Minyakita Bau Minyak Tanah di Kismantoro Wonogiri, 8.656 Penerima Mendapat Penggantian

Wonogiri, AkalMerdeka.id – Bulog Surakarta mengganti massal bantuan pangan Minyakita yang dilaporkan berbau minyak tanah di Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri. Penggantian ditargetkan selesai dalam 1 x 24 jam setelah laporan warga diterima.
Kepala Cabang Bulog Surakarta, Nanang Harianto, mengatakan tim langsung turun ke lokasi untuk mengecek kondisi minyak goreng yang diterima penerima bantuan pangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan temuan di lapangan dan mencegah keresahan warga meluas.
Minyakita Bau Minyak Tanah Diganti Bulog
Nanang mengatakan laporan warga diterima dari penerima bantuan pangan yang mengeluhkan aroma tidak normal pada Minyakita. Setelah itu, Bulog berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perangkat desa, dan produsen.
“Begitu menerima aduan dari Penerima Bantuan Pangan, kami langsung menurunkan tim ke lokasi hari itu juga untuk melakukan pengecekan secara langsung,” ujar Nanang, Kamis (18/6/2026) malam.
Bulog menyatakan hasil sementara menunjukkan dugaan bau menyengat bukan berasal dari proses distribusi Bulog. Dugaan awal mengarah pada faktor nonteknis dalam rantai pasok.
Meski begitu, Bulog tetap menarik Minyakita yang sudah tersalur di Kismantoro. Seluruh produk yang dilaporkan bermasalah akan diganti dengan minyak goreng baru.
“Kami pastikan seluruh minyak goreng yang sudah tersalur akan diganti dengan minyak goreng bermutu prima dalam waktu 1 x 24 jam,” tegas Nanang.
8.656 KPM Terdampak Penggantian
Bantuan pangan tersebut merupakan program periode Februari-Maret. Setiap penerima mendapat paket berisi 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng Minyakita.
Distribusi di Kecamatan Kismantoro menjadi bagian dari batch terakhir penyaluran bantuan pangan di Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan data yang digunakan Bulog, ada 8.656 keluarga penerima manfaat atau KPM yang terdampak penggantian.
Produsen juga diminta segera menarik produk dari lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi Minyakita yang tidak sesuai standar beredar di masyarakat.
Bulog menyebut kasus ini merupakan kejadian pertama selama penyaluran bantuan pangan. Tidak ditemukan unsur kesengajaan dalam temuan awal tersebut.
Pemda Wonogiri Ikut Mengawal
Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan Wonogiri juga telah menerima laporan warga. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Bulog untuk mengawal proses penggantian.
Pengawalan dilakukan agar hak penerima bantuan tetap terpenuhi. Pemerintah daerah juga ingin memastikan warga menerima bantuan pangan yang layak dan sesuai standar.
Bulog menyatakan evaluasi internal tetap dilakukan. Pengawasan kualitas sebelum distribusi akan diperketat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
Dengan penggantian cepat ini, Bulog berharap warga tidak lagi khawatir menggunakan bantuan pangan yang diterima. Program bantuan pangan tetap diarahkan untuk membantu kelompok rentan dan menjaga ketahanan pangan masyarakat.





