Siapa Brigjen Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB-Interpol Indonesia?

Siapa Brigjen Untung Widyatmoko, Sekretaris NCB-Interpol Indonesia?
Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Untung Widyatmoko - dok Okezone

AkalMerdeka.id – Brigjen Untung Widyatmoko adalah perwira tinggi Polri yang menjabat Sekretaris NCB-Interpol Indonesia sejak 2 Juli 2024. Namanya kerap muncul saat Polri memulangkan buronan, mengoordinasikan ekstradisi, bertukar informasi kriminal, atau mengevakuasi warga negara Indonesia dari luar negeri.

Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat penting dalam kerja sama penegakan hukum lintas negara. Namun, informasi publik mengenai riwayat pendidikan terperinci dan perjalanan kariernya sebelum memimpin NCB-Interpol Indonesia masih terbatas.

Siapa Brigjen Untung Widyatmoko?

Nama lengkapnya Brigjen Pol. Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H. Situs resmi NCB-Interpol Indonesia mencatat ia mulai menjabat pada 2 Juli 2024 dan memimpin sekretariat yang berada di bawah Divisi Hubungan Internasional Polri.

Gelar S.I.K. pada namanya merujuk pada Sarjana Ilmu Kepolisian, sedangkan M.H. merupakan gelar magister hukum. Ia juga menyandang gelar doktor, tetapi sumber resmi terbuka yang tersedia belum memuat nama perguruan tinggi, bidang kajian doktoral, judul disertasi, maupun riwayat pendidikannya secara lengkap.

Keterbatasan data tersebut membuat profil Brigjen Untung lebih banyak dikenal melalui jabatan dan operasi yang ditanganinya. Pemberitaan tentang dirinya juga cenderung bersifat institusional karena ia tampil mewakili NCB-Interpol Indonesia dalam perkara yang melibatkan kepolisian negara lain.

Tugas Sekretaris NCB-Interpol Indonesia

National Central Bureau atau NCB merupakan titik penghubung resmi antara aparat penegak hukum suatu negara, Sekretariat Jenderal Interpol, dan NCB di negara lain. Jaringan ini dibutuhkan ketika pelaku, korban, barang bukti, aliran dana, atau informasi perkara bergerak melewati batas negara.

Baca Juga :  Analisis MUI Terkait Potensi Divergensi Penetapan Ramadhan 1447 H

Di Indonesia, Sekretariat NCB-Interpol bertugas membina, mengawasi, dan mengendalikan kerja sama kepolisian internasional dalam lingkup bilateral, trilateral, dan multilateral. Tugasnya tidak sebatas mengejar buronan.

  • Mengoordinasikan penanganan kejahatan internasional dan transnasional.
  • Memfasilitasi ekstradisi, bantuan hukum timbal balik, serta pencarian buronan.
  • Mengelola pertukaran informasi intelijen kriminal melalui jaringan Interpol dan ASEANAPOL.
  • Membantu penerbitan dan tindak lanjut Red Notice.
  • Berkoordinasi dengan kementerian, kedutaan, imigrasi, dan aparat negara lain.

Red Notice sering disalahpahami sebagai surat perintah penangkapan internasional. Interpol menjelaskannya sebagai permintaan kepada aparat penegak hukum di seluruh dunia untuk menemukan dan melakukan penangkapan sementara terhadap seseorang sambil menunggu ekstradisi, penyerahan, atau proses hukum serupa.

Keputusan penangkapan tetap mengikuti hukum negara tempat buronan ditemukan. Karena itu, keberhasilan pemulangan buronan biasanya bergantung pada kelengkapan dokumen, komunikasi antarlembaga, aturan ekstradisi, dan kesediaan negara terkait untuk bekerja sama.

Operasi Lintas Negara yang Membuat Namanya Dikenal

Salah satu operasi terbaru berlangsung pada Juli 2026 ketika NCB-Interpol Indonesia dan Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok menjalankan pertukaran buronan. Indonesia memulangkan tiga buronan warga negara China, sedangkan otoritas China menyerahkan satu buronan WNI kepada Polri.

Operasi tersebut memperlihatkan sifat timbal balik kerja sama kepolisian internasional. Indonesia tidak hanya meminta negara lain menyerahkan buronan WNI, tetapi juga berkewajiban menindaklanjuti permintaan negara lain terhadap buronan yang ditemukan di wilayah Indonesia.

Baca Juga :  Ilmuwan Ciptakan Alat Penyuling Air Laut Bertenaga Surya, Bisa Hasilkan Air Tawar Tanpa Limbah

Pada Juni 2026, Brigjen Untung memimpin pemulangan Michael Steven dari Maroko melalui mekanisme ekstradisi. Michael merupakan tersangka perkara pasar modal, penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang dengan nilai kerugian investor yang dilaporkan sekitar Rp337,4 miliar.

Proses serah terima dilakukan di Maroko pada 20 Juni 2026 sebelum tersangka tiba di Indonesia pada 21 Juni 2026. Operasi tersebut melibatkan koordinasi Polri dengan Kementerian Hukum, Kementerian Luar Negeri, dan otoritas Maroko.

Proses semacam ini berbeda dari deportasi biasa. Ekstradisi berjalan melalui prosedur hukum untuk menyerahkan tersangka atau terpidana dari satu negara kepada negara peminta agar proses pidana dapat dilanjutkan.

Rekam jejak lain yang banyak diberitakan adalah repatriasi 564 WNI pada Maret 2025. Mereka dipulangkan dari kawasan Thailand dan Myanmar setelah terjebak dalam eksploitasi kerja yang berkaitan dengan pusat penipuan daring.

Operasi tersebut memperluas gambaran tugas NCB-Interpol Indonesia. Institusi ini bukan hanya mengurus buronan, tetapi juga dapat terlibat dalam operasi kemanusiaan ketika perkara WNI di luar negeri berkaitan dengan jaringan kejahatan transnasional, perdagangan orang, atau penipuan daring.

Mengapa Brigjen Untung Sering Muncul di Media?

Frekuensi kemunculan namanya tidak otomatis berkaitan dengan popularitas pribadi. Jabatan Sekretaris NCB-Interpol Indonesia memang membuatnya menjadi salah satu pejabat yang menjelaskan hasil koordinasi, proses penangkapan, ekstradisi, dan pemulangan warga kepada publik.

Baca Juga :  Aturan Red Notice Riza Chalid: Berlaku 5 Tahun Saja?

Setiap operasi lintas negara membutuhkan penjelasan resmi karena melibatkan yurisdiksi, lembaga, dan aturan hukum yang berbeda. Brigjen Untung hadir sebagai representasi institusi untuk menerangkan posisi Polri serta hasil kerja sama yang telah disepakati dengan negara mitra.

Pola pemberitaannya sejauh data yang tersedia lebih banyak berkaitan dengan keberhasilan operasi dan agenda kelembagaan. Tidak ditemukan informasi terverifikasi dalam sumber yang ditelusuri mengenai perkara hukum atau kontroversi pribadi yang melibatkan dirinya.

Profil Pribadi dan Riwayat Karier Masih Terbatas

Informasi yang sudah dapat dipastikan mencakup nama lengkap, pangkat, gelar akademik, jabatan, serta tanggal mulai memimpin NCB-Interpol Indonesia. Sebaliknya, riwayat penugasan awal, tahun dan tempat lahir, pendidikan kepolisian secara kronologis, serta jabatan sebelum Juli 2024 belum tersedia secara memadai dalam sumber resmi terbuka.

Kondisi ini perlu dijelaskan agar profil tokoh tidak diisi dengan dugaan atau data yang belum teruji. Untuk saat ini, rekam jejak Brigjen Untung Widyatmoko paling kuat dibaca melalui pekerjaan institusionalnya dalam menghubungkan Polri dengan jaringan penegakan hukum internasional.

Peran tersebut semakin besar ketika penipuan daring, pencucian uang, narkotika, dan perdagangan orang dijalankan oleh jaringan yang beroperasi di banyak negara. Buronan dapat berpindah wilayah dengan cepat, sedangkan proses hukum tetap harus berjalan melalui koordinasi resmi dan menghormati yurisdiksi setiap negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *