Viral Live TikTok Bikin Ramai, Polisi Pastikan Ambarawa Aman

Viral Live TikTok Bikin Ramai, Polisi Pastikan Ambarawa Aman
Massa mendatangi komplek perumahan terduga pelaku pembunuh bos Royal Phone Ambarawa, Jumat (7/8/2026) malam.

Semarang, AkalMerdeka.id – Live TikTok yang menyiarkan kedatangan ratusan orang ke Perumahan Green Ambarawa Residence, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Jumat (7/8/2026) malam, membuat situasi terlihat ramai. Polisi memastikan kondisi di lokasi tetap aman dan tidak terjadi kericuhan meski massa datang ke rumah salah satu terduga pelaku perampokan Royal Phone.

Sejumlah anggota Polsek Ambarawa Polres Semarang terlihat berjaga di sekitar perumahan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kedatangan massa tersebut sebelumnya terpantau melalui beberapa akun media sosial yang melakukan siaran langsung.

Live TikTok Bikin Situasi Terlihat Ramai

Kapolsek Ambarawa AKP Ririh Widiastuti mengatakan situasi di lokasi sebenarnya berjalan aman. Menurut dia, siaran langsung di TikTok turut membuat kedatangan massa menjadi perhatian dan memicu kesan bahwa terjadi kericuhan.

“Live dari TikTok itu yang bikin ramai, padahal situasi baik-baik saja,” kata Ririh.

Selain massa yang datang, sejumlah kendaraan juga sempat terlihat mondar-mandir di wilayah Banyubiru hingga Ambarawa. Namun, orang-orang di dalam kendaraan tersebut disebut tidak turun dan hanya berputar di sejumlah lokasi.

Baca Juga :  Kekerasan Seksual UPNVY: Evaluasi Relasi Kuasa dan Inkonsistensi Sanksi

“Ya, istilahnya war-wer, dari Banyubiru ke Pasar Projo, lalu balik lagi. Mereka tidak turun dari kendaraan, tapi muter terus,” ujarnya.

Polisi Minta Massa Tidak Bertindak Sendiri

Kedatangan massa berkaitan dengan perampokan Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Rumah yang didatangi merupakan tempat tinggal salah satu terduga pelaku dalam kasus tersebut.

Dalam peristiwa perampokan itu, pemilik Royal Phone, Chandra Waskito (25), ditemukan meninggal dunia di dalam mobilnya yang ditinggalkan pelaku di Desa Trisari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.

Ririh mengimbau masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses penegakan hukum kepada kepolisian. Imbauan tersebut disampaikan agar kasus yang sedang ditangani tidak berkembang menjadi tindakan massa.

“Kami imbau agar semua tetap tenang dan mempercayakan penegakan hukum kepada kepolisian,” ungkap Ririh.

Dia juga meminta massa membubarkan diri secara tertib. Polisi memastikan tidak terjadi kericuhan selama pengamanan berlangsung.

“Kami juga minta agar massa membubarkan diri dengan tertib. Situasi aman, tidak ada kericuhan, semua berjalan baik,” kata Ririh.

Baca Juga :  Terungkap! Pembunuh Bilqis di Sragen Ternyata Residivis, Polisi Sebut Korban Ketiga

Warga Perumahan Ikut Berjaga

Di tengah kedatangan massa, warga yang tinggal di lingkungan perumahan juga ikut berjaga. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan, sementara polisi tetap melakukan pengamanan di lokasi.

Menurut Ririh, situasi di perumahan tetap aman meski perhatian publik meningkat setelah sejumlah video mengenai kedatangan massa disiarkan melalui media sosial.

Untuk mencegah gangguan keamanan, Polsek Ambarawa kemudian meningkatkan patroli di wilayah tersebut. Patroli dilakukan pada siang maupun malam hari.

“Polsek Ambarawa mengintensifkan patroli, baik malam maupun siang hari. Selain itu, kami meminta warga di lingkungan perumahan untuk kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan melalui pos ronda,” kata Ririh.

Perampokan Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, terjadi pada Kamis (6/8/2026). Sehari setelah kejadian tersebut, polisi melakukan pengamanan di sekitar lokasi rumah terduga pelaku setelah ratusan orang datang pada Jumat malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *