BGN Temukan 414 Dapur MBG Tak Beroperasi, Ratusan Miliar Rupiah Diselamatkan ke Kas Negara

BGN Temukan 414 Dapur MBG Tak Beroperasi, Ratusan Miliar Rupiah Diselamatkan ke Kas Negara
Kepala Bakom M Qodari saat konfrensi pers 06/05/2026

AkalMerdeka.id – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan sebanyak 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menerima pencairan anggaran negara meski belum beroperasi. Temuan tersebut membuat pemerintah berhasil menyelamatkan ratusan miliar rupiah yang kemudian dikembalikan ke kas negara sebagai bagian dari pembenahan tata kelola program.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan temuan itu merupakan hasil evaluasi yang dilakukan BGN di bawah kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang. Langkah tersebut menjadi bagian dari reformasi untuk memperkuat akuntabilitas pelaksanaan program MBG.

414 Dapur MBG Jadi Temuan Penting Reformasi BGN

Qodari menjelaskan BGN menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda.

“Sehingga ratusan miliar berhasil dikembalikan ke kas negara,” kata Qodari dalam keterangannya, Selasa (29/7/2026).

Menurutnya, temuan tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar penggunaan anggaran negara tetap tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Baca Juga :  KPK Bidik Tersangka Kuota Haji sebelum Tutup Tahun

“BGN juga menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda,” ujar Qodari.

Reformasi Tata Kelola Dilakukan di Ribuan Dapur MBG

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan reformasi BGN yang mencakup 11 langkah pembenahan tata kelola program MBG.

Beberapa langkah yang dijalankan meliputi:

  • Evaluasi terhadap hampir 28.000 SPPG di seluruh Indonesia.
  • Klasifikasi sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan.
  • Penataan pembangunan dapur dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
  • Pembentukan 11 tim reformasi untuk memperkuat tata kelola program.

Selain itu, reformasi juga diarahkan agar program lebih tepat sasaran kepada kelompok yang membutuhkan serta memperkuat organisasi melalui pelibatan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.

“Di bawah kepemimpinan beliau (Nanik S Deyang), BGN berhasil mempercepat pembenahan tata kelola program MBG melalui 11 langkah reformasi,” kata Qodari.

Pembenahan Dilanjutkan Kepala BGN yang Baru

Qodari mengatakan estafet reformasi kini diteruskan oleh Sudaryono setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat kepadanya sebagai Kepala BGN yang baru.

Baca Juga :  Video Dody Hanggodo Viral, Gesturnya Dibandingkan Pak Bas

Menurutnya, pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari upaya pemerintah menyempurnakan pelaksanaan program MBG agar lebih adaptif dalam merespons berbagai persoalan di lapangan.

“Saya juga ingin menegaskan satu hal. Pergantian pimpinan di BGN sama sekali tidak menggeser apalagi menyurutkan komitmen utama pemerintah. Program MBG tetap dan akan terus menjadi investasi terbaik kita untuk menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” ujar Qodari.

Akuntabilitas Jadi Kunci Keberlanjutan Program MBG

Temuan ratusan dapur yang belum beroperasi tetapi telah menerima anggaran menunjukkan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program berskala nasional. Evaluasi terhadap kesiapan SPPG, penataan sistem pencairan dana, dan verifikasi operasional menjadi langkah yang dinilai penting untuk menjaga efektivitas penggunaan anggaran negara.

Dengan reformasi tata kelola yang sedang berjalan, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menjangkau lebih banyak penerima manfaat, tetapi juga dijalankan dengan mekanisme yang lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga setiap dana yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *