Nama Lama, Kursi Baru: Kembalinya Ari Askhara ke Pucuk Korporasi Lewat Humpuss

akalmerdeka.id – Jika dirangkum sejak awal, penunjukan Ari Askhara sebagai Direktur Utama Humpuss Maritim Internasional Tbk bukan sekadar pergantian manajemen. Ini adalah keputusan strategis yang sadar risiko, memadukan pengalaman panjang lintas sektor dengan rekam jejak yang masih membekas di ingatan publik.
Artinya, Humpuss membaca kebutuhan industri lebih besar daripada sekadar citra personal.
RUPSLB dan Nama yang Langsung Mengundang Tafsir
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Humpuss pada Rabu (14/1/2026) menetapkan I Gusti Ngurah Askhara sebagai Direktur Utama, menggantikan Tirta Hidayat. Keputusan ini langsung menarik perhatian karena membawa kembali sosok yang pernah berada di pusat pusaran kontroversi BUMN.
Dalam konteks tersebut, langkah Humpuss terjadi saat industri maritim dan energi berada di fase pengetatan biaya, tekanan pendanaan, dan tuntutan integrasi layanan. Yang jadi sorotan, pilihan jatuh pada figur dengan latar belakang keuangan global.
Lintasan Karier yang Tidak Linear
Secara faktual, Ari Askhara bukan produk tunggal sektor maritim. Ia mengawali karier di Bank Mandiri sejak 1994 hingga 2005, sebelum melompat ke panggung internasional sebagai VP Deutsche Bank pada 2006–2008.
Di waktu bersamaan, ia memperluas portofolio di Barclays Investment Bank dan Standard Chartered Bank hingga 2011. Dalam bahasa sederhananya, fondasi finansial itulah yang kemudian membawanya masuk ke logistik, pelabuhan, dan transportasi udara sejak 2014.
Puncak Jabatan dan Titik Balik
Tak sedikit yang menilai fase paling menentukan terjadi saat Ari memimpin Pelindo pada 2017–2018 dan Garuda Indonesia pada 2018–2020. Namun pada kenyataannya, periode di Garuda berakhir abrupt setelah kasus penyelundupan sepeda motor Harley Davidson klasik keluaran 1972 mencuat.
Berdasarkan laporan Kepabeanan Bandara Soekarno-Hatta, kasus tersebut terbongkar pada 17 November dan berujung pencopotan Ari oleh Menteri BUMN saat itu. Imbasnya, setiap kembalinya nama Ari ke ruang publik selalu dibarengi memori tersebut.
Kini, Ari kembali lewat Humpuss. Ia menegaskan perusahaan akan diarahkan menjadi pemain integrated maritime & energy logistics nasional.
“Berbasis pada integrated maritime & energy logistics nasional, ” kata Ari, Rabu (14/1/2026).
Tak berhenti di situ, ia juga menekankan efisiensi biaya, pendanaan, serta peningkatan kualitas layanan dan sumber daya manusia.
Gambaran besarnya, Humpuss memilih pengalaman operasional dan finansial sebagai taruhan utama, sementara waktu yang akan membuktikan bagaimana keputusan ini bekerja di lapangan.





