Brazil vs Jepang, Harapkan Permainan Magis Brazil di Laga 32 Besar

Brazil vs Jepang, Harapkan Permainan Magis Brazil di Laga 32 Besar

AkalMerdeka.id – Brazil vs Jepang akan tersaji pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Selasa (30/6/2026) pukul 00.00 WIB. Brazil datang sebagai juara Grup C dan favorit menang, tetapi Jepang membawa rekor tak terkalahkan yang membuat laga ini tidak bisa dibaca hanya dari nama besar.

Data SportRadar memberi Brazil peluang menang 57,1 %. Jepang berada di angka 17,6 %, sementara peluang imbang mencapai 25,3 %.

Brazil vs Jepang, Favorit Besar Lawan Tim Paling Rapi

Brazil lolos sebagai juara Grup C dengan 7 poin. Tim asuhan Carlo Ancelotti membuka turnamen dengan hasil 1-1 melawan Maroko, lalu menang 3-0 atas Haiti dan Skotlandia.

Dua kemenangan besar itu menunjukkan Brazil sudah menemukan ritme setelah start yang belum sepenuhnya mulus. Vinicius Junior menjadi ancaman utama dengan 4 gol di fase grup, disusul Matheus Cunha yang mencetak 3 gol dari 4 tembakan tepat sasaran.

Namun, Jepang datang dengan modal yang tidak kalah penting. Samurai Biru belum terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir, termasuk hasil imbang melawan Belanda dan Swedia serta kemenangan 4-0 atas Tunisia.

Baca Juga :  Trump Dicemooh di Final NBA 2026 Meski Cetak Sejarah di Madison Square Garden

Jepang juga mencetak 7 gol di fase grup, catatan terbaik mereka dalam satu edisi Piala Dunia. Kolektivitas menjadi kekuatan utama karena gol Jepang tersebar ke banyak pemain, bukan hanya bertumpu pada satu nama.

Prediksi Susunan Pemain Brazil vs Jepang

Brazil diprediksi tetap memakai formasi 4-3-3. Ancelotti kemungkinan mengandalkan Vinicius Junior dari sisi kiri, Matheus Cunha sebagai penyerang tengah, dan Rayan untuk mengisi ruang yang ditinggalkan Raphinha.

BrazilPrediksi Pemain
Formasi4-3-3
KiperAlisson
BelakangDanilo, Marquinhos, Gabriel Magalhães, Douglas Santos
TengahBruno Guimarães, Casemiro, Lucas Paquetá
DepanRayan, Matheus Cunha, Vinicius Junior

Jepang diperkirakan tetap memakai pola 3-4-2-1 yang menjadi identitas Hajime Moriyasu. Absennya Takefusa Kubo, Wataru Endo, dan Kaoru Mitoma membuat keseimbangan lini tengah serta kreativitas serangan Jepang akan diuji lebih keras.

JepangPrediksi Pemain
Formasi3-4-2-1
KiperZion Suzuki
BelakangTomiyasu, Taniguchi, Hiroki Itō
TengahRitsu Dōan, Kaishu Sano, Ao Tanaka, Keito Nakamura
DepanDaizen Maeda, Daichi Kamada, Ayase Ueda
Baca Juga :  Polemik Posisi Mbappé Jelang Piala Dunia 2026, Deschamps Tetap Kukuh

Jepang Punya Masalah Pemain, tetapi Tetap Berbahaya

Kondisi Jepang tidak ideal menjelang laga ini. Kubo dipastikan absen karena cedera lutut, Endo terkena suspensi, Mitoma juga tidak tersedia, sementara Ko Itakura diragukan tampil.

Meski begitu, Jepang punya sistem yang sudah terbangun lama. Mereka bisa bertahan rapat, menutup ruang antarlini, lalu menyerang cepat lewat pergerakan vertikal dari sisi sayap dan area tengah.

Moriyasu menyadari jarak reputasi antara kedua tim, tetapi Jepang tidak datang hanya untuk bertahan.

“Di dunia, Brazil berada di peringkat teratas sementara Jepang tidak setinggi itu, begitulah faktanya. Kami menargetkan juara dunia, tapi kami belum pernah berada di level itu sebelumnya. Tapi kami benar-benar percaya kami punya kesempatan,” kata Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu.

Rekor Pertemuan Masih Milik Brazil

Secara sejarah, Brazil sangat dominan atas Jepang. Dari 14 pertemuan, Brazil menang 11 kali, Jepang menang 1 kali, dan 2 laga lain berakhir imbang.

Kemenangan tunggal Jepang datang dalam laga friendly Oktober 2025 dengan skor 3-2. Hasil itu tetap memberi sinyal bahwa Jepang pernah menemukan celah, meski Brazil saat itu tidak diperkuat Gabriel Magalhães dan Marquinhos.

Baca Juga :  Real Madrid Siap Tikung Barcelona untuk Dapatkan Julian Alvarez

Laga Brazil vs Jepang juga penting karena pemenangnya akan menghadapi Belanda atau Maroko di babak 16 besar. Brazil membawa nama besar dan kualitas individu, sementara Jepang membawa disiplin, kolektivitas, serta rekor tak terkalahkan.

Jika Brazil mampu membuka ruang lebih cepat, Vinicius Junior dan Matheus Cunha bisa menjadi pembeda. Namun jika Jepang berhasil memperlambat tempo, laga ini berpotensi berjalan ketat lebih lama dari yang diperkirakan.

Anton Malenda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *