Bukan Gempa, Ini Pemicu Banjir Nepal yang Menewaskan 165 Orang

AkalMerdeka.id – Banjir Nepal di perbatasan Nepal-Tibet yang menewaskan sedikitnya 165 orang diduga berkaitan dengan longsoran besar yang membawa es dan batu ke lembah pegunungan. Peristiwa pada Kamis (27/8/2026) sempat diduga dipicu gempa bumi, tetapi US Geological Survey (USGS) kemudian mengklarifikasi bahwa getaran yang tercatat justru berasal dari longsor dahsyat tersebut.
Kejadian itu berlangsung di sepanjang perbatasan Nepal-China ketika longsoran es dan batu meluncur menuju Sungai Lhende Khola. Aliran sungai tersebut merupakan anak Sungai Bhote Koshi yang mengalir dari China ke Nepal melalui kawasan dengan ngarai yang dalam.
Getaran Sempat Dikira Gempa M4,4
Awalnya, USGS melaporkan gempa berkekuatan magnitudo 4,4 di sepanjang perbatasan Nepal-China pada pukul 08.37 waktu setempat. Waktu kemunculan getaran itu berdekatan dengan peristiwa longsoran yang menerjang lereng gunung.
Informasi tersebut sempat memunculkan dugaan bahwa gempa menjadi pemicu longsor. Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal juga sebelumnya menyebut gempa dilaporkan terjadi sesaat sebelum tanah longsor.
Namun, USGS kemudian mengklarifikasi bahwa getaran yang tercatat bukan berasal dari gempa bumi. Getaran tersebut diduga merupakan dampak dari longsoran yang sangat besar.
Kekuatan getaran itu diperkirakan setara dengan gempa magnitudo 5,2. Artinya, sumber getaran yang awalnya dianggap sebagai gempa justru berkaitan dengan pergerakan material dalam jumlah besar dari lereng pegunungan.
Longsoran Gletser Diduga Menjadi Pemicu Awal
Tim ilmuwan internasional saat ini meyakini bongkahan besar gletser kemungkinan terlepas dari gunung dan jatuh ke lembah di bawahnya. Meski demikian, penyebab pastinya belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.
Perbedaan ini penting dalam memahami banjir Nepal. Bukan gempa yang telah terbukti menyebabkan longsoran gletser, melainkan longsoran tersebut yang menghasilkan getaran menyerupai gempa.
Ketika material es dan batu bergerak deras ke lembah, keberadaannya dapat mengubah kondisi aliran sungai di kawasan pegunungan. Namun, mekanisme pasti yang menyebabkan banjir besar dalam peristiwa ini masih diteliti oleh para ilmuwan.
Ilmuwan Telusuri Penyebab Banjir
Selain longsoran, peneliti masih menguji sejumlah kemungkinan yang berkaitan dengan derasnya aliran air. Salah satunya adalah kemungkinan adanya danau glasial yang tiba-tiba mengosongkan airnya.
Danau glasial terbentuk ketika air hasil pencairan gletser terkumpul di kawasan pegunungan. Jika terjadi perubahan mendadak pada kondisi danau atau material yang membendungnya, air dalam jumlah besar dapat mengalir menuju wilayah yang lebih rendah.
Para ilmuwan juga meneliti kemungkinan penyumbatan sungai akibat material longsor. Penyumbatan dapat mengubah aliran air dan menjadi bagian penting yang perlu diperiksa untuk memahami bagaimana banjir berkembang.
Citra satelit digunakan untuk mencari lokasi pasti longsoran, sementara data curah hujan terkini juga dianalisis. Rangkaian pemeriksaan tersebut diperlukan karena penyebab bencana tidak dapat ditentukan hanya dari satu jenis data.
Pemanasan Global Jadi Konteks Kerentanan Nepal
Nepal merupakan salah satu wilayah yang rentan terhadap bencana di kawasan pegunungan. Pemanasan global menjadi salah satu konteks yang diperhatikan karena pencairan es dapat mengubah kondisi gletser dan lereng gunung.
Ketika hamparan es mencair, kondisi lereng berbatu di sekitarnya dapat menjadi lebih tidak stabil. Pada saat yang sama, terbentuknya danau-danau di kawasan tinggi membuat perubahan volume air menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
Perubahan iklim juga dapat meningkatkan risiko curah hujan ekstrem. Namun, faktor tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab langsung bencana kali ini karena penelitian terhadap rangkaian kejadian masih berlangsung.
Korban Tewas Mencapai 165 Orang
Dampak bencana tersebut telah menimbulkan korban dalam jumlah besar. Hingga kini, otoritas Nepal menemukan 165 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya masih dilaporkan hilang.
Tim pencarian masih bekerja untuk menemukan korban yang belum diketahui keberadaannya. Besarnya jumlah orang yang hilang membuat proses pencarian menjadi bagian penting dari penanganan bencana yang masih berlangsung.
Perdana Menteri Nepal Balendra Shah menyampaikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Ia mengatakan pemerintah akan terus hadir untuk membantu warga menghadapi situasi tersebut.
“Rasa sakit dan kehilangan yang Anda alami tidaklah kecil,” kata Balendra Shah dalam pernyataan di media sosial.
“Namun saya ingin meyakinkan bahwa Anda tidak sendirian di masa sulit ini, negara hadir bersamamu dengan segala daya dan sumber daya yang ada,” imbuhnya.





