Modi Tutup Lawatan Indonesia dengan Restorasi Candi Prambanan

AkalMerdeka.id – Perdana Menteri India Narendra Modi menutup rangkaian kunjungan kenegaraannya di Indonesia dengan meresmikan kerja sama restorasi Candi Prambanan bersama Presiden Prabowo Subianto. Agenda tersebut berlangsung di kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Rabu, 8 Juli 2026.
Kedua pemimpin menyingkap plakat kerja sama konservasi sebagai penanda dimulainya proyek pelestarian warisan budaya Indonesia dan India. Restorasi ditargetkan selesai sebelum 2029.
Modi Tutup Lawatan di Candi Prambanan
Prabowo dan Modi tiba di kawasan Candi Prambanan sekitar tengah hari. Keduanya disambut Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan pertunjukan Tari Rama Shinta yang diangkat dari kisah Ramayana.
Kedua pemimpin kemudian berkeliling menggunakan kendaraan buggy yang dikemudikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Fadli Zon mendampingi perjalanan sambil menjelaskan kondisi bangunan dan program konservasi yang sedang disiapkan.
Prabowo dan Modi meninjau sejumlah bagian kompleks candi, termasuk Candi Nandi dan Candi Siwa. Mereka juga bertemu serta menyapa umat Hindu yang sedang beribadah di kawasan inti Prambanan.
Modi kemudian menjalankan ibadah secara tradisional di kompleks candi sebelum mengikuti peresmian kerja sama konservasi dan menyampaikan pernyataan bersama dengan Prabowo.
Agenda tersebut menjadi penutup lawatan kenegaraan Modi ke Indonesia pada 6 sampai 8 Juli 2026. Sebelumnya, ia menghadiri pertemuan bilateral di Istana Merdeka, berkunjung ke DPR RI, dan bertemu komunitas diaspora India di Jakarta.
Restorasi Candi Prambanan Ditargetkan Selesai Sebelum 2029
Kerja sama restorasi Candi Prambanan bukan keputusan yang muncul saat kunjungan berlangsung. Program tersebut merupakan tindak lanjut pembicaraan Indonesia dan India dalam pertemuan kedua pemimpin pada 2025.
Sehari sebelum berkunjung ke Prambanan, kedua negara menandatangani Letter of Intent mengenai konservasi dan pemugaran kompleks candi. Persiapan teknis juga telah melibatkan Kementerian Kebudayaan RI dan lembaga arkeologi India.
Modi menyampaikan target agar proyek restorasi dapat diselesaikan sebelum 2029. Program ini tidak hanya diarahkan pada bangunan utama, tetapi juga candi-candi pendamping yang masih berupa reruntuhan.
Keahlian teknis India diharapkan membantu proses dokumentasi, penelitian, dan pemugaran tanpa mengubah karakter asli situs. Bagi Indonesia, kerja sama tersebut dapat memperkuat kapasitas konservasi sekaligus mempercepat penanganan bagian kompleks yang belum dipulihkan.
Target 2029 memberi batas waktu yang jelas bagi kedua pemerintah. Pelaksanaan proyek tetap membutuhkan tahapan penelitian, pemetaan batu, kajian struktur, dan pengawasan ketat karena Prambanan berstatus Warisan Dunia UNESCO.
Prambanan Jadi Simbol Kedekatan Indonesia dan India
Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 dan dikenal sebagai kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Kawasan ini memiliki sekitar 240 bangunan candi dengan tiga candi utama yang dipersembahkan kepada Siwa, Wisnu, dan Brahma.
Relief Ramayana yang terukir di dinding candi menjadi salah satu penghubung sejarah antara peradaban Indonesia dan India. Prabowo menyebut jejak tersebut sebagai bukti kedekatan budaya yang telah berlangsung selama lebih dari satu milenium.
Kunjungan Modi juga memiliki makna personal karena ia menyebut kesempatan beribadah di Prambanan sebagai salah satu momen sakral dalam hidupnya. Ia berharap penyelesaian restorasi kelak dapat dirayakan bersama sebagai peristiwa besar bagi kedua negara.
Kerja sama konservasi membuat lawatan Modi tidak berakhir sebagai seremoni diplomatik. Indonesia dan India kini memiliki proyek bersama yang hasilnya dapat diukur melalui pemulihan bangunan, pertukaran keahlian arkeologi, dan perlindungan situs bersejarah.
Proyek tersebut juga dapat memperkuat daya tarik Prambanan sebagai tujuan wisata budaya dunia. Sepanjang 2025, kawasan Prambanan dikunjungi lebih dari 2,3 juta wisatawan, sedangkan hingga triwulan II 2026 jumlah kunjungan telah melampaui 1,3 juta orang.