Gunung Ibu Erupsi dan Dinamika Seismik 12-28 Milimeter

Gunung Ibu Erupsi dan Dinamika Seismik 12-28 Milimeter

akalmerdeka.id – Gunung Ibu erupsi pada 15 Februari 2026 dengan parameter seismik dominan pada amplitudo 12-28 milimeter. Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia menunjukkan rentang tersebut tercatat dalam 113 kali gempa letusan selama periode 00.00-23.59 WIT. Seismik Gunung Ibu menjadi dasar utama evaluasi aktivitas vulkanik terkini.

Erupsi pada Minggu (15/2/2026) pukul 14.03 WIT menghasilkan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak atau 1.825 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur.

Rekaman seismograf memperlihatkan amplitudo maksimum 28 milimeter dengan durasi 65 detik. Angka ini berada dalam batas rentang gempa letusan harian.

Rentang Amplitudo 12-28 Milimeter

Dalam satu hari pengamatan, tercatat 113 kali gempa letusan dengan amplitudo 12-28 milimeter. Lama gempa berada pada 37-87 detik.

Selain itu, 3 kali gempa hembusan terdeteksi dengan amplitudo 2-6 milimeter. Durasi gempa hembusan tercatat 39-47 detik.

Tak hanya itu, 22 kali gempa harmonik juga tercatat. Amplitudo harmonik berada pada 3-28 milimeter dengan lama gempa 47-170 detik.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Bahas Ndalem Pojok sebagai Laboratorium Karakter

Secara faktual, variasi amplitudo menunjukkan dinamika tekanan di dalam sistem magma. Sementara perbedaan durasi mencerminkan proses pelepasan energi yang tidak seragam.

Durasi 37-170 Detik dan Karakter Getaran

Gempa letusan berdurasi 37-87 detik menjadi karakter dominan pada 15 Februari 2026. Di sisi lain, gempa harmonik mencapai durasi maksimal 170 detik.

Durasi lebih panjang pada harmonik biasanya berkaitan dengan pergerakan fluida vulkanik di kedalaman. Namun pencatatannya tetap berdasarkan instrumen, bukan perkiraan visual.

PVMBG menetapkan status Gunung Ibu pada Level II (Waspada). Rekomendasi resmi melarang aktivitas dalam radius 2 kilometer serta perluasan sektoral 3,5 kilometer ke arah utara kawah aktif.

Dalam sepekan terakhir, Gunung Ibu telah erupsi 38 kali. Sejak Januari 2026, jumlah erupsi mencapai 158 kali.

Seismik Gunung Ibu pada 15/2/2026 memperlihatkan konsistensi aktivitas berbasis angka. Parameter amplitudo dan durasi menjadi instrumen pengukur yang objektif dalam menentukan tingkat kewaspadaan.

Egi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *