Yayasan Persada Soekarno Usulkan Ndalem Pojok Jadi Cagar Nasional

akalmerdeka.id — Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri kembali diusulkan menjadi cagar budaya nasional berdasarkan rekam jejak historisnya sebagai ruang awal pembentukan pemikiran Bung Karno dan pergerakan nasional.
Ketua Harian Yayasan Persada Soekarno, Kushartono, menyatakan usulan tersebut merupakan amanah Yayasan Bung Karno yang disampaikan saat peresmian situs pada 2018.
Dasar Historis Nonkolonial
“Harapan kami, Situs Ndalem Pojok dapat ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional. Amanah ini datang langsung dari Ketua Umum Yayasan Bung Karno, Bapak Guruh Soekarnoputra,” ujar Kushartono, Jumat (18/12/2025).
Ndalem Pojok memiliki karakter berbeda dibanding banyak situs sejarah lain karena tidak lahir dari struktur kolonial Belanda. Situs ini tumbuh dari tradisi pendidikan dan kesadaran kebangsaan masyarakat lokal.
Peran dalam Sejarah Pergerakan
Secara historis, Ndalem Pojok merupakan lokasi pergantian nama Koesno menjadi Soekarno oleh R.M. Panji Soemo Soewodjo. Pada 1905–1918, rumah ini menjadi tempat Bung Karno belajar pidato dan kesadaran politik.
Catatan sejarah juga menunjukkan sejumlah tokoh pergerakan nasional seperti HOS Tjokroaminoto dan dr. Cipto Mangunkusumo pernah terhubung dengan situs ini.
Hingga kini, status cagar budaya nasional belum terealisasi. Yayasan menilai perlindungan hukum nasional diperlukan untuk menjaga fungsi edukasi jangka panjang situs tersebut.***





