Sekdin PRKP Bangkalan Tewas di Mobil Dinas Juanda

AkalMerdeka.id – Sekdin PRKP Bangkalan berinisial RJS ditemukan meninggal dunia di dalam mobil berpelat merah di area Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (24/6/2026). Korban diketahui menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Mobil bernomor polisi M 1090 GP itu diduga merupakan kendaraan dinas yang biasa digunakan korban dalam menjalankan tugas. Keluarga kini masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Sekdin PRKP Bangkalan Ditemukan di Mobil Pelat Merah

Identitas korban terungkap setelah penemuan jenazah perempuan di dalam mobil yang terparkir di kawasan Bandara Juanda. Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, membenarkan bahwa korban adalah RJS, ASN di lingkungan Pemkab Bangkalan.

Risang menjelaskan, korban terakhir kali berangkat bekerja seperti biasa pada Kamis (18/6/2026). Sebelum pergi, korban sempat berpamitan kepada anaknya dan menyampaikan kemungkinan baru pulang pada Sabtu karena ada agenda rapat.

“Korban pamit kepada anaknya bahwa kemungkinan pulang hari Sabtu karena ada rapat. Tetapi tidak menyebutkan rapat di mana atau akan pergi ke daerah mana,” ujar kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya.

Baca Juga :  Rasionalisasi Kerja ASN Melalui WFH Guna Mitigasi Krisis Energi Global

Menurut Risang, korban selama ini tinggal bersama anaknya yang sudah dewasa di kawasan perumahan dekat kompleks Pemkab Bangkalan. Sementara suaminya tinggal di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, dan sedang dalam kondisi kurang sehat.

Keluarga Mulai Curiga Saat Korban Sulit Dihubungi

Keluarga mulai merasa ada kejanggalan pada Sabtu sore. Pada pagi hari, korban masih sempat berkomunikasi dengan anaknya, tetapi setelah itu nomor teleponnya tidak lagi aktif.

“Sabtu pagi masih ada komunikasi dengan anaknya. Tetapi sore harinya telepon seluler korban sudah tidak aktif dan tidak bisa dihubungi. Itu tidak biasa dilakukan korban,” jelas Risang.

Sebelum hilang kontak, keluarga juga sempat mengetahui status WhatsApp korban yang menyebut dirinya berada di kawasan Batu atau Malang. Namun, informasi itu tidak pernah disampaikan langsung kepada keluarga maupun suaminya.

Karena tidak mendapat kabar, keluarga sempat mencari korban melalui kerabat dan kenalan pada Minggu (21/6/2026). Mereka bahkan berencana membuat laporan orang hilang pada Selasa (24/6/2026), sebelum akhirnya menerima kabar korban ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga :  39 Daerah Terancam Tak Mampu Gaji PPPK, Pemerintah Siapkan Tambahan Dana

“Awalnya keluarga berencana membuat laporan orang hilang pada Selasa. Namun sebelum laporan dibuat, keluarga sudah menerima kabar bahwa korban ditemukan meninggal dunia,” kata Risang.

Pemkab Bangkalan dan Bandara Tunggu Hasil Polisi

Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi kejadian di Sidoarjo. Tim itu ditugaskan memverifikasi status kendaraan dinas yang ditemukan di area Bandara Juanda.

“Masih dicek, Dinas PRKP lagi kroscek ke TKP,” ungkap Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar.

Manajemen Bandara Internasional Juanda juga menyatakan mendukung proses penyelidikan yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Manajemen Bandara Juanda mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwajib,” ucap General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir.

Hingga kini, penyebab kematian Sekdin PRKP Bangkalan tersebut belum diumumkan secara resmi. Karena itu, informasi yang beredar di luar hasil penyelidikan perlu diperlakukan hati-hati agar tidak berubah menjadi spekulasi.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut ASN aktif, kendaraan dinas pemerintah daerah, dan lokasi penemuan jenazah di fasilitas publik. Jawaban resmi dari kepolisian akan menjadi kunci untuk menjelaskan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga :  Data BPS dan Imlek 2026 Jakarta dalam Lanskap Demografi

Egi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *