Harga Beras Mahal Diprotes, Prabowo Suruh Ikut Tanam Padi

Harga Beras Mahal Diprotes, Prabowo Suruh Ikut Tanam Padi
Presiden Prabowo menghadiri Panen Raya Tebu Malang

Malang, AkalMerdeka.id – Presiden Prabowo Subianto meminta pihak yang menganggap harga beras mahal untuk ikut menanam padi. Pernyataan itu disampaikan saat panen raya serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Prabowo menilai harga beras tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan petani memperoleh penghasilan layak. Harga yang terlalu rendah berisiko membuat petani kesulitan menutup biaya produksi dan kehilangan minat untuk kembali menanam.

“Yang mengatakan beras mahal, suruh ikut tanam beras! Kalau petani beras enggak dapat penghasilan tinggi, suruh mereka tanam sendiri. Suruh tanam sendiri. Wenak aja,” ujar Presiden Prabowo Subianto.

Harga Beras Mahal dan Hak Petani Mendapat Penghasilan

Pernyataan Prabowo menempatkan kesejahteraan petani sebagai bagian penting dalam pembentukan harga pangan. Petani harus menanggung biaya benih, pupuk, tenaga kerja, pengairan, sewa lahan, hingga risiko gagal panen sebelum memperoleh hasil.

Namun, harga gabah yang diterima petani tidak sama dengan harga beras yang dibayar konsumen. Gabah masih melewati proses pengeringan, penggilingan, penyortiran, pengemasan, pengangkutan, dan distribusi sebelum tiba di pasar.

Baca Juga :  Tragedi dr. Myta: Runtuhnya Etika Akademik dan Eksploitasi Dokter Muda

Perbedaan tersebut membuat persoalan harga beras mahal tidak dapat diselesaikan hanya dengan menekan harga di tingkat petani. Pemerintah juga perlu mengawasi biaya distribusi, ketersediaan stok, rantai perdagangan, dan kemungkinan permainan harga di pasar.

Harga gabah yang layak dapat menjaga minat petani untuk terus berproduksi. Jika pendapatan dari sawah terus menurun, petani bisa mengurangi luas tanam, beralih pekerjaan, atau tidak lagi mewariskan usaha pertanian kepada generasi berikutnya.

Menjaga Petani Tanpa Menekan Konsumen

Pembelaan terhadap pendapatan petani tetap perlu berjalan bersama perlindungan daya beli masyarakat. Beras merupakan kebutuhan pokok, sehingga kenaikan harga langsung memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Pemerintah memiliki ruang untuk menjembatani dua kepentingan tersebut. Harga di tingkat petani dapat dijaga, sementara beban konsumen ditekan melalui efisiensi distribusi, operasi pasar, penyaluran beras pemerintah, serta pengawasan terhadap rantai pasok.

Persoalan paling penting adalah memastikan kenaikan harga benar-benar meningkatkan pendapatan petani. Jangan sampai harga di pasar naik tinggi, tetapi keuntungan terbesar justru berhenti pada tengkulak, penggilingan, atau pedagang besar.

Baca Juga :  Pemkab Kediri Bahas Ndalem Pojok sebagai Laboratorium Karakter

Kebijakan pangan juga perlu mempertimbangkan perbedaan kondisi setiap wilayah. Daerah produsen dapat menghadapi harga gabah rendah ketika panen raya, sementara wilayah konsumen tetap membeli beras dengan harga tinggi karena biaya angkut dan distribusi.

Prabowo Bangga kepada Petani Indonesia

Dalam kegiatan panen raya tersebut, Prabowo menyampaikan kebanggaannya kepada petani yang menjaga produksi pangan nasional. Ia menilai kerja petani menentukan kemampuan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan tanpa terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri.

“Saya bangga dengan petani-petani Indonesia!” ujar Prabowo.

Prabowo juga membela keterlibatan TNI dan Polri dalam kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, termasuk pertanian dan pembangunan infrastruktur.

“Janganlah terlalu, apalah, ‘kenapa TNI, polisi ikut di sawah?’ Enggak. Ini Indonesia. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” katanya.

Menurut Prabowo, kekuatan pertahanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah senjata atau personel. Negara juga membutuhkan masyarakat yang sejahtera, memiliki pangan cukup, dan percaya bahwa pemerintah hadir dalam kehidupan mereka.

“Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat,” ujar Prabowo.

Baca Juga :  372 Dapur MBG di Jawa Timur Disuspend, Pengusaha Minta Kepastian

Pernyataan soal harga beras mahal memperlihatkan sikap pemerintah yang ingin menjaga insentif bagi petani. Tantangan berikutnya adalah memastikan pendapatan produsen meningkat tanpa membuat harga pangan semakin sulit dijangkau masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *