Presiden Prabowo dan Donald Trump Bahas Energi Transisi

akalmerdeka.id – Presiden Prabowo bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Washington DC pada 17/2/2026 dengan salah satu fokus pembahasan pada kerja sama energi transisi. Agenda ini mencakup pengembangan energi terbarukan, kolaborasi teknologi hijau, serta penguatan rantai pasok strategis. Pertemuan Prabowo Donald Trump berlangsung dalam kerangka diplomasi ekonomi dan keberlanjutan.
Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo mendarat di Pangkalan Militer Andrews pukul 11.55 waktu setempat. Ia berangkat dari Jakarta sehari sebelumnya bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Sekretaris Kabinet Teddy menyatakan bahwa pertemuan bilateral difokuskan pada penguatan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat di berbagai bidang ekonomi. “Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah aktif diplomasi langsung Presiden Prabowo untuk meningkatkan rantai ekonomi serta produktivitas industri dalam negeri,” ujarnya.
Kolaborasi Energi Terbarukan dan Teknologi Hijau
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi kesempatan memperdalam kerja sama di sektor energi transisi. Pembahasan mencakup potensi pengembangan panas bumi, tenaga surya, serta hidrogen hijau.
“Kita akan membahas potensi kolaborasi teknologi dan investasi di sektor energi yang ramah lingkungan, sekaligus memastikan keamanan pasokan energi bagi kedua negara,” ujarnya sebelum keberangkatan.
Dalam konteks tersebut, kerja sama energi tidak berdiri sendiri. Di sisi lain, kolaborasi ini berkaitan dengan transfer teknologi dan peluang investasi jangka panjang.
Energi dan Rantai Pasok Global
Pertemuan Prabowo Donald Trump juga berlangsung di tengah upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Energi terbarukan menjadi salah satu sektor strategis yang memengaruhi daya saing industri nasional.
Sebelumnya, pada Juli 2025 Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati kerangka negosiasi perdagangan timbal balik. Pada September 2025, Amerika memperpanjang kerja sama pembangunan bilateral hingga September 2026 dengan tambahan komitmen USAID sebesar 150 juta dolar AS.
Dalam praktiknya, kerja sama energi dan perdagangan saling berkaitan. Pengembangan energi bersih membuka peluang investasi, sekaligus mendukung stabilitas pasokan industri.
Selain pembahasan energi, kedua kepala negara juga menyinggung kerja sama ekonomi dan keamanan kawasan. Namun fokus energi transisi menjadi bagian penting dari agenda bilateral kali ini.
Dengan kata lain, pertemuan Prabowo Donald Trump menempatkan energi sebagai salah satu pilar hubungan strategis Indonesia–Amerika. Pembahasan tersebut bergerak pada ranah investasi, teknologi, dan keberlanjutan industri.





