitar 1,3 juta anggota. Di tengah tekanan itu, Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan partainya tetap solid dan tidak terganggu menjelang agenda konsolidasi dan verifikasi Pemilu 2029.
Pengunduran diri Ferri diumumkan dalam konferensi pers di Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Ia bukan hanya Sekretaris Jenderal Partai Buruh, tetapi juga representasi Organisasi Rakyat Indonesia atau ORI, sayap politik KSPSI pimpinan Andi Gani Nena Wea.
Posisi ORI membuat peristiwa ini tidak bisa dibaca sebagai mundurnya satu orang pengurus. Organisasi tersebut merupakan satu dari 11 inisiator kelahiran kembali Partai Buruh melalui Kongres I pada Oktober 2021.
Ferri Nuzarli Keluar, Partai Buruh Hadapi Ujian Massa
Ferri menyatakan keputusan ORI keluar didasari perbedaan pandangan, sikap, dan arah perjuangan dengan kebijakan Partai Buruh saat ini. Ia menyebut keputusan itu sudah melalui evaluasi panjang dan masukan dari daerah.
“Kami menilai bahwa terdapat perbedaan pandangan, sikap, serta arah perjuangan yang semakin mendasar antara organisasi kami dengan kebijakan dan langkah-langkah yang ditempuh Partai Buruh saat ini,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Buruh demisioner, Ferri Nuzarli.
Ferri mengeklaim ORI memiliki sekitar 1,3 juta anggota yang tersebar di 38 provinsi. Angka ini masih merupakan klaim pihak Ferri karena belum ada verifikasi independen dan belum ada data pembanding resmi dari Partai Buruh.
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Tokoh yang mundur | Ferri Nuzarli |
| Organisasi | Organisasi Rakyat Indonesia atau ORI |
| Klaim anggota keluar | Sekitar 1,3 juta orang |
| Respons Partai Buruh | Said Iqbal menyatakan partai tetap solid |
Dampak ke Struktur Daerah dan Verifikasi Pemilu
Ujian terbesar Partai Buruh setelah keluarnya ORI ada pada struktur organisasi. Ferri menginstruksikan seluruh pengurus ORI yang duduk di struktur Partai Buruh, dari pusat hingga kecamatan, segera menyampaikan surat pengunduran diri secara administratif.
Jika instruksi itu berjalan luas, Partai Buruh harus menata ulang data keanggotaan, pengurus daerah, dan jaringan organisasi. Ini krusial karena partai sedang bersiap menghadapi verifikasi faktual menuju Pemilu 2029.
Efek domino mulai terlihat di DIY. Ketua Partai Buruh DIY Irsad Ade Irawan menyatakan mundur, lalu diikuti jajaran pengurus di tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan.
Bagi partai berbasis gerakan massa, kehilangan simpul lokal dapat berdampak lebih besar daripada sekadar perubahan posisi elite. Jaringan buruh, petani, dan pengurus daerah adalah mesin utama untuk menjaga daya hidup partai di luar masa kampanye.
Said Iqbal Klaim Partai Buruh Tetap Solid
Said Iqbal menilai pengunduran diri Ferri bukan kejadian pertama di Partai Buruh. Ia menyatakan menghormati keputusan tersebut, tetapi menegaskan agenda partai tetap berjalan.
“Tapi kita menghormati keputusan tersebut. Di Partai Buruh, ini hal yang biasa saja dan bukan yang pertama kali ada pengurus yang mengundurkan diri,” kata Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.
Said juga menyatakan Partai Buruh akan menggelar pelantikan pengurus tingkat pusat dan daerah pada Senin, 29 Juni 2026. Pernyataan itu menjadi pesan politik bahwa kubu Said ingin menunjukkan partai tidak lumpuh setelah ORI keluar.
Namun, perpecahan ini tetap membuka pertanyaan lebih besar soal arah gerakan buruh. Said Iqbal baru saja masuk lingkaran pemerintahan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh pada 8 Juni 2026.
Ferri membantah keputusan ORI keluar semata-mata dipicu posisi baru Said di pemerintahan. Meski begitu, jarak waktu yang berdekatan membuat isu independensi gerakan buruh ikut masuk dalam pembacaan publik.
Di titik ini, konflik Ferri Nuzarli dan Said Iqbal bukan hanya soal pengunduran diri. Partai Buruh sedang diuji apakah masih mampu menjaga basis massa, merapikan struktur, dan mempertahankan kepercayaan organisasi buruh menjelang Pemilu 2029.





