Kekayaan Liang Wenfeng Tembus US$36 Miliar, Jadi Pendiri AI Terkaya

Kekayaan Liang Wenfeng Tembus US$36 Miliar, Jadi Pendiri AI Terkaya
Liang Wenfeng CEO Deepseek

AkalMerdeka.id – Kekayaan Liang Wenfeng melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$36 miliar setelah DeepSeek merampungkan putaran pendanaan pertamanya. Pendiri perusahaan asal China itu kini menjadi pengusaha terkaya di antara pencipta model kecerdasan buatan, melampaui tokoh utama di balik OpenAI dan Anthropic.

Bloomberg Billionaires Index sebelumnya memperkirakan kekayaan Liang sekitar US$16,7 miliar. Lonjakan menjadi US$36 miliar berarti hartanya bertambah sekitar US$19,3 miliar, terutama karena kenaikan valuasi DeepSeek dan besarnya saham yang masih ia kuasai.

Posisi tersebut menempatkan Liang di atas Presiden OpenAI Greg Brockman dan salah satu pendiri Anthropic Dario Amodei. Namun, perbandingan itu hanya mencakup pengusaha yang bisnis utama serta sebagian besar pendapatannya berasal langsung dari pengembangan model AI.

Tokoh seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, Larry Page, dan Jensen Huang tidak masuk dalam kategori tersebut. Kekayaan mereka berasal dari bisnis teknologi yang lebih luas, termasuk kendaraan listrik, media sosial, komputasi awan, pusat data, dan semikonduktor.

Kekayaan Liang Wenfeng Melonjak Berkat Saham DeepSeek

Kunci lonjakan kekayaan Liang Wenfeng terletak pada kepemilikannya yang sangat besar di DeepSeek. Setelah putaran pendanaan pada Juni 2026, ia diperkirakan masih menguasai sekitar 78 persen saham perusahaan.

Baca Juga :  iPhone Berpotensi Naik Harga, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Balik Layar?

DeepSeek menghimpun dana lebih dari 50 miliar yuan atau sekitar US$7,4 miliar dalam putaran pendanaan pertamanya. Transaksi tersebut menggunakan struktur kemitraan terbatas yang dikelola Liang, sehingga investor tidak langsung menanamkan dana ke badan usaha DeepSeek.

Struktur itu dirancang untuk menjaga kendali pendiri. Investor juga dikenai masa penguncian selama lima tahun dan umumnya tidak memperoleh hak suara, kecuali dana investasi industri AI milik pemerintah China.

Liang sendiri memasukkan sekitar 20 miliar yuan atau mendekati US$3 miliar dalam pendanaan tersebut. Tencent dan produsen baterai CATL termasuk investor eksternal terbesar yang ikut mendukung ekspansi DeepSeek.

IndikatorNilai
Perkiraan kekayaan sebelumnyaUS$16,7 miliar
Perkiraan kekayaan terbaruUS$36 miliar
Kenaikan kekayaanSekitar US$19,3 miliar
Dana yang dihimpun DeepSeekSekitar US$7,4 miliar
Perkiraan saham LiangSekitar 78 persen

Valuasi DeepSeek Belum Menjadi Angka Mutlak

Bloomberg memakai valuasi sekitar US$50 miliar untuk memperkirakan kekayaan Liang. Bukti dari dokumen bursa China kemudian menunjukkan transaksi investor yang mengindikasikan valuasi sekitar 350,88 miliar yuan atau US$51,82 miliar.

Baca Juga :  Mahasiswa Unram Menang Kompetisi Apple, Buktikan AI Bisa Dorong Pendidikan Inklusif

Angka tersebut belum dapat dianggap sebagai valuasi resmi yang mutlak. DeepSeek merupakan perusahaan tertutup dan tidak pernah mengumumkan secara lengkap rincian putaran pendanaannya, sementara dokumen investor tidak menjelaskan apakah transaksi melibatkan saham baru, saham lama, atau hak yang berbeda.

Artinya, kekayaan Liang Wenfeng sebagian besar masih berupa nilai kepemilikan saham di perusahaan privat, bukan uang tunai yang langsung tersedia. Estimasinya dapat berubah apabila valuasi DeepSeek naik, turun, atau saham Liang kembali terdilusi dalam pendanaan berikutnya.

DeepSeek kini dilaporkan mempertimbangkan pendanaan baru dengan target valuasi sekitar US$74 miliar serta kemungkinan mencatatkan saham di STAR Market Shanghai. Rencana tersebut masih berada pada tahap awal dan syarat maupun waktunya dapat berubah.

Kebutuhan modal baru memperlihatkan perubahan penting dalam strategi DeepSeek. Perusahaan yang sebelumnya banyak dibiayai dari keuntungan perusahaan investasi High-Flyer kini membutuhkan dana besar untuk cip, kapasitas pusat data, pengembangan model, dan perekrutan tenaga ahli.

Bila pendanaan berikutnya terealisasi dengan valuasi lebih tinggi dan Liang tetap mempertahankan sebagian besar saham, kekayaannya berpeluang kembali meningkat. Namun, masuknya investor baru juga dapat memperkecil porsi kepemilikannya meski nilai keseluruhan perusahaan bertambah.

Baca Juga :  Google Bawa AI Gemini ke "HP Kentang", Android RAM 2 GB Kini Bisa Menikmati AI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *