AkalMerdeka.id - Martha Tilaar meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun di RS Medistra, Jakarta Selatan. Kepergian pendiri merek kosmetik Martha Tilaar, meninggalkan jejak panjang dalam industri kecantikan Indonesia, terutama melalui pengembangan kosmetik berbahan alami lokal, merek Sariayu, serta pendidikan dan pemberdayaan perempuan.
Kabar duka tersebut disampaikan keluarga besar Tiara Kusuma, Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia, yang menyebut Martha sebagai Dewan Kehormatan organisasi. Jenazahnya disemayamkan di Rumah Duka Patra Kuningan, Jakarta Selatan, sebelum dimakamkan pada Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang.
Martha Tilaar Membangun Bisnis dari Salon Kecil
Perjalanan bisnis Martha Tilaar bermula pada 3 Januari 1970 ketika ia mendirikan Martha's Salon di kawasan Menteng, Jakarta. Salon tersebut menempati garasi berukuran sekitar 4 x 6 meter di rumah orang tuanya, dengan modal Rp1 juta yang berasal dari tabungan selama berada di Amerika Serikat dan bantuan keluarga.
Awal yang sederhana itu menjadi pijakan bagi Martha untuk mengembangkan usaha kecantikan yang lebih luas. Ia tidak hanya membangun layanan salon, tetapi juga mengembangkan produk kosmetik yang mengangkat bahan alami dan tradisi perawatan kecantikan Indonesia.
Penggunaan bahan alami lokal menjadi salah satu ciri yang kemudian melekat pada bisnisnya. Pendekatan tersebut ikut memperkenalkan kekayaan bahan dan tradisi perawatan Indonesia sebagai bagian dari produk kecantikan modern.
Sariayu Menjadi Bagian Penting Perjalanan Martha Tilaar
Pada 1977, Martha bekerja sama dengan pihak Kalbe Farma, termasuk Boenjamin Setiawan dan Theresia Harsini Setiady, untuk membentuk PT Martina Berto. Perusahaan tersebut kemudian melahirkan Sariayu Martha Tilaar, salah satu merek yang dikenal luas dalam industri kosmetik Indonesia.
Langkah itu menandai perubahan skala bisnis dari salon menjadi usaha produksi kosmetik. Pengembangan perusahaan juga memungkinkan produk kecantikan lokal dipasarkan secara lebih luas, tidak terbatas pada pelanggan salon.
Pada 1983, Martha mendirikan PT Sari Ayu Indonesia untuk menangani distribusi Sariayu. Pengembangan tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan bisnis kecantikan tidak hanya bergantung pada formulasi produk, tetapi juga pada kemampuan menjangkau konsumen melalui jaringan distribusi.
Seiring perkembangan kelompok usaha, Martha Tilaar Group menghadirkan sejumlah merek lain, di antaranya Biokos, Caring, Belia, PAC, Mirabella, Dewi Sri Spa, dan Jamu Garden. Merek-merek tersebut menyasar kebutuhan dan segmen konsumen yang beragam.
Mengangkat Bahan Alami dan Tradisi Kecantikan Indonesia
Salah satu ciri perjalanan Martha Tilaar adalah upayanya menggabungkan tradisi perawatan kecantikan Indonesia dengan pengembangan produk modern. Bahan alami lokal dan pengetahuan tentang perawatan tradisional menjadi bagian dari pendekatan yang ia kembangkan dalam bisnis kosmetik.
Pendekatan itu memiliki arti bagi industri lokal karena kekayaan bahan alam Indonesia dapat menjadi sumber pengembangan produk. Namun, penggunaan bahan alami tetap perlu disertai pengujian keamanan, mutu, dan efektivitas agar produk memenuhi kebutuhan konsumen serta ketentuan yang berlaku.
Pada 1996, kelompok usahanya disebut meraih sertifikasi ISO 9001, ISO 14000, dan sertifikasi *Good Manufacturing Practice* (GMP) atau cara produksi yang baik. Sertifikasi dan standar produksi menjadi bagian penting bagi perusahaan kosmetik untuk menjaga konsistensi mutu serta proses produksi.
Perjalanan bisnis Martha juga memperlihatkan perubahan industri kecantikan dari usaha yang bertumpu pada layanan salon menuju perusahaan dengan berbagai lini produk. Perkembangan itu berlangsung ketika persaingan kosmetik semakin luas dan konsumen memiliki lebih banyak pilihan merek.
Pendidikan Kecantikan dan Pemberdayaan Perempuan
Kontribusi Martha Tilaar tidak terbatas pada produksi dan pemasaran kosmetik. Kelompok usahanya juga mengembangkan pendidikan kecantikan melalui PT Martha Beauty Gallery dan Puspita Martha International School, yang berfokus pada keterampilan di bidang kecantikan dan tata rias.
Pendidikan keterampilan menjadi bagian penting dalam industri jasa kecantikan karena tenaga profesional membutuhkan pengetahuan, teknik, dan pengalaman praktik. Melalui bidang pendidikan ini, ekosistem bisnis Martha Tilaar mencakup pengembangan sumber daya manusia selain penjualan produk.
Martha juga mendirikan Yayasan Martha Tilaar untuk mendukung pemberdayaan perempuan. Upaya tersebut memperluas kiprahnya dari dunia usaha ke kegiatan sosial yang berkaitan dengan peningkatan kapasitas perempuan.
Pada 2014, rumah masa kecilnya di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, diresmikan sebagai Roemah Martha Tilaar. Tempat tersebut menjadi ruang untuk mengenang perjalanan hidupnya sekaligus memperkenalkan latar belakang keluarga dan perjalanan tokoh yang tumbuh dari kota tersebut.
Bisnis Martina Berto Berlanjut di Tengah Kepergian Pendiri
Salah satu perusahaan yang berkaitan erat dengan warisan bisnis Martha adalah PT Martina Berto Tbk, emiten berkode MBTO yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 13 Januari 2011. Perusahaan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pengembangan produk kosmetik Martha Tilaar.
Data kinerja perusahaan menunjukkan penjualan bersih Martina Berto pada semester I 2026 mencapai sekitar Rp254 miliar, meningkat 36,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekitar Rp186 miliar. Angka tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas bisnis perusahaan telah berjalan sebelum Martha meninggal dunia.
Perusahaan juga menetapkan target penjualan 2026 sebesar Rp501,82 miliar. Berdasarkan angka tersebut, penjualan semester pertama setara sekitar 50,6 persen dari target tahunan, sehingga pencapaian sepanjang semester kedua menjadi salah satu indikator yang dapat diperhatikan dalam perkembangan bisnis selanjutnya.
Bryan Tilaar telah memimpin operasional perusahaan sebagai presiden direktur sebelum wafatnya Martha. Meski demikian, belum ada informasi yang memastikan adanya perubahan kepemilikan atau struktur manajemen sebagai dampak langsung dari kepergian pendiri tersebut.
Kepergian Martha Tilaar menutup perjalanan hidup seorang pengusaha yang membangun bisnis kecantikan dari salon kecil hingga mengembangkan berbagai merek dan lembaga pendidikan. Keluarga menjadwalkan pemakamannya pada Jumat (16/10/2026) di San Diego Hills Memorial Park, Karawang.