Pendapatan Kripto Trump Tembus Rp 25 Triliun, Warren Tagih Data 2026

AkalMerdeka.id – Pendapatan kripto Trump menembus lebih dari US$1,4 miliar atau sekitar Rp 25,11 triliun sepanjang 2025, melonjak tajam dibanding laporan sebelumnya. Senator Amerika Serikat Elizabeth Warren kini meminta Presiden Donald Trump membuka pendapatan aset digital terbaru hingga 15 Juli 2026 sebelum Senat membahas regulasi pasar kripto.
Warren mengirimkan permintaan tersebut pada Kamis (16/7/2026). Trump diberi waktu hingga 23 Juli 2026 untuk menyerahkan laporan secara sukarela, meski tenggat itu tidak memiliki kekuatan hukum yang mewajibkan presiden menjawab.
Laporan tahunan 2025 yang dirilis Kantor Etika Pemerintah AS pada 30 Juni memperlihatkan perubahan besar dalam sumber penghasilan Trump. Bisnis kripto kini menghasilkan sebagian besar pendapatannya, melampaui pemasukan dari properti, resor golf, dan lisensi merek.
Pendapatan Kripto Trump Melonjak Lewat World Liberty
Lonjakan paling jelas terlihat pada World Liberty Financial, perusahaan kripto yang didirikan Trump bersama putra-putranya. Perusahaan-perusahaan Trump menerima hampir US$800 juta dari bisnis tersebut selama 2025.
Jumlah itu terdiri dari lebih dari US$520 juta hasil penjualan token dan lebih dari US$250 juta dari penjualan kepentingan atau saham dalam bisnis World Liberty Financial. Penghasilan tersebut dibagi antara Trump dan sejumlah anggota keluarganya.
Pada laporan sebelumnya, Trump hanya mencantumkan US$57,35 juta dari penjualan token World Liberty. Dibandingkan angka lebih dari US$520 juta pada laporan terbaru, penerimaan dari penjualan token tersebut meningkat lebih dari sembilan kali lipat.
| Sumber Pendapatan | Laporan Sebelumnya | Laporan 2025 |
|---|---|---|
| Penjualan token World Liberty | US$57,35 juta | Lebih dari US$520 juta |
| Penjualan kepentingan World Liberty | Tidak tercantum | Lebih dari US$250 juta |
| Koin meme TRUMP | Belum masuk periode laporan | US$635 juta |
Sumber pendapatan besar lainnya berasal dari koin meme Official Trump atau TRUMP. Trump melaporkan penerimaan sekitar US$635 juta dari penjualan aset digital yang menggunakan nama dan citranya tersebut.
Total penghasilan kripto Trump pada 2025 lebih dari dua kali lipat dibanding seluruh pendapatannya pada 2024 yang berada di atas US$600 juta. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa aset digital telah berubah dari bisnis sampingan menjadi mesin uang utama keluarga Trump.
Warren Minta Data Terbaru Sebelum RUU CLARITY Diputuskan
Warren menilai laporan 2025 belum menggambarkan kondisi keuangan Trump saat ini karena tidak mencakup transaksi dan perubahan kepemilikan selama tujuh bulan pertama 2026. Laporan tahunan untuk periode tersebut baru wajib diserahkan paling lambat 15 Mei 2027.
Ia meminta Trump membuka pendapatan kripto untuk periode 1 Januari hingga 15 Juli 2026. Data itu dinilai dibutuhkan ketika Senat mempertimbangkan Digital Asset Market Clarity Act atau RUU CLARITY yang akan membagi kewenangan pengawasan dan menetapkan aturan federal bagi pasar aset digital.
“Tanpa pengaman yang memadai, CLARITY akan mempercepat konflik kepentingan presiden dan meningkatkan nilai kepemilikan kripto keluarganya,” tulis Senator AS, Elizabeth Warren.
Warren dan sejumlah senator Demokrat menuntut ketentuan etika yang melarang presiden, pejabat senior pemerintah, anggota Kongres, dan keluarga mereka mengambil keuntungan dari industri yang mereka atur. RUU tersebut membutuhkan sedikitnya 60 suara sehingga Partai Republik memerlukan dukungan senator Demokrat.
Gedung Putih Membantah Konflik Kepentingan
Gedung Putih menolak tuduhan bahwa kebijakan kripto pemerintahan Trump diarahkan untuk memperbesar kekayaan pribadi presiden. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan Trump dan keluarganya tidak pernah terlibat konflik kepentingan.
Aset keuangan Trump disebut ditempatkan dalam rekening diskresioner yang dikelola lembaga keuangan independen. Namun, Trump tetap menjadi penerima manfaat dari aset dalam badan perwalian yang memperoleh penghasilan dari bisnis keluarga tersebut.
Pengungkapan terbaru juga memperlihatkan bahwa sebagian hasil bisnis kripto dialihkan ke saham dan obligasi. Portofolio aset tradisional Trump meningkat sedikitnya empat kali lipat, dari kisaran US$225 juta-US$608 juta pada akhir 2024 menjadi US$703 juta-US$2,6 miliar pada akhir 2025.
Permintaan Warren menempatkan tenggat 23 Juli sebagai ujian transparansi bagi Trump. Penolakan tidak melanggar kewajiban pelaporan saat ini, tetapi akan membuat Senat membahas aturan kripto tanpa mengetahui perkembangan terbaru bisnis yang telah menghasilkan puluhan triliun rupiah bagi keluarga presiden.





