Nevirizal Mundur usai Polemik Anak Viral, Investigasi Etik Tetap Berjalan

Nevirizal Mundur usai Polemik Anak Viral, Investigasi Etik Tetap Berjalan
Postingan gaya hidup mewah Dea Arranoya sebabkan ayahnya dr Nevirizal mundur dari jabatan di Gayo Lues, Aceh

Gayo Lues, AkalMerdeka.id – dr. H. Nevirizal, M.Kes., M.H.Kes. resmi mengundurkan diri dari jabatan Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues setelah polemik unggahan media sosial putrinya, Dea Arranoya, menjadi perhatian publik. Meski pengunduran diri telah diajukan, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues memastikan investigasi internal dan pemeriksaan etik tetap berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

Langkah tersebut menegaskan bahwa pengunduran diri seorang pejabat tidak otomatis mengakhiri proses evaluasi atas dugaan pelanggaran. Pemeriksaan tetap dilakukan untuk memastikan akuntabilitas birokrasi dan menjaga kepercayaan publik.

Pengunduran Diri Disampaikan Setelah Konten Viral

Polemik bermula ketika akun Instagram @cabinetcouture_season2 mengunggah rangkaian tangkapan layar yang diklaim berasal dari akun media sosial pribadi Dea Arranoya. Konten tersebut menampilkan berbagai unggahan mengenai gaya hidup, mulai dari perjalanan ke luar negeri, aktivitas pendidikan, hingga foto tumpukan jeriken BBM.

Akun tersebut kemudian mengaitkan unggahan itu dengan kondisi masyarakat Gayo Lues yang masih menghadapi dampak pascabencana. Kaitan tersebut merupakan narasi dari akun penyebar, bukan pernyataan resmi Pemerintah Kabupaten Gayo Lues maupun pihak berwenang.

Baca Juga :  Akal Publik Menuntut Kejelasan: Analisis Krisis Banjir Sumatera dan Respons Pemerintah

Setelah unggahan menjadi viral, Dea menyampaikan permintaan maaf melalui surat bermaterai Rp10.000 pada 22 Juli 2026. Ia mengakui unggahan tersebut merupakan bentuk kelalaian dan ketidakdewasaan dalam menggunakan media sosial serta berjanji menghapus konten yang memicu polemik.

Sehari kemudian, Kamis (23/7/2026), Nevirizal mengajukan surat pengunduran diri kepada Bupati Gayo Lues. Keputusan itu juga disampaikan melalui video pernyataan yang diunggah akun resmi @prokopim_gayolues.

Investigasi Tetap Berjalan Meski Jabatan Dilepas

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menerima pengunduran diri tersebut sebagai bentuk tanggung jawab moral. Namun, ia menegaskan langkah itu tidak menghentikan proses pemeriksaan internal.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues tetap membentuk tim investigasi untuk menelusuri fakta di balik unggahan yang viral, termasuk mendalami kemungkinan adanya pelanggaran etik maupun aturan kepegawaian.

Wakil Bupati H. Maliki juga memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara objektif dan transparan sesuai mekanisme yang berlaku bagi aparatur sipil negara.

Dengan demikian, terdapat dua proses yang berjalan secara terpisah, yakni pengunduran diri sebagai keputusan administratif dan investigasi sebagai bagian dari mekanisme pengawasan birokrasi.

Baca Juga :  Instruksi Prabowo Aktifkan Mobilisasi Nasional, Distribusi Bantuan Berbasis Akses Real

Klarifikasi Soal Foto Jeriken BBM

Flexing Anak Pejabat
Flexing Anak Pejabat dari Kab Gayo Lues, Aceh

Salah satu materi yang ramai diperbincangkan adalah foto tumpukan jeriken BBM yang beredar di media sosial.

Bupati Suhaidi memberikan penjelasan bahwa foto tersebut bukan menunjukkan stok pribadi milik Nevirizal. Menurutnya, gambar itu merupakan dokumentasi lama ketika daerah berada dalam masa tanggap darurat bencana.

Saat itu, rumah Nevirizal digunakan sebagai lokasi penitipan stok BBM milik pemerintah daerah karena Pemkab Gayo Lues belum memiliki gudang penyimpanan.

Meski telah ada penjelasan tersebut, foto jeriken BBM tetap menjadi salah satu bagian yang akan dikaji oleh tim investigasi agar seluruh fakta dapat diverifikasi secara menyeluruh.

Kasus Menjadi Sorotan hingga Tingkat Nasional

Polemik ini tidak hanya memicu perbincangan di media sosial, tetapi juga mendapat perhatian pemerintah pusat.

Pada 24 Juli 2026, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menilai keputusan Nevirizal mengundurkan diri merupakan langkah yang telah dipertimbangkan secara matang dan berharap peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bagi pejabat publik agar lebih bijak menyikapi penggunaan media sosial.

Baca Juga :  Arsip Jombang Diserahkan ke Menbud untuk Uji Sejarah Kelahiran Soekarno

Kasus ini juga memunculkan kembali diskusi mengenai batas antara aktivitas pribadi keluarga pejabat dan dampaknya terhadap kepercayaan publik. Di era media sosial, unggahan yang bersifat personal dapat berkembang menjadi isu etik ketika dikaitkan dengan jabatan publik, sehingga transparansi dan klarifikasi yang cepat menjadi faktor penting dalam menjaga kredibilitas institusi.

Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sendiri mengimbau masyarakat tidak lagi melakukan perundungan terhadap Nevirizal maupun keluarganya karena permintaan maaf telah disampaikan. Di sisi lain, proses investigasi tetap diteruskan agar seluruh dugaan yang muncul dapat diselesaikan berdasarkan fakta dan ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *