Kronologi Kematian Sutrimo di Klinik Mordent, Dari Ditemukan Tergeletak hingga Polisi Turun Tangan

Kronologi Kematian Sutrimo di Klinik Mordent, Dari Ditemukan Tergeletak hingga Polisi Turun Tangan
Kronologi Kematian Sutrimo Penjaga Rumah Febrie Eks Jampidsus diungkap Polda Metro Jaya. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban. - Instagram | @gianluigich-

AkalMerdeka.idMisteri kematian pria bernama Sutrimo yang ditemukan di depan Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, masih dalam penyelidikan kepolisian. Hingga kini, aparat belum menyimpulkan penyebab kematian korban dan masih mengumpulkan berbagai bukti, mulai dari rekaman CCTV, keterangan saksi, rekam medis, hingga hasil pemeriksaan laboratorium forensik.

Kasus ini menjadi perhatian setelah beredar informasi di media sosial yang menyebut korban ditemukan dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan busa. Namun, polisi menegaskan seluruh informasi tersebut masih dalam tahap pendalaman dan belum dapat dijadikan kesimpulan.

Kronologi Penemuan Sutrimo

Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent pada Kamis (23/7/2026). Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.

Setibanya di rumah sakit, pihak medis menyatakan Sutrimo telah meninggal dunia. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih belum diketahui.

Di media sosial beredar informasi bahwa korban ditemukan dengan busa keluar dari hidung dan mulut. Polisi masih memverifikasi informasi tersebut melalui pemeriksaan medis dan alat bukti lainnya.

Saksi Melihat Korban Telentang di Depan Klinik

Seorang saksi bernama Deni (45), yang bekerja sebagai tukang parkir di sekitar lokasi, mengaku melihat korban dalam posisi telentang di depan Klinik Mordent.

Baca Juga :  UGM: Deforestasi Jadi Faktor Konstruksi Utama Banjir Bandang Sumatera

“Ada, telentang, saya lihat telentang. Berbusa dari hidung aja apa dari mulut kali, ya, nggak tahu, soalnya (lihat) dari jauh,” ujar Deni.

Menurutnya, beberapa orang kemudian mendekati tubuh korban sebelum akhirnya korban dibawa menggunakan ambulans.

Deni juga mengatakan dirinya tidak mengenal korban maupun orang-orang yang berkumpul di lokasi. Ia menyebut Klinik Mordent telah tutup lebih dari satu tahun.

“Setahun lebih lah, yang udah seingat tahu ini tutup,” katanya.

Polisi Olah TKP dan Periksa CCTV

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Klinik Mordent.

Penyidik menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan berbagai petunjuk yang dapat menjelaskan rangkaian peristiwa sebelum korban ditemukan.

“Kita fokus di TKP dulu. Karena di TKP kita cari petunjuk, saksi-saksi, dan bukti-bukti. Terutama CCTV di sekitaran TKP,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah.

Namun, penyelidikan menghadapi kendala karena lokasi kejadian telah dilalui banyak orang sebelum dilakukan olah TKP secara menyeluruh, sehingga kondisi awal tempat kejadian tidak lagi utuh.

Baca Juga :  Febrie Adriansyah Bantah Terkait Kafe de'Clan, Akui Rumah Sentul Miliknya

Puslabfor Turun Tangan Periksa Barang Bukti

Pada Senin (27/7/2026), personel Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri kembali mendatangi Klinik Mordent untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.

Petugas membawa berbagai peralatan laboratorium, termasuk kamera dokumentasi, sebelum memasuki area klinik yang masih dipasangi garis polisi.

Setelah sekitar satu jam melakukan olah TKP, personel Puslabfor terlihat membawa tiga bungkusan barang bukti untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

“(Dibawa) Ke ini, Labfor, seperti yang kita ketahui tadi ya,” kata Kasubnit Resmob Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Robby Pasha.

Polisi belum mengungkap jenis barang bukti yang diamankan karena masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.

Rekam Medis hingga Identitas Korban Masih Didalami

Selain memeriksa lokasi kejadian, penyidik juga mengumpulkan keterangan dari keluarga korban, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut.

Polisi turut memeriksa rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, hingga lokasi awal sebelum korban ditemukan di depan klinik.

Terkait informasi yang menyebut Sutrimo merupakan kepala rumah tangga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, polisi menyatakan hal tersebut masih didalami.

Baca Juga :  Mahfud MD Sebut Reformasi Polri Hanya Lip Service, Usulan Komisi Tak Masuk UU Baru

“Masih didalami,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Penyebab Kematian Belum Disimpulkan

Hingga kini, kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian Sutrimo. Seluruh informasi yang beredar, termasuk foto, dokumen, maupun narasi di media sosial, masih diverifikasi dengan hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik.

“Polda Metro Jaya pasti akan mendalami informasi sekecil apapun, apalagi terkait tentang hilangnya nyawa seseorang. Apakah itu wajar atau tidak wajar,” ujar Kombes Budi Hermanto.

Polisi juga membuka ruang bagi keluarga korban untuk membuat laporan apabila merasa terdapat kejanggalan dalam peristiwa tersebut. Langkah itu diharapkan dapat membantu penyidik memperoleh informasi tambahan sebelum menyimpulkan penyebab kematian berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan laboratorium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *