Nama Tak Ada di Daftar Korban KMP Mutiara Sentosa II, Keluarga Pertanyakan Data Penumpang

Nama Tak Ada di Daftar Korban KMP Mutiara Sentosa II, Keluarga Pertanyakan Data Penumpang
Sejumlah korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II mendapatkan penanganan medis dari petugas saat berada di Gapura Surya Nusantara, Surabaya, Senin (3/8/2026) dini hari. - dok Antara

Surabaya, AkalMerdeka.id – Sejumlah keluarga korban KMP Mutiara Sentosa II mempertanyakan data penumpang setelah kerabat mereka yang diduga berada di kapal saat insiden kebakaran belum ditemukan hingga operasi SAR khusus kedaruratan resmi ditutup. Nama beberapa korban disebut tidak tercantum dalam daftar korban yang telah dievakuasi, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia.

Operasi pencarian korban KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur, resmi ditutup pada Selasa (4/8/2026). Namun, sejumlah keluarga masih bertahan mencari kepastian mengenai nasib anggota keluarganya.

Keluarga Cari Kru Kapal yang Belum Ditemukan

Anton, salah satu keluarga korban, masih menunggu kabar mengenai Abdul Manan, kerabatnya yang bekerja sebagai koki atau kru KMP Mutiara Sentosa II. Ia mengatakan sudah mendatangi posko pencarian dan meminta informasi kepada petugas, tetapi belum mendapatkan kepastian.

“Setelah dicari enggak ada, sudah dikonfirmasi. Tadi waktu masuk posko sudah tanya, jawabannya berusaha dicari sama petugas,” kata Anton saat ditemui di posko terpadu Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN) Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Rabu (5/8).

Baca Juga :  Ujian Intelektualitas Industri: Bisakah VKTR Lampaui Bayang-Bayang Lisensi BYD?

Anton menyebut Abdul Manan telah bekerja di kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) selama satu hingga dua tahun terakhir. Komunikasi terakhir keluarga dengan Abdul Manan terjadi saat proses pemuatan kapal sebelum insiden kebakaran terjadi.

“Ya waktu di pemuatan kapal. Ya kan enggak ada yang bisa dihubungi, semua HP mati semua,” ujarnya.

Pihak keluarga juga telah meminta informasi kepada PT ALP selaku perusahaan tempat Abdul Manan bekerja. Menurut Anton, perusahaan menyatakan masih membantu proses pencarian.

Bukti Video Jadi Dasar Keluarga Mencari Penumpang

Kekhawatiran serupa dirasakan keluarga Bustam Sanusi, warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Anak korban, Muhammad Jasuar Bustam, bersama ibunya mendatangi posko untuk mencari informasi mengenai keberadaan sang ayah.

Jasuar mengatakan komunikasi terakhir dengan Bustam terjadi melalui video yang dikirim sekitar pukul 09.00 WIB pada Minggu (2/8). Beberapa jam kemudian, ponsel ayahnya sudah tidak dapat dihubungi.

“Bapak yang kirim video jam 09.00 pagi. Setelah itu saya hubungi kembali 11.47 sudah tidak aktif,” kata Jasuar.

Baca Juga :  Kediri Luncurkan BINLAT Karakter, Fokus SDM Indonesia Emas 2045

Hasanudin, teman keluarga korban, mengatakan berdasarkan cerita dari rekan Bustam yang selamat, korban sempat berusaha diselamatkan saat kejadian. Namun, proses evakuasi berlangsung sulit karena korban beberapa kali terjatuh ke laut.

“Kalau tadi itu ceritanya berdasarkan temannya. Dia sudah ditolong teman, dinaikkan lagi, jatuh lagi, sampai tiga kali. Ceritanya pelampungnya lepas. Hilang. Itu cerita dari temannya yang selamat,” ujar Hasanudin.

Keluarga Pertanyakan Ketidaksesuaian Data Penumpang

Selain menunggu kabar korban, keluarga juga mempertanyakan alasan nama Bustam Sanusi tidak tercantum dalam daftar penumpang yang telah dievakuasi. Padahal, keluarga menyebut terdapat bukti video yang menunjukkan korban berada di atas kapal.

Hasanudin menduga ketidaksesuaian data terjadi karena adanya penggunaan tiket dan kendaraan pengganti.

“Tiketnya [nama] orang lain. Mobilnya mobil pengganti,” kata Hasanudin.

Keluarga berharap proses pencarian tetap dilanjutkan meski operasi SAR khusus telah ditutup. Mereka masih meyakini terdapat korban yang belum ditemukan dan meminta informasi mengenai perkembangan pencarian.

“Harapannya besar pencarian terus dilaksanakan. Masih beberapa hari ini pak, dan ada korban yang belum ditemukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobil Pelat Merah Terparkir Diduga 4 Hari di Juanda, Jenazah Perempuan Ditemukan di Dalamnya

Hasanudin juga menyebut masih ada nama lain yang belum diketahui keberadaannya, yakni Andik Herman, rekan kerja Bustam Sanusi yang juga berprofesi sebagai sopir. Menurutnya, Andik Herman dan Bustam Sanusi menjadi dua orang yang masih dicari oleh keluarga hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *