Apple Inc. mengumumkan iPhone Duo, ponsel lipat pertamanya, bisa dipesan di Indonesia sejak 16 Oktober 2026 dengan harga mulai Rp45 juta. Pre-order iPhone Duo Indonesia dilayani lewat situs resmi Apple dan toko fisik di Denpasar, Bali, sedangkan produknya dirilis resmi pada 22 Oktober 2026.
Pemesanan lewat situs dilakukan dengan membuat akun Apple ID, memilih varian, lalu membayar melalui transfer bank atau kode QR. Setelah pesanan dikonfirmasi, perangkat dikirim ke alamat yang terdaftar.
Di Denpasar, sebuah toko khusus di pusat perbelanjaan ikut menerima pemesanan langsung. Pembeli di Bali dapat mengambil iPhone Duo di tempat setelah verifikasi selesai. Toko itu juga menyediakan demonstrasi langsung agar calon pembeli bisa menjajal ketahanan mekanisme lipat dan kualitas layar, dan pusat layanan resminya di Bali disiapkan menangani perbaikan maupun pertanyaan teknis.
Apple menyebut peluncuran ini sebagai langkah masuk ke pasar ponsel lipat, segmen yang selama ini dikuasai produsen asal Korea. "Ini adalah produk yang dirancang untuk memperkuat posisi Apple di segmen high-end," kata perwakilan Apple dalam pernyataan resminya.
Menurut Apple, layar iPhone Duo berukuran 6,7 inci saat dilipat dan 7,9 inci ketika dibuka. Panelnya OLED beresolusi tinggi, kameranya ganda di bagian depan dan belakang, dan perangkat ini ditenagai chip A17 Bionic. Sistem operasinya iOS 18 yang telah disesuaikan untuk layar lipat, lengkap dengan fitur Fold-to-Play (aplikasi langsung berjalan saat perangkat dibuka) dan Fold-to-Share (berbagi konten lewat AirDrop).
Dari sisi bahan, kerangkanya memakai aluminium premium, sedangkan bagian luarnya dilapisi kaca tempered. Apple juga mengklaim mekanisme lipatnya halus sehingga risiko kerusakan lebih kecil.
Di pasar global, iPhone Duo berhadapan dengan Samsung Fold 8 yang meluncur pada periode yang sama. Fortune Indonesia menilai harga Samsung sedikit lebih rendah, sementara iPhone Duo menonjolkan ekosistem Apple seperti iCloud, Apple Watch, dan layanan berlangganan.
Apple menyatakan harga Rp45 juta di Indonesia sudah mencakup pajak dan biaya pengiriman. Perangkat ini akan dijual di berbagai negara setelah peluncuran resmi, dengan harga yang disesuaikan pada kebijakan mata uang dan pajak masing-masing negara.