Holland Taylor di PBNU: Analisis Rekam Jejak dan Risiko Infiltrasi Jaringan Global

akalmerdeka.id — Pencabutan posisi C. Holland Taylor sebagai penasihat khusus PBNU memaksa publik menelaah secara lebih rasional siapa sosok yang selama dua dekade hadir dalam lingkungan NU.
Taylor memiliki keterlibatan historis dalam kunjungan tokoh Islam Indonesia ke Israel tahun 2008, sebagaimana tercatat dalam arsip diplomatik Wikileaks. Informasi ini menjadi basis kekhawatiran bahwa terdapat potensi agenda eksternal, khususnya dari jejaring yang kerap dihubungkan dengan Zionisme.
Di sisi lain, beberapa akademisi, termasuk Lien Iffah Naf’atu Fina (16/7/2024), menilai kunjungan itu sebagai diplomasi pluralisme. Namun fakta pelaksanaan yang tertutup tetap menyisakan ruang spekulasi.
Taylor juga memimpin CSCV, lembaga yang berperan dalam berbagai program internasional PBNU. Ketika sebuah lembaga asing memiliki ruang gerak besar dalam ormas domestik, risiko distorsi identitas dan arah kebijakan kultural menjadi aspek yang harus dibaca dengan logika kehati-hatian.
Baru setelah polemik menguat, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyampaikan klarifikasi bahwa dirinya tidak memiliki afiliasi dengan Zionis dan kunjungan 2018 ke Israel dilakukan demi agenda Palestina. (*)





