Banjir Sumatera: Bantuan Korban Masuk Fase Lanjutan, Pemerintah Siapkan Kompensasi Rumah

akalmerdeka.id – Sebulan setelah banjir Sumatera, bantuan korban banjir bergeser ke pemenuhan kebutuhan lanjutan. Pemerintah dan lembaga kemanusiaan fokus pada kesehatan, psikososial, serta kompensasi rumah.
Sebulan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, penanganan bencana memasuki fase lanjutan. Bantuan kemanusiaan tidak lagi terpusat pada logistik darurat, melainkan pada layanan kesehatan, dukungan psikososial, serta pemulihan hunian warga terdampak.
Menurut catatan Human Initiative, Kabupaten Aceh Tamiang masih menghadapi kebutuhan mendesak. Pimpinan Human Initiative, Ferdiansyah, menyampaikan, “Kebutuhan korban masih banyak yang mendesak, seperti perlengkapan kebersihan, selimut, matras, kasur, serta layanan kesehatan dan dukungan psikososial bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan.”
Meski demikian, ia menambahkan bahwa distribusi bantuan mulai menjangkau sebagian besar warga. Namun pada kenyataannya, kebutuhan pascabencana terus berkembang seiring kondisi pengungsian yang belum sepenuhnya pulih.
Distribusi Bantuan dan Dukungan Medis
Bersamaan dengan itu, ParagonCorp bersama sejumlah mitra kemanusiaan menyalurkan bantuan lanjutan ke wilayah terdampak. Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menyatakan bahwa bantuan bertahap disesuaikan dengan kebutuhan lapangan.

Tak hanya logistik, perhatian juga diarahkan pada layanan kesehatan. Salah satunya melalui penyaluran genset 250 kVA ke RSUD Langsa untuk menjaga pasokan listrik rumah sakit rujukan bagi Langsa, Aceh Tamiang, dan Aceh Timur.
Selain itu, armada kemanusiaan mengirimkan 30 ton bantuan logistik dari Jakarta ke Sumatera. Distribusi didukung dua pesawat charter untuk menjangkau daerah sulit diakses melalui jalur darat.
Kompensasi Pemerintah
Di sisi lain, pemerintah melalui Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyiapkan kompensasi rumah bagi korban banjir bandang dan longsor. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi jumlah pengungsi di tenda.
BNPB mencatat 76.588 rumah rusak ringan, 45.106 rusak sedang, dan 53.432 rusak berat. Artinya, kompensasi diberikan Rp15 juta, Rp30 juta, hingga Rp60 juta sesuai kategori kerusakan.
Kementerian Sosial juga memastikan bantuan dana berlapis untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi korban banjir Sumatera.





