Aksi Dukung MBG Libatkan Ratusan Siswa di Batam, DPR Beri Kritik

Batam, AkalMerdeka.id – Aksi dukung MBG Batam yang melibatkan ratusan siswa SD hingga SMP memicu sorotan setelah muncul kritik dari DPR RI dan pengakuan sejumlah orangtua murid. Kegiatan yang digelar di depan Kantor Wali Kota dan DPRD Kota Batam itu memunculkan perdebatan mengenai keterlibatan siswa dalam penyampaian aspirasi di ruang publik.
Ratusan Siswa Ikut Aksi Dukung MBG di Batam
Aksi dukung MBG Batam berlangsung pada 21 Juni 2026 dan diikuti pelajar dari berbagai sekolah di Kota Batam. Sejumlah guru juga terlihat ikut mendampingi kegiatan tersebut.
Dalam kegiatan itu, peserta membawa spanduk berisi dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk pesan agar program tersebut dipertahankan.
Beberapa siswa terlihat membawa tulisan:
- “Bapak Presiden Prabowo Subianto Kami Memohon Dengan Sangat Tolong Kami, Pertahankan MBG”
Belakangan muncul pengakuan sejumlah siswa yang menyebut mereka mengikuti kegiatan tersebut karena diajak pihak sekolah.
DPR Kritik Keterlibatan Siswa dalam Aksi MBG
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengingatkan agar aktivitas seperti itu tidak mengganggu proses pendidikan siswa.
Menurutnya, sekolah telah memiliki jalur komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi tanpa melibatkan siswa turun ke jalan.
“Pada prinsipnya jangan sampai gerakan-gerakan seperti itu akan berpengaruh terhadap proses belajar-mengajar, akan mengganggu siswa-siswi kita untuk melaksanakan tugas sesungguhnya mereka yang ada di sekolah,” kata Lalu di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menilai kepala sekolah dan guru dapat menjadi penghubung kepada Dinas Pendidikan yang kemudian berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Kami tidak menginginkan siswa-siswi ini untuk turun ke jalan. Cukup disampaikan melalui pihak sekolah, melalui kepala sekolah,” tegasnya.
Orangtua Mengaku Mengira Kegiatan Hanya Pawai
Sejumlah orangtua murid mengaku terkejut setelah mengetahui anak mereka mengikuti aksi dukungan MBG.
Mereka menyebut informasi awal yang diterima bukan aksi penyampaian dukungan terhadap program pemerintah, melainkan kegiatan pawai atau jalan santai.
“Mereka diinfo untuk pawai, kami kira pawai tahun baru Islam. Kalau diinfo untuk demo apakah kami orang dewasa mengizinkan anak yang belum punya hak bersuara untuk ikut?” tulis salah seorang orangtua dalam kolom komentar media sosial.
Keluhan serupa juga muncul dari orangtua lain yang mengaku baru mengetahui bentuk kegiatan setelah melihat dokumentasi yang beredar.
Dinas Pendidikan Batam Bantah Ada Mobilisasi
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan membantah adanya pengerahan siswa secara sengaja.
Menurutnya, kegiatan tersebut berangkat dari aspirasi sebagian orangtua terkait penghentian sementara program MBG.
“Kami menerima keluhan dari orangtua siswa beberapa hari lalu karena MBG dihentikan sementara. Dalam kesempatan ini kami melaksanakan pawai sebagai bentuk dukungan agar tata kelola yang dianggap bermasalah dapat diperbaiki,” kata Hendri.
Ia juga menegaskan tidak ada instruksi dari pihak tertentu untuk menggerakkan siswa.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi yang menunjukkan adanya pelanggaran hukum dalam kegiatan tersebut. Sejumlah informasi yang berkembang terkait proses pengerahan peserta masih memunculkan perbedaan penjelasan dari berbagai pihak.




