Riset Akademik Ungkap Celah Ideologis di Sekolah

akalmerdeka.id — Sejumlah riset akademik menunjukkan masih terbukanya ruang infiltrasi ideologi non-Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi Indonesia, meski dukungan terhadap Pancasila tetap dominan.
Penelitian yang dimuat dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies edisi April 2024 melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Studi ini menemukan 87,5 persen responden menyatakan mendukung Pancasila.
Namun, data yang sama juga mencatat 12,5 persen siswa memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Selain itu, 21 persen responden menunjukkan sikap intoleran terhadap perbedaan keyakinan dan pandangan.
Data Nasional Lintas Wilayah
Temuan mikro tersebut sejalan dengan riset kolaboratif Badan Intelijen Negara dan Maarif Institute yang dipublikasikan BRIN pada November 2023. Survei nasional itu mencatat 23,3 persen pelajar SMA menyatakan setuju dengan konsep negara berbasis agama.
Lebih lanjut, 39 persen mahasiswa dinyatakan telah terpapar paham radikal. Angka ini menunjukkan bahwa ketahanan ideologis di ruang pendidikan formal belum sepenuhnya solid.
Para peneliti mencatat bahwa paparan ideologi tidak selalu bersumber dari kurikulum resmi. Media sosial, komunitas daring, serta jaringan nonformal di sekitar lingkungan pendidikan menjadi kanal utama penyebaran.
Langkah Institusional
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menilai penguatan pendidikan Pancasila merupakan respons struktural yang diperlukan untuk menutup celah tersebut.
“Pendidikan Pancasila harus memastikan nilai dasar bangsa tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dihayati dalam praktik,” ujarnya dalam pernyataan resmi BPIP, 18 Agustus 2023.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut menyoroti kerentanan anak dan remaja. Deputi Perlindungan Khusus Anak, Nahar, menyebut paparan ideologi ekstrem berpotensi melemahkan toleransi dan rasa kebangsaan.
BPIP menyatakan koordinasi lintas kementerian terus diperkuat, termasuk melalui pelatihan guru dan penguatan pendidikan karakter.
Temuan riset akademik ini menempatkan sekolah sebagai arena strategis dalam menjaga konsensus ideologis nasional di tengah arus informasi global.***





