Uji Etika Publik: Amien Rais Soroti Standar Moralitas Istana

Uji Etika Publik: Amien Rais Soroti Standar Moralitas Istana

akalmerdeka.id — Tokoh intelektual dan penggerak reformasi Amien Rais membedah urgensi integritas moral dalam struktur kekuasaan dengan menuntut pemberhentian Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya pada 30 April 2026.

Melalui diskursus bertajuk “Jauhkan Istana dari Skandal Moral”, Amien menegaskan bahwa stabilitas pemerintahan Prabowo Subianto sangat bergantung pada kekuatan fondasi etis para aktor di lingkaran utamanya.

Ia berargumen bahwa personifikasi kekuasaan yang terlalu melekat pada asisten pribadi dapat mendistorsi fungsi koordinasi kabinet dan menciptakan preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan yang sehat.

“Sesungguhnya saya ikut malu membicarakan kedua orang ini. Saya khawatir pemerintahan Prabowo bubar di tengah jalan,” ungkap Amien Rais dalam kanal digital resminya, Kamis (30/4/2026).

Kritik ini mencuat pasca viralnya dokumentasi aktivitas personal Seskab di sela agenda diplomatik di Paris, yang memicu pertanyaan mengenai batas antara ruang privat dan fasilitas negara.

Persoalan ini menjadi krusial dalam perspektif etika publik karena menyangkut representasi martabat negara di kancah internasional dan transparansi perilaku pejabat di luar tugas kedinasan.

Baca Juga :  Sinyal Undervalued: BCA Eksekusi Buyback Saham Senilai Rp5 Triliun

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, merespons tajam dengan menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan upaya delusi yang bertujuan mendegradasi wibawa pemimpin negara.

“Komdigi menegaskan bahwa isi video tersebut adalah hoaks, fitnah, serta mengandung ujaran kebencian. Narasi ini bagian upaya provokasi,” jelas Meutya Hafid, Jumat (1/5/2026).

Amien Rais mengingatkan kembali prinsip dasar bahwa tidak ada hukum yang dapat berdiri kokoh tanpa sokongan moralitas yang jelas dari para penyelenggara negara.

Kekosongan suara dari para tokoh agama dan akademisi dalam menyikapi dinamika internal istana ini turut menjadi catatan kritis dalam refleksi kebangsaan yang ia sampaikan.

Di sisi lain, Aliansi Barisan Prabowo menilai pernyataan Amien telah melampaui batas kritik konstruktif dan masuk ke dalam ranah pembunuhan karakter yang tidak berbasis data.

“Ucapan Amien Rais bukan lagi kritik, melainkan tuduhan keji tanpa dasar yang dipaksakan menjadi seolah-olah kebenaran,” tegas Ketua DPP ABP, Supriyanto, Sabtu (1/5/2026). ***

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *