Polemik Mobil Fortuner dan Alat Pelacak, Ini Klarifikasi Tiyo Ardianto

Polemik Mobil Fortuner dan Alat Pelacak, Ini Klarifikasi Tiyo Ardianto

AkalMerdeka.id – Temuan alat pelacak pada kendaraan yang digunakan Ketua BEM UGM 2025, Tiyo Ardianto, memicu perhatian luas di media sosial. Namun, di tengah perbincangan soal dugaan teror terhadap aktivis mahasiswa tersebut, muncul polemik lain terkait mobil Toyota Fortuner yang terlihat dalam dokumentasi penemuan alat pelacak.

Sejumlah warganet mempertanyakan status kendaraan tersebut karena Tiyo sebelumnya pernah menceritakan kesulitan ekonomi saat menempuh pendidikan. Tiyo kemudian memberikan klarifikasi bahwa mobil yang digunakan bukan miliknya, melainkan kendaraan milik saudaranya yang dipinjam untuk alasan keamanan.

Temuan Alat Pelacak Bermula dari Notifikasi Ponsel

Kejadian ini bermula ketika Tiyo menerima notifikasi mencurigakan di telepon genggamnya. Pesan tersebut mengindikasikan adanya perangkat pelacak yang bergerak bersamaan dengan lokasi dirinya.

Notifikasi itu menyebut adanya perangkat bernama PBX Finder yang dapat digunakan untuk melacak lokasi pemilik perangkat yang terdeteksi.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, Tiyo bersama rekannya memeriksa kendaraan yang sedang digunakan. Hasilnya, mereka menemukan sebuah alat pelacak yang terpasang di bagian bawah mobil.

“Teman-teman sekalian, bisa dilihat, ini adalah alat pelacak yang namanya PBX Finder. Saya tahu ini karena muncul di notifikasi ponsel saya. Kemudian tadi kita cari dan kita temukan alat pelacak ini ada di bawah kendaraan. Dipasang entah oleh siapa, tapi yang jelas ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikkam,” kata Tiyo dalam video yang diunggah ke media sosial.

Baca Juga :  Demo Mahasiswa UI di Bundaran HI Soroti Rupiah dan Kenaikan BBM

Alat Pelacak Kedua Ditemukan

Kasus ini tidak berhenti pada satu temuan. Setelah alat pertama diamankan, Tiyo mengaku kembali menerima notifikasi serupa saat melakukan perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang.

Pemeriksaan kembali dilakukan dan ditemukan alat lain berbentuk lingkaran pipih yang menempel di bagian roda belakang kendaraan.

Melalui unggahan di Instagram, Tiyo menyebut temuan kedua itu terjadi saat dirinya hendak berangkat ke Makassar.

“Ternyata masih ada alat berbentuk lingkaran pipih menempel di ban bagian kanan-belakang. Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar,” tulisnya.

Polemik Mobil Fortuner yang Digunakan

Di tengah ramainya pembahasan mengenai alat pelacak, perhatian sebagian warganet justru bergeser ke kendaraan yang digunakan Tiyo saat kejadian berlangsung.

Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sebuah Toyota Fortuner berwarna hitam. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan kepemilikan kendaraan tersebut dan mengaitkannya dengan pernyataan Tiyo di masa lalu mengenai kondisi ekonominya saat kuliah.

Perdebatan kemudian berkembang ke berbagai arah, mulai dari dugaan kendaraan pribadi hingga asumsi bahwa mobil tersebut merupakan kendaraan sewaan yang lazim dipasangi alat pelacak untuk kebutuhan keamanan.

Baca Juga :  Intimidasi Aktivis Bencana Sumatera, Kompolnas Nilai Ancaman Demokrasi

Klarifikasi Tiyo Soal Status Kendaraan

Menjawab spekulasi yang berkembang, Tiyo memberikan penjelasan mengenai kendaraan yang digunakan saat menemukan alat pelacak tersebut.

Ia menegaskan bahwa mobil Toyota Fortuner yang terlihat dalam dokumentasi bukan miliknya.

“Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman,” kata Tiyo.

Klarifikasi tersebut menjadi salah satu fakta yang telah dikonfirmasi langsung oleh Tiyo di tengah berbagai asumsi yang beredar di media sosial.

Respons Pemerintah

Kasus ini juga mendapat tanggapan dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak terlibat dalam dugaan teror yang dialami Tiyo.

Menurut Pigai, hingga saat ini belum ada informasi yang dapat menunjukkan siapa pihak yang memasang alat pelacak tersebut.

“Oleh karena itulah saya pastikan bahwa teror tidak mungkin dari pemerintah,” kata Pigai.

Ia juga menambahkan bahwa identitas pelaku maupun motif pemasangan alat pelacak masih belum diketahui.

Fakta dan Hal yang Masih Menjadi Tanda Tanya

Sejauh ini, ada beberapa hal yang sudah terkonfirmasi dalam kasus ini. Pertama, Tiyo memang menerima notifikasi pelacak di ponselnya. Kedua, alat pelacak ditemukan pada kendaraan yang digunakannya. Ketiga, Tiyo mengaku menemukan lebih dari satu perangkat. Keempat, mobil Fortuner yang terlihat dalam dokumentasi disebut merupakan kendaraan milik saudaranya.

Baca Juga :  Aktivis Komarullah Ditangkap Kembali: Antara Yurisprudensi dan Asas Ne Bis In Idem

Di sisi lain, sejumlah pertanyaan penting masih belum terjawab. Belum diketahui siapa yang memasang alat pelacak tersebut, apa motifnya, serta apakah kedua perangkat yang ditemukan saling berkaitan atau tidak.

Karena itu, hingga ada hasil investigasi atau penjelasan resmi lebih lanjut, berbagai dugaan yang berkembang mengenai pelaku maupun motif pemasangan alat pelacak masih berada pada ranah spekulasi.

Bilal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *