Roblox Belum Patuhi PP Tunas, Kominfo Lanjutkan Negosiasi

Roblox Belum Patuhi PP Tunas, Kominfo Lanjutkan Negosiasi

Akal Merdeka – Roblox belum patuhi PP Tunas secara penuh meski telah melakukan sejumlah penyesuaian fitur, sehingga Kementerian Komunikasi dan Digital masih melanjutkan komunikasi untuk memastikan perlindungan anak di ruang digital.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan bahwa diskusi dengan platform gim tersebut masih berlangsung. Pemerintah berharap ada kepastian komitmen dalam waktu dekat.

Roblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga bisa melihat kepatuhan yang sama,” ujarnya.

Dalam konteks ini, pemerintah menempatkan PP Tunas sebagai instrumen utama untuk membatasi akses digital bagi pengguna di bawah usia 16 tahun.

Di sisi lain, sejumlah platform besar telah menyatakan kepatuhan penuh terhadap aturan tersebut. Hal ini menciptakan standar yang sama bagi seluruh penyedia layanan digital.

Posisi Roblox dalam Implementasi PP Tunas

Yang jadi sorotan, dari delapan platform yang masuk dalam tahap awal implementasi, hanya Roblox yang belum menyatakan kepatuhan penuh.

Platform lain, termasuk YouTube, telah menyesuaikan kebijakan mereka. YouTube bahkan menegaskan akan menonaktifkan akun pengguna di bawah 16 tahun di Indonesia.

Baca Juga :  Rasionalisasi Spesifikasi Pikap Kopdes, 4x4 atau 4x2?

Dalam praktiknya, kebijakan ini menunjukkan arah pengetatan akses digital bagi anak. Pemerintah menilai langkah tersebut sebagai bagian dari perlindungan pengguna muda.

Sementara itu, Roblox telah memperkenalkan fitur baru seperti Roblox Kids dan Roblox Select. Fitur ini ditujukan untuk membatasi akses berdasarkan kelompok usia.

Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid

Evaluasi Fitur dan Kekhawatiran Keamanan

Meski begitu, pemerintah menilai penyesuaian tersebut belum cukup. Salah satu titik krusial adalah masih adanya kemungkinan interaksi dengan pengguna tidak dikenal.

Yang kerap luput diperhatikan, aspek komunikasi ini menjadi perhatian utama orang tua. Risiko interaksi tanpa pengawasan dinilai berpotensi menimbulkan masalah keamanan.

Meskipun sudah melakukan penyesuaian, kami belum dapat menerima bahwa Roblox telah mematuhi aturan,” kata Meutya.

Dalam konteks ini, pemerintah menuntut pembatasan yang lebih ketat, khususnya pada fitur komunikasi.

Di sisi lain, evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh fitur sejalan dengan regulasi yang berlaku.

Arah Kebijakan dan Target Kepatuhan

Bersamaan dengan itu, pemerintah terus mendorong Roblox untuk menyesuaikan sistemnya. Komunikasi intens dilakukan guna mencapai kesepakatan.

Baca Juga :  Rasionalitas Regulasi Digital: Menakar Implementasi PP TUNAS Bagi Perlindungan Anak

Dalam perkembangan selanjutnya, Kemkomdigi berharap Roblox dapat mengikuti jejak platform lain yang telah lebih dulu patuh.

Hal ini menjadi bagian dari upaya menciptakan ekosistem digital yang aman bagi anak. Regulasi tidak hanya menargetkan pembatasan usia, tetapi juga pengawasan interaksi.

Dengan proses yang masih berjalan, posisi Roblox tetap berada dalam tahap evaluasi hingga adanya pernyataan resmi terkait kepatuhan penuh terhadap PP Tunas.

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *