Ribuan Relawan MBG Siap Demo ke Jakarta, Dampak Penghentian Dapur Meluas

AkalMerdeka.id – Ribuan relawan dan pekerja Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Barat bersiap menggelar aksi ke Jakarta menyusul kebijakan penghentian sementara operasional dapur selama masa libur sekolah. Serikat Pekerja MBG se-Jawa Barat bahkan menargetkan sekitar 10.000 peserta turun dalam aksi yang direncanakan berlangsung pada 29 Juni 2026.
Kebijakan penghentian operasional dapur MBG memicu penolakan karena dinilai berdampak lebih luas dari sekadar distribusi makanan. Selain menyentuh penerima manfaat, keputusan tersebut juga memengaruhi pekerja lapangan dan relawan yang bergantung pada operasional program.
Ribuan Relawan MBG Siap Bergerak ke Jakarta
Rencana aksi mencuat dalam konsolidasi Serikat Pekerja MBG di kawasan Jalan Leuwipanjang, Kota Bandung, Senin (22/6/2026).
Dalam pertemuan itu, relawan dan mitra dapur menyampaikan keberatan terhadap keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah.
Perwakilan Serikat Pekerja MBG Jawa Barat, Muhammad Yusuf Miharja, menyebut jumlah peserta yang disiapkan diperkirakan mencapai 10.000 orang atau sekitar 200 bus.
“Ada informasi dari Banten, Jakarta, dan beberapa daerah di Jawa Tengah yang juga mulai melakukan konsolidasi,” ujarnya saat konsolidasi berlangsung.
Informasi tersebut menunjukkan gelombang penolakan mulai meluas dan tidak hanya berasal dari Jawa Barat.
Kebijakan MBG Dinilai Bertentangan dengan Tujuan Awal
Relawan menilai penghentian sementara dapur MBG memunculkan pertanyaan karena program sebelumnya juga menyasar kelompok rentan atau B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Menurut Yusuf, penghentian distribusi ketika sekolah libur ikut memengaruhi kelompok penerima manfaat di luar pelajar.
“BGN sebelumnya menyampaikan bahwa prioritas program adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Tapi saat sekolah libur, distribusi untuk kelompok itu juga ikut dihentikan. Ini yang menjadi pertanyaan kami,” kata Yusuf.
Situasi tersebut dinilai membingungkan karena kelompok non-pelajar yang sebelumnya menjadi bagian dari sasaran program juga terdampak.
Pekerja dan Relawan Ikut Terdampak Secara Ekonomi
Penghentian operasional dapur MBG tidak hanya berkaitan dengan layanan distribusi makanan. Keputusan itu juga berdampak terhadap pekerja dan relawan yang terlibat dalam kegiatan harian program.
Selama dapur tidak beroperasi, insentif bagi relawan maupun penanggung jawab lapangan atau PIC disebut ikut berhenti.
“Kalau dapur tidak beroperasi, otomatis tidak ada insentif bagi relawan maupun PIC. Ini menjadi hambatan ekonomi bagi para pekerja,” katanya.
Bagi sebagian pekerja, aktivitas dapur MBG bukan hanya kegiatan sosial. Program tersebut juga menjadi sumber penghasilan yang menopang kebutuhan sehari-hari.
Dampak Lebih Luas dari Penghentian Program
Program bantuan sosial skala besar biasanya tidak hanya membentuk jalur distribusi layanan, tetapi juga menciptakan rantai aktivitas ekonomi di lapangan.
Saat operasional dihentikan, dampaknya dapat menjalar ke berbagai sisi. Penerima manfaat kehilangan akses layanan, sementara pekerja lapangan menghadapi potensi tekanan ekonomi.
Di tengah upaya penyesuaian operasional program, relawan berharap tersedia ruang komunikasi yang lebih terbuka agar kebijakan yang diambil tetap menjaga keberlanjutan layanan dan tidak memicu gejolak di lapangan.





