Jeff Bezos Didekati untuk Beli 30 Persen Saham Liverpool

Jeff Bezos Didekati untuk Beli 30 Persen Saham Liverpool
Pengusaha kaya raya Jeff Bezos diisukan akan membeli saham Liverpool

AkalMerdeka.id – Pendiri Amazon Jeff Bezos didekati untuk bergabung dengan konsorsium investor yang ingin membeli sekitar 30 persen saham Liverpool. Kelompok yang dipimpin pengusaha Inggris Amit Bhatia itu dikabarkan menawarkan sekitar 1,35 miliar poundsterling, tetapi Bezos belum memutuskan apakah akan melanjutkan investasi tersebut.

Rencana Jeff Bezos beli saham Liverpool masih berada dalam tahap pembicaraan. Fenway Sports Group atau FSG hanya mengonfirmasi adanya minat investasi dari konsorsium Bhatia, bukan keterlibatan resmi Bezos dalam kesepakatan.

“Sebuah konsorsium investasi yang dipimpin, dikelola, dan diwakili oleh Amit Bhatia telah menyatakan minat untuk melakukan investasi minoritas strategis di Liverpool Football Club,” kata juru bicara Fenway Sports Group.

Jeff Bezos Beli Saham Liverpool Belum Menjadi Kesepakatan

Bezos disebut telah berbicara dengan kelompok investor tersebut, tetapi sumber yang mengetahui prosesnya mengingatkan bahwa ia belum tentu ikut menanamkan modal. Amazon juga belum memberikan keterangan mengenai pembicaraan tersebut.

Jika transaksi terealisasi, konsorsium akan menjadi pemegang saham minoritas. FSG tetap menguasai mayoritas saham Liverpool dan mempertahankan kendali atas klub yang dibelinya pada 2010.

Baca Juga :  Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Gol Ferran Torres Tekuk Argentina

Artinya, masuknya Bezos tidak sama dengan mengambil alih Liverpool. Besar pengaruh investor baru terhadap strategi klub nantinya akan bergantung pada struktur kesepakatan, hak suara, dan posisi yang diberikan FSG.

Penawaran Bernilai 1,35 Miliar Poundsterling

Nilai penawaran untuk sekitar 30 persen saham mencapai 1,35 miliar poundsterling. Perhitungan tersebut menempatkan nilai keseluruhan Liverpool di kisaran 4,5 miliar poundsterling.

Angka itu mendekati taksiran Forbes pada Mei 2026 yang menilai Liverpool sebesar 6,2 miliar dolar AS. Klub tersebut berada di posisi keempat dalam daftar tim sepak bola paling bernilai di dunia versi Forbes.

Valuasi tinggi itu didukung kekuatan merek Liverpool, pendapatan komersial, hak siar, basis pendukung global, serta aset klub. Faktor tersebut membuat saham minoritas tetap menarik meski investor tidak memperoleh kendali penuh.

Amit Bhatia Tinggalkan QPR

Konsorsium dipimpin Amit Bhatia, pengusaha yang hampir dua dekade terlibat dalam kepemilikan Queens Park Rangers. Ia telah melepas sahamnya di QPR ketika pembicaraan investasi Liverpool berkembang.

Bhatia merupakan menantu taipan baja Lakshmi Mittal. Kekuatan keuangan keluarga Mittal disebut menjadi salah satu pendukung utama rencana pembelian saham Liverpool.

Baca Juga :  Prediksi Prancis vs Paraguay, Mbappe Hadapi Tim Kejutan

Kepergiannya dari QPR juga mengurangi risiko persoalan kepemilikan lebih dari satu klub. Namun, langkah tersebut belum menjadi bukti bahwa transaksi dengan FSG pasti selesai.

FSG Sudah Pernah Membuka Pintu bagi Investor

Rencana melepas sebagian saham bukan kebijakan baru bagi FSG. Pada 2023, perusahaan tersebut menerima investasi minoritas dari Dynasty Equity untuk memperkuat kondisi keuangan Liverpool.

Dana dari transaksi itu digunakan untuk mengurangi utang bank akibat pandemi, membiayai pengembangan Anfield dan pusat latihan, membeli kembali Melwood, serta mendukung belanja pemain.

Belum diketahui apakah penawaran konsorsium Bhatia akan berupa suntikan modal baru ke klub atau pembelian saham milik pemegang saham lama. Perbedaan struktur tersebut menentukan apakah uang transaksi dapat langsung memperkuat keuangan Liverpool atau justru diterima oleh pemilik saham yang menjual kepemilikannya.

Bezos sendiri memiliki kekayaan yang ditaksir mendekati 257 miliar dolar AS pada Juli 2026. Meski kemampuan finansialnya tidak diragukan, keputusan akhir tetap bergantung pada ketertarikannya, valuasi Liverpool, dan kesepakatan yang ditawarkan konsorsium Bhatia.

Baca Juga :  Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Komentar Sinis Media Belanda Jadi Sorotan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *