Meloni Bantah Klaim Trump, Italia Batalkan Kunjungan ke AS

Meloni Bantah Klaim Trump, Italia Batalkan Kunjungan ke AS

AkalMerdeka.id – Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni membantah keras klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut dirinya minta-minta untuk berfoto saat KTT G7 di Prancis. Pernyataan Trump memicu kemarahan pemerintah Italia hingga Menlu Antonio Tajani membatalkan kunjungan resmi ke Washington.

Ketegangan ini menandai retaknya hubungan dua tokoh yang sebelumnya dikenal dekat secara politik. Meloni menilai pernyataan Trump sepenuhnya dibuat-buat dan merendahkan Italia sebagai sekutu Amerika Serikat.

Meloni Bantah Klaim Trump soal Foto di KTT G7

Polemik bermula saat Trump diwawancarai televisi Italia, La7. Dalam wawancara itu, Trump tiba-tiba menyinggung Meloni dan mengklaim PM Italia tersebut sangat ingin berfoto dengannya.

Trump menggambarkan seolah-olah dirinya hanya melayani permintaan Meloni. Komentar itu langsung memicu reaksi keras dari Roma karena dianggap menghina kepala pemerintahan Italia.

Meloni kemudian merespons melalui video yang diunggah di media sosial. Ia menyebut klaim Trump tidak benar dan mengaku terkejut dengan sikap Presiden AS tersebut.

“Pernyataan Donald Trump sepenuhnya dibuat-buat. Saya benar-benar terkejut,” kata Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni.

Baca Juga :  Rasionalisasi Tuntutan THR Ojol Berbasis UMP DKI Jakarta 2026

Meloni juga menyinggung sikap Trump terhadap sekutu Barat. Ia menilai Trump justru tidak menunjukkan ketegasan serupa terhadap pihak-pihak yang dianggap sebagai lawan Barat dan Amerika.

“Tapi satu hal yang harus dia ingat: Saya dan Italia tidak pernah meminta-minta,” tegas Meloni.

Poin UtamaKeterangan
Tokoh terlibatDonald Trump dan Giorgia Meloni
Peristiwa pemicuKlaim Trump soal permintaan foto di KTT G7
Respons MeloniMembantah dan menyebut klaim itu dibuat-buat
Respons ItaliaMenlu Antonio Tajani membatalkan kunjungan ke AS
DampakHubungan Italia-AS kembali memanas

Menlu Italia Batalkan Kunjungan ke Washington

Kemarahan Meloni mendapat dukungan dari jajaran pemerintah Italia. Menteri Luar Negeri Antonio Tajani langsung membatalkan kunjungan resminya ke Amerika Serikat.

Tajani semula dijadwalkan berada di AS pada 21 dan 22 Juni. Namun, ia menyatakan perjalanan itu batal setelah komentar Trump dinilai ofensif terhadap Meloni dan rakyat Italia.

“Kata-kata serius dan ofensif Presiden Trump terhadap Perdana Menteri Giorgia Meloni telah menghina seluruh rakyat Italia,” ujar Menlu Italia, Antonio Tajani.

Baca Juga :  Konflik Pakistan-Afghanistan: Analisis Perang Terbuka di Garis Durand

Menurut Tajani, pembatalan kunjungan itu menjadi sikap resmi atas pernyataan Trump. Langkah tersebut memperlihatkan bahwa Roma tidak menganggap komentar itu sebagai sekadar candaan politik.

Pembatalan kunjungan juga memberi sinyal diplomatik yang kuat. Italia memilih menahan agenda resmi di Washington ketika kepala pemerintahannya merasa direndahkan oleh pemimpin AS.

Hubungan Trump dan Meloni Makin Retak

Trump dan Meloni sebelumnya kerap digambarkan sebagai sekutu ideologis. Meloni bahkan menjadi satu-satunya pemimpin Eropa yang menghadiri pelantikan Trump pada 2025.

Namun hubungan itu mulai merenggang dalam beberapa bulan terakhir. Perbedaan sikap soal konflik Iran dan komentar Trump terhadap Paus Leo ikut memperlebar jarak antara keduanya.

Dalam momen G7 di Prancis, Trump dan Meloni sempat terlihat berbincang di sebuah sofa kecil. Adegan itu semula dibaca sebagai sinyal hubungan keduanya membaik.

Namun komentar Trump setelahnya mengubah kesan tersebut. Ia menggambarkan percakapan itu bukan sebagai dialog setara antarpemimpin, melainkan seolah-olah respons atas permintaan pribadi Meloni.

Bagi pemerintah Italia, cara Trump menggambarkan peristiwa itu dianggap melecehkan. Meloni pun memilih membantah langsung agar narasi tersebut tidak berkembang lebih jauh.

Baca Juga :  Netanyahu Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan Iran

Italia Nilai Trump Merusak Hubungan AS-Eropa

Kritik juga datang dari Giovanbattista Fazzolari, pejabat dekat Meloni di Kantor Perdana Menteri Italia. Ia menilai Trump sedang merusak hubungan historis antara Amerika Serikat dan Eropa.

“Tidak jelas apakah karena kesengajaan atau ketidakmampuan, Trump sedang merusak hubungan bersejarah antara Amerika Serikat dan Eropa,” kata Fazzolari.

Fazzolari menyebut pernyataan Trump membuat Amerika Serikat semakin tidak disukai di Eropa. Menurutnya, dampak itu tidak hanya merugikan Eropa, tetapi juga Amerika Serikat sendiri.

“Hal itu tidak hanya merugikan Eropa, tetapi terutama merugikan Amerika Serikat sendiri,” tambahnya.

Pernyataan Fazzolari menunjukkan bahwa kemarahan Roma tidak berhenti pada persoalan pribadi Meloni. Pemerintah Italia melihat komentar Trump sebagai bagian dari masalah lebih besar dalam hubungan transatlantik.

Dengan pembatalan kunjungan Tajani, ketegangan Italia-AS kini masuk fase diplomatik terbuka. Roma menuntut penghormatan terhadap Meloni dan posisi Italia sebagai sekutu, sementara hubungan personal Meloni dan Trump tampak semakin sulit dipulihkan.

Heri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *